Minggu, 30 Januari 2022

Tantangan 21 Hari Read Aloud

Bismillahhirohmannirohim💓

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarukatuh

Read Aloud dapat diartikan membacakan anak buku cerita, namun dengan suara nyaring dan lebih jelas. Metode membacakan dengan suara kencang sangat baik dikenalkan pada anak usia dini. Read Aloud dapat dilakukan kapan dan dimana saja, yang perlu diperhatikan adalah frekuensi dan konsistensi melakukan read aloud.

Manfaat read aloud antara lain dapat membangun ketertampilan literasi melalui pengenalan bunyi, intonasi, kemampuan mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Selain itu dapat menambah kosa kata, kedekatan orang tua semakin erat melalui " skin to skin contact" ketika membacakan cerita.

Pada bulan Januari 2022 ini, keluarga kami berkesempatan mengikuti " TEKA-TEKI LITERASI TANTANGAN 21 HARI MEMBACAKAN NYARING" yang diadakan oleh Komunitas Read Aloud Indonesia yang bekerja sama dengan Let's Read Indonesia dan Reading Bugs. Dimulai dari tanggal 13 Januari 2022- 02 Februari 2022. Hari ini, Senin 31 Januari 2022 sudah memasuki hari ke-19.

Pada tantangan ini, membacakan nyaring akan dimulai dari keluarga. Tidak hanya ibu, tapi ayah, kakek, nenek, paman, bibi atau kerabat lainnya yang tinggal dalam satu rumah juga bisa ikut menyemarakkan.Tujuan keterlibatan keluarga adalah agar kebiasaan membacakan nyaring bisa tumbuh dan menggema di setiap sudut rumah. Tidak hanya itu, akan ada serangkaian teka-teki literasi yang menambah keseruan Tantangan kali ini.

Kami hidup merantau jauh dari orang tua dan keluarga, jadi hanya kami berempat yang tinggal dalam satu rumah, yaitu, ayah, ibu, Kakak, adik. Sehingga yang membacakan nyaring dominan ibu. karena ayah bekerja sampai malam hari, hanya bisa membacakan nyaring disaat hari Minggu. Kakak juga beberapa kali membacakan nyaring untuk adiknya. 

Saya mengetahui dan memahami "Read Aloud", ketika bergabung dalam Komunitas Binar. Dan mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas Read Aloud secara online bersama ibu Roosie Setiawan selaku Pelopor Read Aloud di Indonesia. Selain sebagai sarana untuk menstimulasi anak bisa membaca. tujuan adalah agar anak minat dan gemar membaca buku.

Seru dan menegangkan saat memecahkan teka-teki tantangan bersama anak-anak. Alhamdulilah semua teka-teki dapat kami selesaikan, walau terkadang perlu mikir keras dulu. Jawaban teka-tekinya adalah sebagai berikut ;

Pekan 1

  1. Keluarga - Membuat Apam (buku pilihan yang kami baca)
  2. Cuaca - Saat Hujan Turun
  3. Bumi - Mencari Telinga Bumi
  4. Tehnologi - Bukit Sinyal
  5. Toleransi - Kelinci Coklay yang Cerdik
  6. Hobi - Nenek Lintang dan Buku-Bukunya 
  7. Budaya- Tarian Sunyi

Pekan 2

  1. Bencana Alam - Saat Banjir Datang
  2. Makanan - Menunggu apa, Mas?
  3. Sekolah - Hari Pertama di Sekolah
  4. Kendaraan - Dari Jendela Bus
  5. Cita-Cita - Jadi apa, Ya?
  6. Diriku- Aku ini Kelinci
  7. Pahlawan- Tori si Pemberani 

Pekan 3 

  1.  Hewan- Celana Baru di Tahun Baru
  2. Alam Semesta - Mencari Pluto
  3. Petualangan - Petualangan Kura-Kura Pergi ke Pasar
  4. Persahabatan- Harus Bisa
  5. Lingkungan - Tas Cantik Nina
  6. Kesehatan - Air Minum yang Sehat
  7. Perasaan - Pergilah Moster!

Kurang dua hari lagi tantangan akan berakhir, tantangan dilakukan 21 hari dengan alasan untuk membentuk kebiasaan baik, hanya membutuhkan waktu sebanyak 21 hari, sedangkan untuk membuatnya sebagai gaya hidup diperlukan waktu lebih lama yaitu 90 hari.

Manfaat yang kami rasakan langsung terutama untuk anak kedua kami yang masih 2 tahun adalah bonding antara orang tua dan anak semakin dekat, kosakata bertambah terutama, pengucapan intonasi kata/kalimat semakin jelas, dapat mengulang kata yang ada dibuku cerita dan selalu menagih untuk dibacakan cerita.

Mari kita menumbuhkan generasi cinta literasi dimulai dengan membentuk kebiasaan baca bersama keluarga dari rumah.

Jazaakumullaahu Khairan katsiro.. semoga bermanfaat dan Allah SWT selalu melindungi kita beserta keluarga. Aamiin 🤲🏻

Stay healty and stay happy ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 Salam dari kami,

 

 Keloarga Barokah 

 


 

Portofolio Anak

Bismillahhirohmannirohim💓

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarukatuh

Kata "portofolio" sempat menjadi momok yang sangat menakutkan dan menekan disaat beberapa bulan kami menjalankan homeshooling. Sebagai orang tua yang baru memutuskan memilih homeschooling bersamaan dengan ceteknya pengetahuan saya di dunia HS, saya langsung berselancar di mbah google untuk mencari tahu. Tidak mudah memang untuk memahami, bahkan saya sampai sakit kepala memikirkan hal itu.

Pada bulan Februari 2021, saya mengikuti kelas workshop online plus pendampingan dari rumah bintang dengan biaya Rp.150.000,- untuk tiga sesi, yaitu kelas membuat jurnal, membangun fortofolio dan merancang kurikulum personal. Dari situ saya mulai ada gambaran apa yang harus saya lakukan. Sebelum membuat portofolio, harus membuat jurnal kegiatan terlebih dahulu. Dalam kelas tersebut juga disampaikan merancang kurikulim personal sesuai dengan kondisi dan kebutuhan keluarga yang pasti tetap berlandaskan dengan visi misi pendidikan keluarga,

Portofolio berasal dari kata port (laporan) dan Folio (lengkap). Maka portofolio memiliki arti laporan yang lengkap dan menyeluruh. Sedangkan portofolio anak dapat diartikan sebagai laporan lengkap dan menyeluruh tentang aspek-aspek perkembangan dan kehidupan anak. Diantaranya keimanan, kesehatan, kemandirian, bakat anak, karya anak, belajar anak dan lain sebagainya.

Membuat portofolio buat Homeschooler itu wajib hukumnya. Manfaatnya juga banyak, diantaranya :

  1. Sebagai bahan refleksi dan evaluasi orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak.
  2. Sebagai bahan untuk menyusun aktivitas anak
  3. Sebagai sarana menularkan value keluarga 
  4. Sebagai referensi untuk melihat minat dan bakat anak
  5. Sebagai bahan pembuatan rapot oleh PKBM
  6. Sebagai hadiah ketika anak sudah dewasa
  7. Sebagai bahan pertimbangan jika ada yang bertanya apa saja yang sudah dilakukan anak

Satu hal yang saya pahami bahwa tidak ada bentuk baku dalam pembuatan portofolio. Pada bulan Juni 2021, saya praktekkan membuat portofolio dokumentasi belajar anak selama periode Februari- Juni 2021, untuk disetor ke PKBM dimana anak saya terdaftar sebagai warga belajar. Portofolio tersebut akan digunakan sebagai ajuan untuk membuat rapot.

Portofolio belajar kedua, saya bikin pada awal Desember 2021. Portofolio ini kami setor ke PKBM sebagai laporan kegiatan anak selama periode Juli- November 2021. Portofolio kedua, serasa lebih mudah, karena sudah ada gambaran dari pembuatan portofolio pertama kali. Di akhir Desember 2021. saya mengikuti tantangan membuat dokumentasi selama tahun 2021. Pada tantangan ini, saya membuat dokumentasi anak pertama dan kedua. Untuk anak pertama memerlukan waktu yang tidak lama, karena sudah pernah membuat portofolio dari Februari- November. Untuk anak kedua, karena belum pernah mendokumentasikan secara rapi, jadi membutuhkan waktu sedikit agak lama. Walaupun tidak jadi pemenang, saya bahagia karena dokumentasi yang saya buat masuk dalam 20 besar dokumentasi terbaik dari total dokumentasi yang terkumpul sekitar 120-130. Saya berharap dokumentasi yang saya buat, dapat menginspirasi yang lainnya.

Jazaakumullaahu Khairan katsiro.. semoga tulisan ini bermanfaat💓

Semoga kita semua terus diberikan keberkahan oleh Allah SWT dan selalu dilimpahkan rezeki halal yang sukup oleh Allah SWT.

Stay healty and stay happy ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 Salam dari kami,

 

 Keloarga Barokah 

 

                                                               

                           



Sabtu, 29 Januari 2022

Operasi setelah Melahirkan

Bismillahhirohmannirohim💓

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarukatuh

Pada 03 September 2019, saya melahirkan anak kedua dengan persalinan normal. Pada trisemester ketiga, kandungan saya mengalami masalah, yaitu mengalami kontraksi dini. Karena punya riwayat melahirkan bayi primature, dokter kandungan khawatir saya akan mengalami persalinan tidak cukup bulan lagi, sehingga menyarankan saya untuk off dari kegiatan dan istirahat total dirumah. Dan meresepkan obat penguat kandungan yang harus saya konsumsi setiap hari selama 2 bulan menjelang hari perkiraan lahir.

Saat itu, saya berstatus menjadi tenaga pengajar di salah satu yayasan pendidikan berbasis islam, walau dengan terpaksa saya harus memilih keputusan untuk mengundurkan diri karena kondisi kehamilan. Rezeki bisa dicari lagi lain waktu, tetapi kesehatan lebih penting.

Waktupun berjalan sampai pada saat usia kandungan saya 38 minggu, tinggal menunggu kontraksi kapan bayi akan lahir. Seminggu sebelum hari melahirkan, saya melakukan pemeriksaan terakhir dan USG untuk mengetahui posisi bayi. Alhamdulilah posisi bayi aman, berat badan bayi diatas 3 kg dan waktu melahirkan cukup bulan. Namun satu yang menyebabkan kekhawatiran saya, dokter bilang saya mengalami pembengkakan kelenjar "bartholin", dan tidak perlu cemas, karena akan pecah saat melahirkan secara normal.

Kelenjar bartholin adalah kelenjar yang terletak di kedua sisi pada bukaan vagina yang berfungsi untuk mengeluarkan cairan lubrikasi. Kista bartholin terjadi saat bukaan dari kelenjar ini terobstruksi sehingga cairan tidak dapat keluar dan terkumpul dalam kelenjar tersebut. Jika cairan dalam kista ini terinfeksi, maka nanah akan diproduksi yang menyebabkan abses bartholin.

Gejala kista bartholin yang kecil dan tidak terdeteksi biasanya akan hilang dengan sendirinya, bahkan tanpa disadari. Jika kista terus bertambah besar maka tanda yang pertama kali dirasakan adalah adanya benjolan di dekat bukaan vagina. Walaupun pada umumnya kista ini tidak menyebabkan nyeri, tetapi dalam beberapa kasus kista dapat menimbulkan rasa sakit. Jika kista terinfeksi, maka dapat menimbulkan gejala nyeri pada benjolan, rasa tidak nyaman saat berjalan atau duduk, nyeri pada saat hubungan intim, dan demam. Kista atau abses bartholin biasanya hanya terjadi pada satu sisi bukaan vagina. Saya merasakan gejala ini pada kehamilan 35 minggu.

Minggu terakhir di bulan Agustus 2021, saya mengalami kontraksi hebat sebagai tanda akan melahirkan, saya langsung ke UGD terdekat, dan mengalami sejumlah pemeriksaan, ternyata baru bukaan 1. Kemudian disarankan untuk pulang menunggu bukaan selanjutnya. Setelah sepekan, akhirnya hari itupun tiba, disaat jalan pagi disekitaran rumah, saya mengalami pecah ketuban. Awalnya saya tidak tau kalau itu ketuban, karena saat melahirkan anak pertama, ketuban pecah langsung diikuti keluar bayi.

Karena sudah pecah ketuban duluan, akhirnya saya diberi obat perangsang untuk mempercepat proses pembukaan jalan bayi, prediksi dokter saya melahirkan sore bagda ashar. Ternyata diluar kuasa kami, jam 11.00 WIB saya sudah bukaan 6, berlanjut terus sampai bukaan 10. Bagda dzuhur akhirnya saya melahirkan secara normal dan melahirkan diruang perawatan, bukan ruang persalinan, karena ruang persalinan penuh. Jadi terpaksa melahirkan diruang perawatan dibantu 2 bidang dan suami, kebetulan juga dokter kandungan saya sedang ada operasi kuret. Proses menjahit pasca melahirkanpun dilakukan oleh bidan, saat itu kami percaya saja tidak berpikir akan berakibat apa setelahnya.

Saya kira si "bartholin " tadi sudah pecah bersamaan dengan proses melahirnya, ternyata..oh ternyata..si kista tidak juga pergi, malah semakin membesar. Bahkan rasa sakit semakin luar biasa, saat itu saya berpikir mungkin sakit akibat luka jahitan. Hal aneh pun terjadi, setiap saya duduk dan akan berdiri, secara tiba-tiba saya pipis sendiri seperti air kran tidak bisa ditahan.

Seminggu lebih dari hari melahirkan, saya kontrol untuk memeriksa luka jahitan, tapi sayang sekali luka jahitan masih basah, pembengkakan bartholin semakin besar dan saat itu juga dokter menyuruh saya melakukan operasi besar untuk memecahkan si kista ini, karena sudah terinfeksi dan bernanah. Saya itu juga saya syok, cemas, takut, khawatir, gelisah semua rasa bercampur, namun rasa takut yang paling mendominan karena mendengar kata "operasi", sudah terbayang sebuah tindakan yang menggunakan benda-benda tajam yang membelah/mengiris bagian tubuh saya. Lalu saya meminta waktu 2 hari untuk mempersiapkan dan menenangkan diri, akhrinya dokter menyetujui.

Hari eksekusipun tiba, saya masih cemas, takut, gelisah. Suami menemani dengan setia. Anak-anak kami ungsikan ketempat saudara. Rasa takut semakin menderu, disaat memasuki ruang operasi, melihat peralatan bedah, hanya memakai baju operasi dan ditemani perawat cowok. Pikiran saya mulai kemana-mana takut kalau akan dilecehkan.

Tak lama kemudian, seorang dokter laki-laki datang beserta perawat perempuan. Beliau menyuruh saya duduk dengan tegak, kemudian membungkuk untuk menyuntikkan obat bius melalui tulang belakang. Tindakan ini disebut suntik epidural. 

Suntik epidural adalah salah satu bentuk suntikan bius lokal yang bertujuan untuk membuat bagian tertentu pada tubuh Anda mati rasa. Epidural tidak akan membuat Anda hilang kesadaran sepenuhnya, karena fungsinya hanya untuk menawar rasa sakit (analgesia). Ketika Anda diberikan epidural, impuls-impuls saraf sensoris tulang belakang Anda akan dihentikan.

Setelah saya merasakan mati rasa pada bagian pinggul kebawah, lalu dokter kandungan saya mulai melakukan drainase surgikal, yaitu membuat sayatan kecil  pada permukaan kista sehingga cairan bisa keluar. Dokter lalu menaruh kateter kecil pada insisi tersebut dan membiarkannya disana sampai kurang lebih 6 minggu agar drainase dapat dilakukan secara tuntas. Dokter juga membuka luka jahitan melahirkan dan menjahit ulang karena jahitan ada yang keluar dari jalur, itu yang menyebabkan saya tiba-tiba pipis.

Satu minggu saya menjalani rawat inap, dan bisa dibayangkan bagaimana rasanya ketika obat bius itu hilang. Sangat sakit, meradang dan panas seperti terkena bara api. Allahu Akbar...

Tidak ada metode khusus yang dapat mencegah terjadinya kista bartholin secara efektif, tetapi praktek seks menggunakan kondom dan kebersihan yang baik dapat membantu terjadinya infeksi pada kista bartholin. Selain itu, mencegah terbentuknya abses. Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala - gejala seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu. 

Jazaakumullaahu Khairan katsiro.. semoga tulisan ini bermanfaat💓

Semoga kita semua terus diberikan keberkahan oleh Allah SWT dan selalu dilimpahkan rezeki halal yang sukup oleh Allah SWT.

Stay healty and stay happy ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 Salam dari kami,

 

 Keloarga Barokah 


 

 



Jumat, 28 Januari 2022

Komunikasi Efektif

 Bismillahhirohmannirohim💓

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarukatuh

Kita pasti marah karena suatu penyebab, tidak mungkin tiba-tiba mengomel panjang-lebar tanpa ada pemicunya. Setelah amarah dikendalikan, pikiran kembali jernih dan tenang, selanjutnya yang harus kita lakukan adalah menyelesaikan masalah yang menimbulkan amarah tadi. Lalu bagaimana menyelesaikannya?

Kunci penting dalam menyelesaikan masalah dalam setiap hubungan, baik hubungan orangtua-anak, suami-istri, atau ragam hubungan yang lain adalah komunikasi efektif. Karena komunikasi adalah urat nadi suatu hubungan. Jika komunikasi tidak bagus, bisa dipastikan hubungannya juga tidak baik.

Komunikasi efektif adalah komunikasi yang memudahkan lawan bicara untuk memahami pesan yang ingin kita sampaikan. Komunikasi yang efektif juga bisa mengubah sikap dan perilaku lawan bicara kita. Dalam komunikasi efektif, pesan yang kita maksudkan sama dengan pesan yang diterima oleh lawan bicara kita.

Saat kita marah, sebenarnya karena ada pesan yang ingin disampaikan, sayangnya, kita tidak tahu cara yang paling efektif untuk menyampaikan pesan atau karena kita tidak sabar, agar anak bisa paham dan melakukan apa yang kita maksudkan. Bahkan bisa salah, pesan yang ditangkap anak justru berbeda jauh dari yang kita maksud, inilah yang dimaksud pesan tidak efektif. Padahal kita ingin menjadi orangtua yang bisa berkomunikasi efektif dengan anak, menjadi orangtua asyik yang bisa menjadi teman ngobrol dan curhat anak.

Saat saya ditanya seperti apakah anak-anak saya di mata kami sebagai orangtua, secara spontan saya menjawab :

  • Suka marah
  • Tidak sabar
  • Susah makan
  • Susah tidur 
  • Maunya main terus
  • Suka banget main game
  • Menonton TV
  • Suka menyerah
  • Suka teriak-teriak
  • Tidak mau mengalah
  • Enggak bisa diam

Wah..banyak sekali bukan daftar perilaku buruk anak. Kemudian saya mencoba menanyakan ke anak , bagaimana sosok saya dimana dia...nah jawabanya luar biasa!

Jawaban anak saya blak-blakan sampai membuat saya kaget.

"Mamo itu suka marah-marah, galak, suka melarang-larang, cerewet, suka ceramahin, suka membandingkan mas, Mamo juga suka memaksa mas."

Duar!

Saya kaget. Selama ini saya merasa sudah menjadi orangtua yang cukup baik dan dekat dengan anak. Rupanya saya cuma GR (Gede Rasa) karena jelas sekali anak saya tidak merasa begitu. Ternyata saya sulit menyadari kekurangan diri sendiri, saya harus mengevaluasi diri dan meningkatkan kualitas hubungan dan komunikasi dengan anak.

Lalu saya mulai memperbaiki diri dengan melakukan :

  1. Meminta maaf dengan tulus
  2. Mengakui kesalahan yang pernah saya lakukan kepada anak
  3. Mengajak anak untuk sama-sama berubah 
  4. Berhenti menyangkal ketika anak menyampakain kesalahan-kesalahan kita
  5. Menyodorkan kertas untuk mengisi penilaian dia kepada saya
  6. Menerima dengan ikhlas penilaian anak
  7. Memaafkan diri sendiri
  8. Membuka dialog dengan anak

Pola asuh saya terhadap anak saat ini sangat banyak dipengaruhi olah pola asuh orangtua saya dulu. Awalnya saya menyalahkan orang tua saya, namun saya sadar tidak ada gunanya. Bisa jadi, mereka dulu dibesarkan oleh kakek-nenek dengan pola asuh dan gaya komunikasi yang lebih buruk lagi. Zaman dulu tentu sulit sekali untuk mencari sumber informasi dan frekuensi untuk belajar menjadi orangtua yang baik. Saya memaafkan mereka.

Komunikasi efektif dimulai dengan penerimaan, menerima dengan ikhlas bagaimana penilaian anak tentang perilaku kita dan mengakui bahwa kita mungkin belum menjadi orangtua yang baik di mata anak. Setelah ikhlas menerima penilaian anak, kita bisa membuka diri untuk berdialog. Dengan dialog, perbaikan bisa tercipta. Sehingga akan ada perbaikan dalam pola asuh, relasi dengan anak semakin asyik. Jadi, daripada terlambat, segera tanyakan " penilaian anak kepada orangtuanya", lalu mulailah memperbaiki hubungan dengan anak.

"Komunikasi yang isnspiratif akan mendorong orang lain untuk melakukan yang terbaik" ( Zig Ziglar, Motivator)

Jazaakumullaahu Khairan katsiro.. semoga tulisan ini bermanfaat💓

Semoga kita semua terus diberikan keberkahan oleh Allah SWT dan selalu dilimpahkan rezeki halal yang sukup oleh Allah SWT.

Stay healty and stay happy ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 Salam dari kami,

 

 Keloarga Barokah

 



 

 

Kamis, 27 Januari 2022

Terapi Jurnal Syukur

 Bismillahhirohmannirohim💓

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarukatuh

Pada tanggal 09 Januari 2022, saya mengikuti terapi langit anak SIKUAT. Terapi ini saya dapatkan saat berselancar di instragram, lalu saya tertarik untuk mengikuti dan berada di batch 277. Alhamdulilah saya masih konsisten menulis dan menyetorkan tugas terapi syukur. Sebelum saya bergabung, saya sudah menulis jurnal menajemen emosi yang dilakukan 30 menit menjelang waktu tidur, karena otak berada dalam gelombang alfa, sehingga lebih mudah masuk ke bawah sadar. Kebiasaan tersebut masih tetap saya lakukan bersamaan dengan terapi jurnal syukur.

Terapi hari pertama adalah menuliskan kenikmatan yang paling utama dan yang paling penting untuk disyukuri tapi justru sering dilupakan dan diremehkan, karena dianggap bukan sebagai kenikmatan yaitu nikman iman dan islam. Nikmat ini sering dilupakan, karena kita terlalu fokus pada nikmat yang terlihat, nikmat yang bisa kita rasakan. Padahal nikmat iman ini yang tak ternilai harganya.

Hari kedua menulis kenikmatan melakukan ibadah yang wajib dan meninggalkan yang haram. Banyak orang sulit merasakan kenikmatan ibadah wajib dan berat meninggalkanyang terlarang. Bahkan sebagian mengganggap ibadah wajib sebagai sebuah beban, sehingga kita perlu mencoba merenungi ibadah wajib yang masih kita jalankan sampai detik ini dan kenikmatan bisa mencegah dari perbuatan terlarang.

Hari ketiga menulis kenikmatan bisa melakukan ibadah sunnah yang kita lakukan dalam  satu hari, misalnya mengerjakan sholat  dhuha, berdzikir, berpuasa sunnah Senin-Kamis, membaca Al-quran, bersedekah, membantu suami.

Hari keempat menulis kenikmatan yang kita lihat setiap hari, dan setiap saat, tetapi kita lupa mensyukurinya. Bahkan kita justru mengeluh keberadaan nikmat ini, karena mungkin sifat negatifnya, tabiat dan perilakunya yang kurang cocok dihati, yaitu menulis kenikmatan memiliki buah hati yang baik. Jika selama ini kita kurang bisa menerima buah hati kita adalah yang terbaik, itu merupakan bukti bahwa kita kurang bersyukur. Padahal jelas Allah lah yang telah menentapkan bagaimana buah hati kita terlahir.

Terapi hari kelima adalah menuliskan kenikmatan yang masih ada kaitannya dengan buah hati, perbedaannya adalah terapi hari kelima akan menulis kebaikan buah hati dari sisi kebaikan buah hati terhadap kita. Jika selama ini kita lebih fokus melihat kekurangan buah hati, mulai detik ini lihat kebaikan yang sudah dilakukan buah hati untuk kita.

Hari kelima menulis terapi kebaikan keluarga kepada kita, walau mungkin sesekali terjadi masalah dalam keluarga. Tapi lihat sisi kebaikan dan jangan fokus pada perbuatan negatifnya. Karena keluarga akan selalu memberikan perhatian, saling menjaga dan bersilaturahmi baik secara berkunjung, maupun melalui mesia sosial.

Terapi syukur terus berlanjut dan akan berakhir pada hari ke-21. Terapi dilakukan hanya sampai 21 hari saja, karena jika manusia membentuk sebuah kebiasaan, dan kebiasaan tersebut dilakukan terus menurus minimal 21 hari, maka di hari ke 22 atau seteruskan sudah biasa melakukan dengan tulus ikhlas tanpa paksaan.

Mari mensyukuri hal-hal sederhana, karena jika hal sederhana bisa kita syukuri, maka hal-hal besar lainnya akan mudah mendekat. Semoga kita semua terus diberikan keberkahan oleh Allah SWT dan selalu dilimpahkan rezeki halal yang sukup oleh Allah SWT.

Jazaakumullaahu Khairan katsiro.. semoga tulisan ini bermanfaat💓

Stay healty and stay happy ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 Salam dari kami,

 

 Keloarga Barokah

 


 

Rabu, 26 Januari 2022

Terapi Kesembuhan Buah Hati

 Bismillahhirohmannirohim💓

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarukatuh

Emosi adalah luapan ekspresi akan perasaan yang dialami manusia. Emosi tidak selamanya buruk. Ada dua jenis emosi, yaitu emosi positif dan negatif. Emosi bernada positif seperti perasaan bahagia, bersyukur, dan bangga. Sedangkan emosi negatif seperti perasaan marah, benci dan kecewa. Jadi, emosi tidak selalu dikaitkan dengan hal yang buruk. Justru dengan merasakan berbagai emosi kita bisa memahami bahwa ada banyak warna beragam dalam mengekspresikan perasaan kita.

Marah adalah satu hal yang manusiawi, tapi kalau marah sama anak dan sampai membentak. Rasanya menyesaaaaaal sekali saat anak tidur, tetapi besok bisa terulang kembali 😔

Walaupun marah adalah hal yang manusiawi, namun sebaiknya kita sebagai orang tua sedapat mungkin menahan diri untuk tidak melakukannya kepada si kecil. Terlebih jika luapan itu dikeluarkan dalam bentuk kata-kata kasar, omelan hingga membentak Si Kecil.

Pertama, kecerdasan dan kreativitas si kecil akan menurun. Si kecil akan takut melakukan banyak hal yang disukai karena mengerti bahwa jika melakukannya maka akan di marahi.

Kedua, jadi pendendam kepada orangtua saat beranjak remaja. Pengalaman masa lalu secara langsung membentuk pribadi si kecil ketika ia dewasa. Maka bukan tidak mungkin ketika si kecil remaja/dewasa membenci orangtuanya dan mencari figur lain.

Ketiga, bila sering dibentak anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang agresif, pemalu atau minder, rendah diri. Berteriak atau membentak anak adalah bentuk dari meluapkan emosi kita. Si kecil akan takut dan merasa tidak aman berada didekat kita.

Kalau sudah begitu, maka tenangkan diri terlebih dahulu, karena tenang adalah kunci dalam segala situasi. Kemudian ajak bicara si kecil dengan lembut. 

Untuk mendapatkan rasa tenang ini, saya mengikuti terapi langit SIKUAT, terapi nonmedis yang berfokus pada pendekatan illahiyah, pendekatan spiritual yang berlandaskan semangat ajaran Al-quaran dan Assunah. Ada empat terapi diantaranya melatih " kekuatan berpikir positif" dengan sugesti positif baik dalam tulisan, ucapan atau dalam hati. Karena otak kita memiliki kekuatan luar biasa. Selain hal itu, melalui terapi Al-Quran (Ruqyah Syar'iyyah), praktek amalan langit seperti sedekah, membaca Al-quran, memaafkan dan meminta maaf, dan yang terakhir praktek tabungan kebaikan serta dzikir istighfar agar menjadi pribadi yang semakin dekat dan dicintai Allah SWT.

Terapi tersebut, dilakukan selama 21 hari, dengan praktek menulis, mengucapkan, dan membayangkan sesuatu yang positif  dalam hal ini adalah impian saya untuk kesembuhan buah hati. Kenapa yang sakit buah hati tetapi yang melakukan terapi adalah Ibu, karena :

  1. Buah hati akan selalu terkoneksi dengan keadaan batin ibu, karena setiap hari ibu selalu membersamai dan menemani buah hati. Ketika batin ibu dalam keadaan buruk, maka ibu akan sulit mentrasfer kebaikan-kebaikan kepada si buah hati.
  2. Perilaku ibu pada masa dulu, secara tidak sadar menjadi bagian perilaku di masa sekarang. Perilaku buruk menghasilkan perilaku buruk di masa sekarang.
  3. Kespecialan buah hati bisa jadi adalah bagian dari ujian Allah SWT agar kita bisa naik derajatnya menjadi pribadi dan orang tua yang lebih baik.
  4. Doa agar mudah diijabah jika keadaan orang tua menjadi lebih bersih, lebih taat.

 Apakah mungkin dengan doa, rasa syukur, kesembuhan buah hati bisa terwujud??

Tentu saja jika Allah sudah berkehendak, semua sangat mungkin terjadi, tentu dengan diimbangi dengan ikhtiar yang tepat, hidup yang sehat dan aktivitas lain yang mendukung kesembuhan buah hati.

Program terapi ini yang paling utama adalah menulis, dengan tulisan sederhana, tulisan yang berhubungan dengan impian, karena tulisan adalah doa maka tulisan sederhana itu bisa menjadi alat hebat dan bisa menjadikan sebagai terapi kesehatan buah hati.

Mulai sekarang yu sama-sama tingkatkan kualitas diri, kualitas ibadah, perbaiki apa yg kita pikirkan dan kita bicarakan. Jangan jadi lemah dengan keluhan, jadilah kuat kita bisa upayakan, kita bisa usahakan. Lebih giat dalam hal baik, gasik, tanpa tapi tanpa nanti, biar Allah pun begitu pada doa kita,  insyaallah segera Qobul. Intinya jadilah setiap keluhan kita menjadi kekuatan, mencari solusi dan selalu berusaha ,yakin akan keajaiban Allah dengan MEMANTASKAN DIRI.
🤗🤗💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻

Jazaakumullaahu Khairan katsiro.. semoga tulisan ini bermanfaat dan Allah SWT selalu melindungi kita beserta keluarga. Aamiin 🤲🏻

Stay healty and stay happy ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 Salam dari kami,

 

 Keloarga Barokah

 


Selasa, 25 Januari 2022

Manajemen Emosi

 Bismillahhirohmannirohim💓

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarukatuh

Emosi bukan tentang baik dan buruk, tetapi emosi merupakan sinyal/tanda yang tubuh berikan agar bisa tahu apa yang terjadi dalam tubuh dan apa yang dibutuhkan diri kita, karena tubuh adalah bagian dari kita yang paling jujur. Seperti dalam film animasi Inside Out, diperlihatkan lima jenis emosi. Kelima jenis emosi ini adalah kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, rasa jijik dan amarah. Semua jenis emosi ini alamiah, termasuk amarah, karena manusia diberkahi Tuhan kemampuan untuk merasa marah. Namun di sisi lain, agama apa pun mengimbau umatnya untuk mengendalikan emosi, bersikap sabar dan saling mengasihi.

Resolusi saya di tahun 2022 adalah belajar mengendalikan diri, melatih kesabaran, dan "naik kelas" menjadi manusia yang lebih berkualitas. Langkah awal yang saya ambil adalah mencari tahu apa penyebab seorang ibu kesulitan mengelola emosi. Sebagai seorang ibu yang memiliki multi peran, terkadang saya mengalami burnout yaitu kondisi stres akibat pekerjaan, misalnya, sering merasakan tubuh mudah lelah, kesal,  kekurangan energi, dan merasa tidak optimal dengan mengerjakan banyak tugas /peran dalam satu hari. Sehingga saya perlu mengatur manajemen waktu untuk memprioritaskan mana kegiatan yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda pengerjaannya.

Mengelola emosi sangat saya perlukan agar suasana hati saya bahagia agar kegiatan membersamai anak lebih menyenangkan. Beberapa alasan seorang ibu perlu mengelola emosi karena :

  1. Ibu perlu sehat jiwa karena seorang ibu adalah ibu kehidupan
  2. Ibu adalah madrasah utama & pertama bagi anak
  3. Ibu menjadi teladan anak memanajemen emosinya
  4. Ibu memiliki banyak peran dalam kehidupannya sebagai ibu, istri, menantu. pembelajar dll
  5. Ibu banyak berinteraksi dengan anak, sehingga perlu beri respon tepat pada perilaku anak
  6. Manajemen emosi yang baik akan membuat tubuh dan jiwa sehat

Saya kerap mengalami stres jika berusaha keras mengendalikan hal-hal yang tidak bisa dikontrol/dikendalikan, misalnya perilaku anak, perilaku suami, kapan wabah covid berakhir, penilaian orang lain ke saya dan perilaku burung orang lain ke saya. Otomatis energi saya akan terkuras habis dan daya tahan tubuh melemah. Kemudian langkah yang saya ambil adalah lebih fokus mengubah apa yang bisa dikendalikan, misalnya, sikap saya ke anak, pola pikiran, perasaan, perilaku, kebiasaan dan kreativitas. Sedangkan apapun yang tidak bisa saya kendalikan, jika sesuai harapan, maka memperbanyak bersyukur, jika tidak sesuai harapan  saya belajar untuk menerima dan mencari cara mengelola agar tetap bisa menikmati hidup dan Allah ridho.

Empat tahapan mengelola emosi diantaranya, kenali emosi dengan merasakan sensasi tubuh dan pikiran yang terlintas saat mengalami emosi, sadari emosi dengan memahami situasi dan penyebab munculnya emosi, terima emosi dengan mengakui emosi tersebut tanpa berusaha menyangkal dan mengabaikan, dan yang terakhir kelola emosi dengan mencari cara untuk mengekspresikan emosi dengan tepat.

Langkah yang saya ambil untuk mengelola emosi diantaranya :

  1. Terapi menulis jurnal
  2. Diam atau menjauh dari anaka ketika tanda-tanda naik darah muncul
  3. Mengasihi diri saat mengalami kegagalan, tidak sesuai harapan dan tidak menghakimi diri sendiri (welas asih, semua orang juga mengalami, mindfulness)
  4. Meningkatkan kualitas ibadah & keimanan
  5. Sadar nafas
  6. Menerima anak apa adanya
  7. Menikmati waktu bersama anak
  8. Bijak memilah infomasi dan tontonan
  9. Berfikir positif dengan afirmasi kalimat positif setiap bangun tidur
  10. Tidak memfotsir pekerjaan, mengerjakan sesuai prioritas
  11. Selfcare & selftalk
  12. Mind in Mind
  13. Istirahat cukup

 " Kita tidak dapat menangani emosi, jika kita tenggelam di dalamnya/melawannya. Kita perlu belajar untuk mengenal emosi. Dan cara termurah untuk mengenalinya adalah mengenali tubuh. Kita dapat mengajarkan kesadaran dan kecerdasan emosional dengan mengajarkan kesadaran akan sinyak tubuh sendiri" ( Sharon Salzberg )

Jazaakumullaahu Khairan katsiro.. semoga tulisan ini bermanfaat dan Allah SWT selalu melindungi kita beserta keluarga. Aamiin 🤲🏻

Stay healty and stay happy ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 Salam dari kami,

 

 Keloarga Barokah

 


 


Senin, 24 Januari 2022

Surat untuk masa kecilku

Bismillahhirohmannirohim💓

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarukatuh

Dear Upik kecil,

Hallo, apa kabarmu sayang? Aku berharap kamu selalu tersenyum dan semangat ya...

Hari ini, bagaimana suasana hatimu saudariku? Aku tau kamu pasti cemas, takut, kecewa, merasa sendirian dan merasa tidak diperhatikan. Namun sekarang kamu harus berani ya, karena ada aku yang akan selalu menyayangimu, memperhatikanmu dan mempedulikanmu dengan sepenuh hati yang tulus.

Apakah hari ini kamu dimarahin nenek? jika iya, tenanglah dan kuatkan hatimu ya saudariku, aku akan siap menggengam tanganmu dan mendengarkan tangisan serta keluh kesahmu. Jika sudah tenang, tolong kabari aku ya, karena aku akan memberi nasihat sedikit saja untuk menenangkanmu.

Saat nenekmu marah, bukan berarti dia tidak menyayangimu lho, bisa jadi caranya yang kurang tepat untuk mengungkapkan kesalahan yang tidak sengaja kamu perbuat. Nenek kan lahir di zaman penjajahan, nenek juga tidak sekolah apalagi belajar parenting, mungkin dulu orang tua nenek juga keras dalam membesarkan nenek. Jadi jangan marah sama sikap nenek yang sangat keras ya...Ingatlah selalu betapa lezat masakan nenek yang selalu membuat rasa laparmu hilang dan membuat perutmu kenyang sehingga kamu selalu nomor satu saat olahraga lari. 

Apakah hari ini teman-temanmu masih tidak mau bermain denganmu dan selalu mengejek? Aku yakin pasti kami sangat malu, marah dan kecewa. 

Sekarang coba ingat, apakah semua teman-teman masa kecilmu tidak ada yang mau main denganmu? pasti ada satu atau dua teman yang selalu ingin bermain denganmu, karena kamu itu sebenarnya anak yang kalem dan perhatian sama yang lain. Masih ingatkan dengan teman dekatmu yang berinitian " S" dan "T" yang selalu menemanimu memanjat pohon jambu biji dan main rumah-rumahan.

Saat ada teman yang mengejekmu, mungkin dia mereka merasa iri sama kamu, karena kamu selalu punya baju-baju yang bagus pemberian saudaramu dari Jakarta, atau mungkin sebenarnya dia juga merasa kesepian sehingga mencari perhatianmu, mungkin juga pola asuh didalam keluarganya yang kurang sesuai.

Apakah kamu masih marah sama ibu/bapak karena beberapa kali mencoba menitipkanmu kepada saudara dan pada akhirnya kamu ikut nenek? pasti kamu sangat marah, dan terpaksa menerima

Kamu taukan, kalau saudara kita banyak, keluarga kita juga tergolong keluarga yang kurang mampu. Diantara saudara kita, kamu yang paling sehat dan gemuk, sudah pasti donk orang itu memilih kamu. Jadi keputusan menitipkan kamu ke saudara itu bentuk kasih sayang orang tua kita, agar kamu bisa sekolah, bisa makan, bisa memakai baju bagus dan satu yang pasti jatah makanmu bisa dikasihkan ke adik bungsumu yang saat itu akan lahir.

Karena aku adalah kamu, kamu adalah aku, mari kita saling menguatkan mencoba berdamai dengan takdir Allah Swt ini, memaafkan semuanya, mendoakan nenek, ibu, ayah, dan teman-teman yang dulu pernah menyakitimu, memperbanyak syukur atas segala karunia-Nya. Lihatlah sekarang kamu sudah dewasa, menjadi wanita, istri dan ibu yang hebat buat keluargamu. Bersyukurlah memiliki suami yang sayang dan pengertian, memiliki anak secerdas Anaka dan memiliki anak setangguh Baraka. Mari kita sama-sama belajar memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, agar Allah Swt meridhoi keluarga kita dengan kebahagiaan, keharmonisan dan kejayaan yang berlimpah.

Jazaakumullaahu Khairan katsiro.. semoga tulisan ini bermanfaat dan Allah SWT selalu melindungi kita beserta keluarga. Aamiin 🤲🏻

Stay healty and stay happy ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 Salam dari kami,

 

 Keloarga Barokah 

             



                                              

Minggu, 23 Januari 2022

Keberanian yang Luar Biasa

 Bismillahhirohmannirohim💓

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarukatuh

Hari ini, Minggu tanggal 23 Januari 2022, Anaka melakukan vaksinasi Sinovac dosis kedua. Dosis pertama dilakukan pada tanggal 26 Desember 2021.  Vaksin kedua ini, Anaka bersikap tenang, berbeda saat vaksinasi dosis pertama. Link pendaftaran ulang untuk vaksinasi dosis kedua, kami dapat pada tanggal 17 Januari 2022, kami memberitahu ke Anaka bahwa akan ada jadwal vaksin dosis kedua bersama sepupunya. Anaka mengatakan bahwa dia siap dan tidak akan menangis seperti vaksis dosis pertama. Dan meminta setelah vaksin, ingin naik mobil-mobilan berbaterai yang ada di mall.😁

Pada pelaksanaan vaksinasi dosis pertama, Anaka sempat menangis saat akan screening suhu dan tensi darah. Anaka merasa takut dan menganggap kalau vaksin itu "sakit". Suasana yang sangat ramai mungkin juga mempengaruhi mood Anaka, karena vaksin dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan di Batam. Setelah kami memberi penjelasan bahwa itu hanya cek suhu seperti di tempat belanja dekat rumah, dan melihat teman-teman pada tenang tidak menangis, akhirnya Anaka mau screening suhu dan tensi darah. Proses pun berlanjut pada tahap berikutnya.

Kekhawatiran saya masih berlanjut, karena masih ada tahap penyuntikan dosis vaksin oleh tenaga kesehatan. Sambil mengantri, saya mencoba menenangkan Anaka dengan mengajaknya berbicara tentang hal kesukaannya yaitu " tenggelamnya kapal Titanic". Anaka antusias bercerita bagaimana kapal Titanic bisa tenggelam, dimana pusat tenggelamnya, siapa saja yang selamat dan keinginan Anaka untuk mengangkat kapal Titanic ke permukaan. Sampailah saat giliran Anaka tiba untuk disuntik vaksin. Saya pegang tangan Anaka sangat dingin sekali. Kemudian salah satu relawan Apindo yang baik hati membantu menenangkan sambil mengajaknya berbicara dan mengatur nafas untuk relax. Bersyukur sekali saat itu, Baraka juga tenang sambil makan cemilan ringan, dan kebetulan ayah Anaka belum kembali dari membeli air minum. Proses penyuntikan selesai, Anaka tidak menangis dan itu membuat saya sangat lega.

Meskipun hal ini sepele, keberhasilan kecil seperti ini sangat kami apresiasikan, kami mengucapkan terima kasih kepada Anaka atas keberaniannya yang luar biasa melakukan vaksinasi. Kegiatan ini kami masukkan dalam pendidikan karakter dan keterampilan personal karena berani mencoba hal baru. Sekarang Anaka sudah vaksin lengkap dan sudah bisa berkunjung ke rumah kakek, nenek, dan saudara-saudara yang ada di pulau Jawa. Terima kasih juga buat ayah Ratno, abi Ori, ummi Renita, abang Sakha dan tim relawan Apindo peduli yang mensuport keberhasilan pelaksanaan vaksin buat Anaka. Good job mas Anaka 😍

Jazaakumullaahu Khairan katsiro.. semoga tulisan ini bermanfaat dan Allah SWT selalu melindungi kita beserta keluarga. Aamiin 🤲🏻

Stay healty and stay happy ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 Salam dari kami,

 

 Keloarga Barokah 

 


Sabtu, 22 Januari 2022

Luka Lama yang Tertinggal

 Bismillahhirohmannirohim💓

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarukatuh

Inner child adalah sekumpulan peristiwa masa kecil yang baik atau buruk, dan membentuk kepribadian seseorang seperti sekarang ini. Ternyata saya mempunyai inner child yang terluka dan tanpa sadar mempengaruhi bagaimana saya mengambil keputusan dan merespon masalah. Tanda bahwa inner child saya terluka diantaranya ;    

  1. Saya sangat sulit untuk mengucapkan ‘tidak’ atau menolak orang lain, meskipun sebenarnya merasa tidak nyaman.
  2. Meragukan potensi didalam diri serta selalu membandingkan dengan orang lain.
  3. Sulit mengendalikan amarah, lebih mudah menangis, lebih senang menghindari konflik, atau pertengkaran.
  4. Sulit untuk meninggalkan comfort zone dan takut untuk menghadapi hal-hal baru.
  5. Senang menutup diri karena mereka merasa ketakutan ketika harus berhadapan dengan orang baru.

Saat kecil, saya merasa sendirian, takut dan sedih karena tidak adanya dukungan, perhatian ataupun bonding dari orang tua dan saudara yang menghasilkan perasaan tertinggal dan rasa takut ketika dewasa. Situasi ini terjadi, karena saya harus tinggal bersama nenek dari ayah sejak umur 8 sampai 15 tahun. Nenek saya adalah sosok yang keras dalam berbicara, sering marah dan selalu melarang saya untuk melakukan suatu hal, termasuk dalam bermain bebas bersama teman-teman sebaya. Selain hal itu, saat saya duduk dibangku sekolah dasar sampai sekolah tingkat menengah pertama, saya sering dibully dalam bentuk verbal oleh teman-teman. Bahkan sampai sekarang saya masih ingat nama-nama teman yang membully saya. Hal itu yang menjadikan saya tumbuh menjadi pribadi yang pemarah, tidak punya empati dan introvet. Mungkin ini juga salah satu faktor genetik anak saya menjadi ADHD.

Saat sekolah menengah atas, saya sudah kembali tinggal serumah bersama orang tua dan saudara-saudara saya, namun karakter yang sudah terbentuk seperti menjadi penghalang untuk menjalin komunikasi produktif dan bonding. Peran ayah dalam pengasuhan sangat sedikit sekali, dan ibu mengambil peran pengasuhan lebih banyak. Saya merasa tidak merasakan kenangan manis masa SMA, seperti indahnya jatuh cinta, memiliki sahabat karib, punya teman yang banyak, atau melakukan hal yang menyenangkan bersama teman. Saat itu, waktu saya habis untuk membantu orang tua mencari uang untuk biaya sekolah. 

Luka lama yang buruk memuncak saat saya melahirkan anak pertama, saya mengalami baby blues. Saat anak saya bisa dibawa pulang, saya merasa cemas, khawatir, tidak sabaran, mudah marah dan sering kali menangis tanpa alasan. Saya tidak tau harus berbuat apa dan kepada siapa harus bercerita, karena kami merantau jauh dari orang tua dan saudara. Saya tidak berani menggendong, memandikan bahkan mengalami kesulitan dalam memberikan ASI. Saya mengalami stress, sehingga ASI tidak keluar. Dan akhirnya anak harus dibantu dengan susu formula.

Sebagai orang tua, saya harus berdamai dengan inner child yang mungkin masih memiliki luka-luka yang belum sembuh. Luka-luka tersebut sering kali membuat “salah jalan” saat mengasuh anak. Saya ingin memutus rantai setan ini. Cukup sampai saya saja yang merasakan adanya inner child ini, dan berharap anak-anak bertumbuh kembang dengan baik seara fisik dan psikis.

 Proses berdamai dengan diri sendiri tidaklah mudah, pernah suatu ketika saya protes kepada ibu saya, kenapa saat kecil saya yang dititipkan ke nenek bukan saudara yang lain, saya juga mengatakan bagaimana takutnya saya saat nenek marah, bagaimana malu dan kecewa saat dibully teman-teman, saya butuh pelukan, saya butuh belaian, saya butuh perhatian dan dukungan. Dan tanpa saya sadari protes itu secara tidak langsung juga menyakiti hati ibu saya. Hal itu yang menjadikan saya untuk memilih berhenti kerja dan fokus mengasuh anak. 😢

Saat ini saya terus mencoba untuk berdamai dengan luka masa lalu dengan memaafkan orang-orang yang telah menyakiti saya, memahami, menyadari dan menerima bahwa saya pernah terluka, menulis surat untuk diri kecil saya, mengenal emosi dengan lebih baik, menyayangi diri sendiri dan orang lain, sehingga saya berharap dapat berkembang menjadi individu yang lebih baik. Karena sehat sebagai kondisi kesejahteraan keseluruhan yang meliputi fisik, mental, dan sosial, yang tidak terbatas pada kondisi bebas penyakit/kelemahan, untuk mencapai kondisi sehat seutuhnya, kita juga perlu menjaga kesehatan mental kita sebaik-baiknya.

Jazaakumullaahu Khairan katsiro.. semoga bermanfaat dan Allah SWT selalu melindungi kita beserta keluarga. Aamiin 🤲🏻

Stay healty and stay happy ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 Salam dari kami,

 

 Keloarga Barokah

 




 


Jumat, 21 Januari 2022

Sarapan pagi

 Bismillahhirohmannirohim💓

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarukatuh

30 menit sebelum jadwal tidur, biasanya kami melakukan "kruntelan", yaitu kegiatan berkumpul bersama ditempat tidur untuk mendengarkan cerita, merefleksikan kegiatan yang sudah dilakukan dan merencanakan kegiatan esok hari. Kemarin malam sebelum tidur, Anaka menyampaikan bahwa dia mau sarapan pagi dengan sosis goreng dan menggunakan tempat untuk bekal, sama seperti tempat bekal yang dibawa ayahnya ketika kerja. Nasi putih lengkap dengan sosis goreng dan tumis bayam wortel menjadi menu untuk sarapan pagi kami sekeluarga.

Dulu saat status saya masih menjadi karyawan diperusahaan swasta nasional, terkadang saya melupakan sarapan pagi dengan alasan terburu-buru karena menghindari jalanan yang macet dan terlambat masuk jam kerja. Akhirnya saya kurang fokus, mudah mengantuk, mood tidak stabil dan parahnya saya mengalami masalah dalam pencernaan atau greg. Sejak saat itu saya selalu membiasakan diri dan keluarga untuk sarapan pagi sebelum beraktivitas dan saya termasuk orang yang suka lapar saat menjelang subuh. Disaat waktu tersebut saya biasanya mengkonsumsi roti, buah pisang dan minum air putih hangat.

Menu sarapan pagi kami tidaklah istimewa, karena saya termasuk wanita yang tidak pandai memasak atau mengkreasikan menu-menu menjadi makanan yang super woww. Karbohidrat, sayur dan protein selalu menjadi menu sarapan kami. Terpenting energi terpenuhi di pagi hari untuk melakukan aktivitas supaya tidak oleng..he..hee..hee. Menu sarapan kami biasanya ;

  1. Nasi putih + ayam/tahu/tempe goreng + sayuran + air putih 
  2. Roti tawar + telur dadar + selada/tomat + susu
  3. Nasi goreng + telur dadar + buah + air putih
  4. Mie goreng + telur orak-arik + buah + air putih
  5. Nasi kuning/ lemak + telur dadar + buah + air putih
  6. Sereal + susu + buah

Saya membiasakan diri untuk memasak menu sarapan pagi dan melakukan sarapan bersama sekitar pukul 07.00-07.30 WIB, sebelum jadwal suami berangkat kerja. Untuk buah yang selalu tersedia biasanya pisang, semangka dan melon. Banyak manfaat yang saya rasakan sejak rutin sarapan pagi, diantaranya;

  1. Lebih fokus dan produktif dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan membersamai anak-anak dalam beraktivitas.
  2. Berat badan stabil, karena dengan sarapan, saya tidak terlalu lapar pada siang hari, sehingga keinginan mengkonsumsi makanan yang berlebih pada siang hari bisa dihindari.
  3. Meningkatkan mood, karena perut kenyang, sehingga suasana hati lebih baik dan stress di pagi hari dapat diatasi.
  4. Semakin sehat, karena sistem pencernaan mulai membaik, sehingga sakit maag jarang kambuh.

Ternyata banyak manfaat sarapan pagi yang bisa saya dapatkan, sebisa mungkin saya akan berusaha untuk tidak melewatkan pagi tanpa mengonsumsi makanan bergizi. Percayalah, hari Anda akan lebih baik jika membiasakan diri untuk sarapan di pagi hari. 😍

Jazaakumullaahu Khairan katsiro.. semoga bermanfaat dan Allah SWT selalu melindungi kita beserta keluarga. Aamiin 🤲🏻

Stay healty and stay happy ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 Salam dari kami,

 

 Keloarga Barokah


 


Kamis, 20 Januari 2022

Anakku ADHD

 Bismillahhirohmannirohim

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarukatuh

Chendykia Anaka Wicaksono, itulah nama anak pertama kami, yang saat ini berusia 9 tahun pada tanggal 06 Januari 2022. Kami berharap Anaka kelak menjadi anak yang cerdas, pandai dan bijaksana. Saat usia Anaka 4 tahun, kami merasa bahwa Anaka itu berbeda dengan anak lain yang seusianya, baik dalam pertumbuhan dan perkembangan. Saat itu, kami berkeinginan memasukkan Anaka ke sekolah setingkat PAUD, dengan tujuan untuk mengajarkan keberanian dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Asumsi kami semakin kuat, saat kepala sekolah menyampaikan hasil tes masuk sekolah melalui wawancara dan berinteraksi langsung dengan Anaka. Pada saat itu, kami hanya mengetahui bahwa Anaka mengalami gangguan dalam emosional  dan menunda untuk menyekolahkan Anaka di usia dini.

Akhirnya pada bulan Maret 2021, kami membawa Anaka ke salah satu klinik tumbuh kembang yang ada di Batam. Setelah melakukan wawancara yang melibatkan orang tua dan anak serta  mengamati langsung perilaku Anak, psikiater mendiagnosa kalau Anaka adalah anak ADHD. Ternyata anak ADHD dan autisme sama-sama memiliki masalah perilaku dan hubungan dengan orang lain, namun perbedaannya terletak dalam hal perhatian, interaksi sosial dan kebiasaan.

ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder adalah gangguan perkembangan syaraf yang menyebabkan anak sulit memusatkan perhatian, perhatiaan mudah teralih, impulsif dan hiperaktif. Penelitian menunjukkan adanya pengurangan volume pada beberapa bagian otak penderita anak ADHD bila dibandingkan dengan bukan penderita ADHD. Selain masalah volume otak, penderita ADHD juga mengalami gangguan pada regulasi zat-zat kimia di otak. Penderita ADHD memiliki gangguan dalam menghambat respon, sehingga cenderung sulit untuk menghentikan responnya terhadap sesuatu.

Penyebab ADHD pada Anaka kemungkinan karena faktor genetik (bisa dari ibu, ayah, kakek dan nenek). Namun yang sudah pasti karena risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Seperti yang sudah saya tulis dalam blog yang berjudul "ROP pada anakku". Setelah kami melakukan survei lebih mendalam, Anaka termasuk jenis ADHD yang inatensi, dengan tanda-tanda sebagai berikut :

  1. Kesulitan fokus atau konsentrasi
  2. Mudah terpancing emosi atau marah
  3. Mudah terdistraksi
  4. Tidak suka suara bising atau ribut
  5. Sulit menyelesaikan aktivitas atau tugas
  6. Tidak mengikuti arahan
  7. Sering kehilangan barang, padahal dia sendiri yang meletakkan/menyimpan
  8. Ceroboh kurang memperhatikan hal detail
  9. Kesulitan dalam berhitung
  10. Tidak suka menulis 
  11. Seperti tidak mendengarkan lawan bicara

Setelah melihat tanda diatas, kami disarankan untuk konsultasi ke dokter spesialis kesehatan jiwa. Pada bulan April 2021, kami konsultasi dengan salah satu dokter spesialis kesehatan jiwa yang ada di salah satu rumah sakit di Batam. Kemudian diresepkan dua jenis obat yaitu phohiper dan ability untuk membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus. Namun obat-obatan hanya membantu Anaka dalam belajar dan beraktivitas. Selain mengkonsumsi obat, kami juga mengubah pola pengasuhan dengan :

  1. Membuat jadwal harian yang jelas
  2. Mempertahankan kegiatan rutinitas
  3. Menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami dan mencontohkan
  4. Fokus saat berbicara pada Anaka
  5. Mengenalkan dan mengelola berbagai emosi dengan mencontohkan bersikap tenang
  6. Menerapkan konsekuensi untuk melatih disiplin
  7. Perbanyak waktu mengobrol

Sebenarnya tidak mudah, terutama dalam hal mengelola emosi. Kami masih terus belajar untuk membersamai tumbuh kembang Anaka. Dan satu hal yang kami syukuri adalah memiliki anak ADHD adalah sebuah Anugerah dari Allah SWT .

Jazaakumullaahu Khairan katsiro.. semoga Allah SWT selalu melindungi kita dan keluarga semua. Aamiin 🤲🏻

Selalulah sehat dan bahagia ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 Salam dari kami,

 

 Keloarga Barokah 

 


 



Rabu, 19 Januari 2022

Cerita awal Homeschooling kami

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaikum Warahmatullahhi Wabarokatuh

Ini adalah tulisan pertama di tahun 2022, dan merupakan tulisan ke dua di blog saya sejak tahun 2017. Cukup lama ternyata blog ini saya anggurin. Tulisan ini saya dedikasikan untuk melatih keterampilan literasi dan memenuhi tantangan dari KLIP. KLIP adalah Kelas Literasi Ibu Profesional. KLIP merupakan bagian dari komunitas Ibu Profesional. Alhamdulilah, saya bergabung menjadi member Ibu Profesional Batam sejak tahun 2018.

Homeschooling....ya, saat ini kami memilih mengambil peran langsung pendidikan anak-anak.

Bulan Februari 2021, kami mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari sekolah swasta berbasis islam di Batam untuk anak pertama kami yang pada saat itu ada dijenjang kelas 2 Sekolah Dasar. Ketidaknyamanan anak dalam menuntut ilmu di lembaga sekolah menjadi alasan kami untuk memilih jalur ini. Sebelum memilih jalur homeshooling, kami sudah mencoba mencari sekolah lainnya, tetapi kembali lagi ke anak kalau dia tidak mau dan memilih sekolah dirumah bersama ibu. Keputusan awal memilih homeschooling di masa pandemic, masih belum mendapatkan banyak pertanyaan dari saudara atau teman karena sekolah masih dilakukan secara daring.

Pengalaman kami di dunia homeschooling belum ada sama sekali, dan kami tetap nekat untuk memilih jalur ini. Langkah pertama yang kami ambil adalah mengikuti kelas coaching homeschooling dari rumah inspirasi punya Pak Aar dan Bu Lala. Dengan memilih kelas coaching, kami bisa mengakses kelas lengkap serta masuk group coaching yang dibimbing langsung dengan Pak Aar dan Bu Lala serta bisa mengikuti semua webinar. Kelas coaching yang kami ikuti akan berakhir pada bulan Januari 2022,  kami berencana untuk mengikuti coaching lanjutan.

Sambil memahami materi dari rumah inspirasi, kami juga mendaftarkan Anaka ke PKBM. PKBM yang kami pilih adalah PKBM Piwulang Becik yang ada di kota Salatiga. Kami memilih PKBM ini, karena PKBM membuat kontrak belajar dan memberi leluasa tentang sistem belajar yang bebas, hal lainnya adalah tersedianya banyak student clubs. Student clubs bersifat tidak wajib dan anak bebas memilih ingin mengikuti berapa banyak student clubs. Tidak banyak student clubs yang diikuti oleh Anaka, dia hanya memilih SC Book clubs, Apple English Class dan Coding.

Selain mengerjakan setara daring dan mengikuti student clubs, kami mulai membiasakan kebiasaan baik dari mulai kegiatan bangun pagi, minum air putih, pratical life, rutin jalan pagi atau sore, membuat prakarya dengan memakai kardus, melakukan project-project kecil dan membuat jadwal harian Anaka. Semua dibuat sesuai dengan kesepakatan antara orang tua dan anak.

Sudah hampir satu tahun, kami menjalani homeschooling, ada banyak tantangan yang kami hadapi. Tantangan yang super woww adalah saat membuat portofolio untuk disetor ke PKBM dan membuat dokumentasi serta merefleksikan kegiatan homeschooling selama tahun 2021. Sedangkan hal yang paling berkesan adalah kami selalu bertumbuh bersama, belajar bersama,  menurunkan ekspetasi, mengapresiasikan keberhasilan sekecil apapun dan mengobrol sepanjang waktu.

Demikian cerita awal proses homeschooling keluarga kami.

Jazaakumullaahu Khairan katsiro.. semoga Allah SWT selalu melindungi kita dan keluarga semua. Aamiin 🤲🏻

Selalulah sehat dan bahagia ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 

Salam dari kami,

 

 Keloarga Barokah




 


Bunda Mendongeng Hari 14_Makanan Kesukaan Bo

  Alhamdulillah hirobbil alamin, Sampai juga pada tantangan hari empat belas. Cerita dongeng hari ini menceritakan tentang makanan kesukaan ...