Teman mendongeng saya hari ini adalah si bungsu, karena si sulung sedang ada kelas mentoring. Cerita dongeng menceritakan kejadian ketika saya waktu kecil memetik buah melinjo. Saya dan kakak laki-laki yang saat itu berusia 13 tahun membantu nenek memetik buah melinjo. Kebun belakang rumah nenek sangat luas, banyak jenis pohon buah dan tumbuhan yang lainnya. Saat memetik buah melinjo, tak sengaja kakak saya mengenai sarang tawon. Ada satu tawon yang menyengat bibirnya. Bibirnya merah, bengkak, ukurannya menjadi besar dan tebal (ndomble) seperti boneka dakocan. Karena disengat tawon, kakak tidak masuk sekolah selama 3 hari. Saat menceritakan ulang kepada si bungsu, saya langsung tertawa, terbayang betapa lucunya wajah kakak saat itu. 😃😀
Dalam cerita saya menceritakan bahwa yang disengat tawon adalah ayah Olli dan Bo. Dengan kejadian yang sama yaitu memetik buah melinjo. Saya menyebutkan beberapa pohon buah yang tumbuh dikebun pekarangan. Si bungsu tidak tahu seperti apa buah kedondong dan buah jeruk bali atau jeruk keprok. Saya pun menjelaskan dengan bahasa yang sederhana dan berencana untuk mencari di pasar, karena dua buah ini sudah jarang sekali ditemukan. Untuk buah melinjo sendiri, si bungsu sudah tahu bentuknya seperti apa.
Di tengah bercerita, si bungsu menyeletuk "Tawon itu ada di dalam Al-quran kan Mamo." Masya Allah ternyata dia masih mengingat salah satu hewan dalam Al-quran yang pernah saya ceritakan. Si bungsu juga bertanya "Apa itu boneka dakocan", Ya..boneka jadul yang berwarna hitam dengan bibir tebal yang merah. Dulu saya mempunyai boneka ini. Si bungsu juga merespon pada bagian cerita yang menceritakan bunga untuk mengobati sengatan tawon. Untuk hal ini, sebenarnya kurang jelas bagaimana bunga bisa meringankan sakit akibat sengatan lebah, dulu saya hanya melihat nenek meremas dan mengoleskan bunga disekitar mulut kakak saya, setelahnya kakak tidak merasakan sakit, namun masih ada bengkak di bibirnya.
Di akhir cerita saya menyampaikan jika ada lebah atau tawon, tidak boleh diganggu. Mereka menyengat manusia, jika merasa terganggu. Makanannya adalah nektar, atau buah-buahan. Menghasilkan cairan madu yang berkhasiat untuk manusia. Dari lebah kita harus belajar untuk mengambil sesuatu dengan baik, dan memberikan yang baik.
Terima kasih,
Novia Hantriyati_IP Batam
#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#BundaMendongeng
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar