Senin, 30 September 2024

Membaca Nyaring (Zona 6 hari ke-12)

 


Alhamdulillah 'ala Kulli Hal..

Hari ini, Senin, 30 September 2024, si sulung ada jadwal konsultasi ke poli rehab medik dan jadwal terapi. Sudah di pastikan akan banyak waktu di rumah sakit dan kembali pulang ke rumah dalam keadaan letih, lelah dan sampai petang. Sehingga sebelum berangkat, saya meminta si bungsu untuk membawa sebuah buku yang paling dia sukai. Akhirnya dia memilih buku komik sains plants vs zombies seri tanggap bencana (buku koleksi si sulung).

Sambil menunggu bus transbatam lewat, Baraka bersama kakaknya menghitung jumlah mobil dump truck yang lewat. Ada 6 dump truck yang berwarna kuning, dan 2 dump truck warna putih. Baraka bisa menjumlahkan total dump truck yang lewat ada 8. Ketika di rumah sakit, menanti antrian dokter, saya membacakan komik untuk Baraka. Baraka memilih judul komik yang ingin dibacakan. Bagian yang Baraka pilih adalah tentang terjadinya kebakaran hutan dan gempa bumi. Akhir-akhir ini memang Baraka sangat suka sekali bermain api dalam sekali kecil dan bermain tanah. Dia penasaran api bisa membakar apa saja, kenapa bisa ada asap, abu, arang dan warna hitam atau gosong. 

Saat saya membacakan komik, bila ada angka dalam teks, saya menyoba bertanya kepadanya. Baraka dapat menyebutkan angka dengan tepat. Dia juga bisa menyebutkan huruf apa saja dalam sebuah kata. Selain itu, dia juga bisa memahami arti ekspresi dari gambar yang ada dalam komik tersebut.

Melalui aktivitas ini, saya mengamati bahwa Baraka bisa membangun imajinasi baru melalui gambar yang ada di dalam komik. Menyampaikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan bencana kebakaran dan gempa bumi. Baraka juga bisa memahami konteks cerita, bertambah perbendaharaan kata dan mengerti istilah baru. Serta membiasakan untuk melihat, mendengar dan berbicara dengan baik.

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang 
#InstitutIbuProfesional 
#KeterampilanLiterasidanNumerasi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024

Minggu, 29 September 2024

Menambahkan Pola Sayap Kupu-Kupu (Zona 6 Hari ke-11)


Stimulasi keterampilan literasi Numerasi untuk hari ini adalah mengajarkan Baraka tentang konsep matematika dasar yaitu penjumlahan bilangan 1-10. Kegiatan belajarnya masih menggunakan benda konkret yaitu biji pohon saga dan gambar kupu-kupu yang sayapnya diberi pola berbentuk lingkaran.

Ada 6 gambar kupu-kupu yang sudah saya buat dengan menggunakan kertas origami agar kelihatan menarik. Setiap masing-masing sayap pada kupu-kupu, saya beri pola lingkaran yang jumlahnya berbeda antara sayap kiri dan kanan. Baraka akan menghitung jumlah pola pada masing-masing sayap dengan menggunakan biji pohon saga lalu diletakkan pada pola lingkaran. Hasil dari jumlah sayap kiri dan sayap kanan akan Baraka tulis pada badan kupu-kupu.

Saat melakukan kegiatan ini, Baraka sangat antusias. Baraka mulai mengerti bahwa konsep penjumlahan adalah dengan menggabungkan dua angka. Baraka juga belajar mengingat, berpikir realitis, mengenal bilangan, mengambil, meletakkan biji saga dengan teliti dan rinci. Pada kegiatan hari ini, saya mulai mengajarkan Baraka berhitung dengan metode jarimatika yang ditemukan Ibu Septi Peni Wulandari. Tahap awal saya hanya mengenalkan angka satuan yaitu 1-9 dengan menggunakan tangan kiri. Dengan melakukan tiga kali praktek, Baraka juga bisa mengikuti dan mengingat simbol jarinya.  Metode ini dulu saya gunakan juga kepada si sulung yang kesulitan belajar matematika dasar. Hasilnya sangat luar biasa sekali. 😍

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang 
#InstitutIbuProfesional 
#KeterampilanLiterasidanNumerasi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024



Jumat, 27 September 2024

Asyiknya Mengukur(Zona 6 hari ke-10)

 


Kegiatan hari ini adalah mengenalkan Baraka tentang kosep pengukuran sederhana dengan menggunakan pita meteran. Hal ini bermaksud supaya Baraka dapat membandingkan panjang suatu benda dengan benda yang lain.  Benda yang akan diukur merupakan benda yang nyata, seperti kardus, meja, majalah bobo dan kertas origami. Baraka sangat fokus dan antusias melakukannya.

Pertama-tama, Baraka mengukur panjang kardus, lalu panjang meja belajar, panjang majalah bobo, dan kertas origami. Saya menggambarkan semua benda tadi dan menuliskan nama pada kertas. Baraka menuliskan panjang benda sesuai dengan angka yang tertera pada pita meteran. Saat mengukur, Baraka juga menghitung menyebutkan angka dari satu sampai angka akhir sesuai panjang benda. Ternyata kemampuan berhitungnya sudah sampai angka 1-20, masuk ke angka 21 penyebutannya masih "Dua satu" kemudian  saya perbaiki pengucapannya " Dua Puluh Satu" akhirnya Baraka mengerti dan bisa menirukan dengan benar sampai angka 50.

Saat melakukan permainan ini, saya mengamati bahwa Baraka sudah mengetahui bahwa pita meteran merupakan alat ukur panjang, mampu menghitung secara urut, menuliskan angka hasil pengukuran, menuliskan nama dan tanggal hari ini, mengeja semua huruf yang saya tuliskan, bisa menyebutkan bentuk benda yang diukur dan membandingkan panjang benda berdasarkan hasil pengukuran serta konsentrasi semakin fokus.

Ternyata begitu menarik, belajar mengukur benda disekitar dengan alat sederhana. Hal ini tentukanya dapat menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan. Sampai bertemu esok hari dengan kegiatan keterampilan literasi numerasi yang lain nya...

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang 
#InstitutIbuProfesional 
#KeterampilanLiterasidanNumerasi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024


Kamis, 26 September 2024

Nilai Uang dan Harga Barang (Zona 6 Hari ke-9)

 


Permainan hari ini berkaitan dengan jual-beli yang melibatkan pertukaran uang dengan barang. Uang yang digunakan adalah uang koin dengan nominal Rp.100, Rp.200, Rp.500 & Rp.1.000. Sedangkan barang yang digunakan adalah buah pepaya, pisang, perkedel tahu dan teh manis. Diawal permainan, saya mengenalkan nilai uang yang tertera kepada Baraka. Melalui permainan ini, Baraka mengetahui dasar-dasar belanja bahwa dia harus membayar uang untuk membeli barang sekaligus mengenal nilai uang koin yang berbeda-beda.

Dalam permainan ini, saya menjelaskan bahwa setiap barang memiliki harga, seperti 1 gelas teh kecil harganya Rp.1.000, 1 pisang harganya Rp.500, 1 perkedel harganya Rp.500 dan 2 potong pepaya harganya Rp.500. Baraka mulai memahami harga barang dan menentukan uang untuk membayar.

Diantara nilai uang koin yang saya ajarkan, Baraka kesusahan mengucapkan "seribu". Dia menyebutnya "satu ribu". Ketika saya meminta untuk mencarikan uang dengan nilai 100/200/500/1.000, Baraka bisa mengambilnya dengan benar. Saya juga menerangkan bahwa 2 koin uang Rp.500 nilai nya sama dengan 1 koin uang Rp.1000. 

Saat melakukan permainan ini, saya juga menjelaskan bagaimana mendapatkan uang. Spontan dia menjawab "Dari ATM kan mo."😀. Saya menceritakan bahwa ayahnya akan bekerja, lalu akan diberi uang melalui ATM. Dengan uang itu akan bisa membeli mainan dan kebutuhan lainnya.

Terima kasih,

Novia Hnatriyati_IP Batam

#BundaSayang 
#InstitutIbuProfesional 
#KeterampilanLiterasidanNumerasi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024

Bermain Flip Card (Zona 6 Hari ke-8)

 

Hari ini, kegiatan stimulasi keterampilan literasi numerasi dengan menggunakan kartu flip card. Sambil menunggu si sulung les renang, saya dan Baraka memainkan kartu ini. Permainannya sangat mudah sekali. Pertama kartu dikocok seperti permainan uno, kemudian dibagi. Masing-masing pemain mendapatkan 5 kartu (Baraka menghitung jumlah kartu yang diberikan). Ambil satu kartu yang tersisa dan letakkan di tengah-tengah. Kartu yang sudah dibagi, dibuka lalu matchingkan gambar dengan kartu yang ditengah. Saat mengetahui gambar yang sama, pencet bel (karena belnya rusak, kami bilang "ting/tetot" sebagai pengganti bel). Kemudian menyebutkan benda apa yang sama diantara dua kartu. Permainan berlanjut sampai kartu yang dibagi habis. Pemenangnya adalah yang duluan menghabiskan kartu.

Saat bermain permainan ini, selain Baraka menghitung kartu yang dibagi, dia juga menghitung jumlah gambar yang terdapat di dalam kartu. Menyebutkan nama gambar yang sama, serta menyebutkan awalan hurufnya. Misalnya yang sama adalah gambar gunting, huruf awalnya "g". Dengan cara ini, ternyata Baraka juga mengenal huruf.

Selama melakukan permainan ini, Baraka berlatih konsentrasi, daya ingat, kemampuan berbicara, menghafal kosakata, berlatih kecepatan dan ketepatan, serta menstimulasi pemahanan tentang makna suatu kata secara visual. Dan tentu bonding semakin terjalin lebih dekat.

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang 
#InstitutIbuProfesional 
#KeterampilanLiterasidanNumerasi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024


Selasa, 24 September 2024

Menghitung Dot Pada Angka (Zona 6 Hari ke-7)

 


Kegiatan stimulasi keterampilan literasi numerasi hari ini, Baraka bermain menghitung jumlah dot yang membentuk sebuah angka. Awalnya saya membuat bulatan kecil/dot yang membentuk angka 1-10. Kemudian Baraka menghitung jumlah dot nya sambil mewarnai dengan menggunakan cotton bud yang sudah diberi cat air. Setelah mengetahui berapa jumlah dot tersebut, Baraka akan menuliskan lambang bilangannya. Tujuan penulisan angka sebenarnya untuk mengetahui seberapa paham Baraka akan bentuk sebuah angka. Ternyata dia sudah paham akan bentuk angka.

Ketika menghitung jumlah dot, penyebutan angka 13 selalu dilompatin. setelah menyebut angka 12, langsung menyebut angka 14, 15 seterusnya berurutan sampai angka 20. Angka 20 keatas, Baraka belum tahu penyebutannya. Baraka juga menuliskan tanggal hari ini, dia melihat kalender yang tergantung di dinding. Untuk pemahanan nama dan urutan bulan, Baraka juga belum mengetahui. Baraka juga bisa menuliskan huruf yang merangkai nama dirinya. Saya hanya menyebutkan hurufnya, dia akan menuliskan sendiri.

Saat melakukan aktivitas ini, Baraka berhati-hati dan teliti menghitung dan memberi warna. Baraka dapat memutuskan sendiri warna apa yang akan dia pakai agar hasilnya menarik dan indah. Penggunaan cotton bud ternyata dapat melatih aspek perkembangan motorik halus, merangsang perkembangan kognitif dan sosial emosional Baraka. 

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang 
#InstitutIbuProfesional 
#KeterampilanLiterasidanNumerasi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024


Tea Time (Zona 6 Hari ke-6)

 



Sejak pagi, cuaca Batam sudah mendung. Menuju siang hujan turun dengan deras sekali disertai petir yang cukup membuat jantungan. Setelah anak-anak berkegiatan pagi hingga bagda sholat dzuhur, jam istirahat siang saya majukan. Biasanya jika tidak ada kegiatan ke luar rumah, jam tidur siangnya pukul 2 siang. Hari ini lebih awal yaitu pukul 1 siang, setelah mereka menikmati makan siang dengan menu sayur lodeh, perkedel tahu dan telur dadar. Menu sederhana kesukaan mereka.😍

Cuaca sore terasa sejuk, setelah hujan reda. Setelah bangun, mandi sore, dan sholat ashar, sambil menunggu jadwal tahfiz sore, kami melakukan tea time sambil menikmati cemilan donat gula. Saya sampaikan kepada Baraka, urutan membuat teh. Proses pembuatan teh dilakukan oleh Baraka. Saya hanya membantu saat menuangkan air panas dari termos ke dalam teko. Baraka mampu melakukan semuanya sesuai intruksi yang sudah saya berikut sesuai urutannya. Menuangkan air panas ke teko, mengambil 1 teh celup dan memasukkan ke dalam teko, memberi 3 sendok makan gula, mengaduknya dan sabar menunggu 3-5 menit agar teh jadi dan siap di minum. (Saat menunggu teh jadi, Baraka memakai timer dari aplikasi HP)

Sambil menunggu teh siap, Baraka menghitung jumlah donat yang ada. Ketika saya membagi 1 donat menjadi 2 sama besar dan meletakkan sejajar dengan 1 donat yang utuh, Baraka bisa menunjukkan donat mana yang besar. Saya juga menjelaskan bahwa 1 donat utuh jika dibagi sama besar akan menjadi lebih sedikit atau kecil, namanya donat separuh atau setengah. Baraka juga mengamati perubahan air setelah di beri teh celup. Timbul pertanyaan "Kenapa warnanya berubah jadi coklat mo?" saya hanya menjawab" Warna coklat berasal dari teh celup yang tadi dimasukkan." Jika saya menjelaskan perubahan akibat proses oksidasi, tentunya Baraka belum memahaminya 😊

Hal baik yang saya dapatkan saat tea time ini yaitu keterampilan kemandirian semakin terasah, bahkan dia ingin membuatkan teh untuk ayahnya jika sudah pulang kerja. Baraka kelihatan riang dan berbinar ketika bisa berhasil membuat teh sendiri. Momen sederhana seperti ini adalah waktu yang istimewa bersama anak-anak. Selain mereka akan menyukai teh manis dan kue donat, tetapi mereka akan menikmati perhatian dan percakapan saat pesta teh ini.

https://www.instagram.com/reel/DASYjCbyBV4/?igsh=YnNyeG94MjVvanJu

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang 
#InstitutIbuProfesional 
#KeterampilanLiterasidanNumerasi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024



Senin, 23 September 2024

Mengumpulkan Biji Pohon Saga (Zona 6 Hari ke-5)

 

Stimulasi kerampilan literasi numerasi hari ini untuk Baraka adalah dengan memanfaatkan bahan alam lagi yaitu biji pohon saga. Hari ini ada jadwal terapi si sulung ke rumah sakit, setelah selesai terapi hujan turun sangat deras sehingga kami memutuskan untuk menunggu hujan reda. Tentu saja waktunya kembali ke rumah menjelang magrib. 

Setelah hujan turun, kami berjalan ke halte depan rumah sakit untuk naik transbatam. Di sekitaran halte banyak terdapat pohon saga yang bijinya berwarna merah kecil-kecil tersebar banyak sekali di bawahnya. Sambil menunggu bus transbatam datang, saya memberi tantangan kepada anak-anak untuk mengumulkan biji pohon saga. Saat hitungan dimulai, mereka berdua langsung berlomba mengumpulkan sebanyak-banyaknya biji. Setelah dikumpulkan dan dihitung ternyata si sulung bisa mengumpulkan 40 biji, sedangkan si bungsu 15 biji. 

Saat melakukan permainan ini, Baraka bisa berhitung dengan berurutan angka 1 sampai dengan 15, hanya saja saat menyebutkan angka 11, dia menyebutnya "Satu belas" 😃. Setelah diperbaiki cara menyebutnya, Baraka menghitung kembali dengan benar. Baraka juga paham, biji yang dikumpulkan kakaknya lebih banyak dari pada biji yang dia kumpulkan. Jumlah 40 lebih banyak dari pada jumlah 15. Biji kami bawa pulang untuk ide bermain lainnya.

Ketika berada di dalam bus, kakaknya mengajak Baraka bermain menyebutkan huruf awal dari benda-benda yang ada di dalam bus. "Klakson bunyinya seperti apa dek? huruf depannya apa?", lalu adiknya menjawab " bunyinya tin..tin..bib..bib...huruf K". Begitu juga untuk benda lainnya seperti kursi, baju penumpang, baju driver, apar, palu dll. Jika Baraka kesulitan, kakaknya akan membantu.

Hal yang saya dapat dari kegiatan hari ini yaitu mengajarkan literasi numerasi tidak harus dengan perencanan yang matang dan alat peraga yang mahal. Ide spontan seperti kegiatan hari ini menurut saya lebih memudahkan Baraka untuk memahami dan membuat lebih berbahagia.

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang 
#InstitutIbuProfesional 
#KeterampilanLiterasidanNumerasi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024

Minggu, 22 September 2024

Pengenalan Angka Melalui Gerak dan Lagu (Zona 6 Hari ke-4)

 


Alhamdulilah, hari ini rasanya begitu bersemangat dan full energi. Memulai hari dengan bersyukur atas nikmat kesehatan dan rejeki yang sudah Allah SWT limpahkan. Sabtu sore saya memutuskan mengisi link untuk mengikuti kegiatan kopdar Perayaan Hari Kemerdekaan HUT RI ke-79 IP Batam, yang sebelumnya di Minggu pagi ada agenda untuk membuat laporan Posyandu. Bersyukur sekali kader yang lain setuju untuk menggeser agenda di malam hari setelah bagda magrib. 


Hari ini, Baraka ikut ke acara kopdar. Saat acara, ada kegiatan penyemangat berupa pengenalan angka melalui gerak dan lagu yang dipimpin oleh panitia yaitu mbak Shanti. Walaupun Baraka masih bingung untuk mengikuti gerakannya, tetapi dia ikut bergerak dan bersenandung. Ada juga penyampaian sambutan dari sekreg IP Batam yaitu ummi Rizky terkait literasi yaitu menumbuhkan cinta membaca kepada anak-anak sejak usia dini.

Ada juga perlombaan untuk anak-anak yaitu lomba kelereng dan lomba memasukkan paku dalam botol. Namun Baraka belum tertarik untuk mengikuti perlombaan tersebut. Baraka asyik menggali tanah, mencari ranting-ranting kecil yang akan digunakan membuat pagar untuk membatasi lubang yang dia buat. Saat membuat pagar, saya mencoba bertanya ada berapa ranting pohon yang dia gunakan, dengan semangat Baraka mengitung banyaknya ranting ternyata ada 13. Setiap ranting yang dia temukan ada yang panjang, ada yang pendek, ada yang kecil dan ada yang besar. Baraka juga bisa membedakan dan mengelompokkan ranting yang kecil, besar, panjang dan pendek. (Ini tidak ke foto, karena HP di dalam tas).😀

Selain bermain tanah, Baraka juga berimajinasi untuk memancing ikan. Kebetulan tempat titik kumpul ada saluran air yang kecil. Baraka meminta untuk dibuatkan pancing. Saya menyuruhnya untuk mengambil 1 ranting paling panjang dan besar yang dia gunakan untuk membuat pagar, 1 plastik, dan 5 karet gelang. Ternyata Baraka bisa mengambil semua benda yang saya sebutkan tadi dengan jumlah yang benar untuk membuat alat memancing. (Bisa di foto, beruntung tidak boleh dibuang karena mau Baraka tunjukkan kepada ayah dan kakaknya)😊

Hal yang saya dapat untuk kegiatan hari ini...saya bahagia bisa berjumpa dengan member IP batam dan tentunya berjumpa dengan sobatualang di kelas bunsay batch 9. Ada mbak Amy, mbak Anin, mbak Shanti, mbak Silvia, sedangkan mbak Dina karena anaknya sakit dan mbak Dwita ada keperluan sehingga tidak bisa hadir  di acara kopdar. Baraka pun saya lihat, dia happy banget bisa bermain dan berani bertemu dengan orang baru.

Terima kasih,


Novia Hantriyati _IP Batam

#BundaSayang 
#InstitutIbuProfesional 
#KeterampilanLiterasidanNumerasi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024

 

Sabtu, 21 September 2024

Gerbong Mana yang Isinya Banyak? (Zona 6 Hari ke-3)

 


Bismillah...rencana awalnya main hari ini adalah bersepeda keliling sambil mencari daun atau bunga atau ranting atau batu (benda alam lainnya) yang akan digunakan untuk benda nyata dalam menstimulasi keterampilan literasi numerasi Baraka. Namun, qodarullah ada berita lelayu, bahwa salah satu warga perumahan ada yang meninggal dunia, sehingga saya membantu mencari bunga untuk dironce dan memimpin membaca surat yasin hingga menjelang sholat dzuhur.

Jadi..main hari ini kembali di rumah saja 😃dengan menggunakan wooden blok, kertas, angka, pena atau pensil. Keterampilan literasi numerasi yang akan distimulus adakah konsep banyak atau sedikit. Cara bermainnya sangat sederhana yaitu, membuat bentuk sesuai alat peraga yang akan digunakan untuk bermain (saya membuat persegi panjang) sesuai bentuk wooden blok. Lalu warnai kotak sesuai warna wooden blok (Merah, putih, kuning, biru, hijau, dan hitam). Baraka mencari wooden blok sesuai dengan warna gambar yang sudah dibuat dan menyusun berjejer,  menurut Baraka, ini seperti gerbong kereta api.😀

Setelah tersusun berdasarkan warna, Baraka akan menghitung, mencari angka kemudian menuliskan jumlahnya. Baraka mengetahui jika gerbong merah yang paling banyak yaitu berjumlah tujuh, sedangkan gerbong yang paling sedikit adalah warna kuning yang berjumlah tiga. Gerbong dengan jumlah yang sama yaitu warna putih dan hijau yaitu enam. Baraka memahami bahwa tujuh lebih banyak dari angka enam, lima, empat, dan tiga.

Saat bermain, saya mengamati bahwa Baraka semakin lancar dalam berhitung secara berurut. Mampu mencari angka sesuai dengan jumlah gerbong dan juga bisa menuliskan kembali. Mampu memahami bahwa urutan angka dimulai dari angka kecil menuju angka besar. Saya masih mengenalkan konsep pengenalan bilangan untuk angka 1-10 secara berulang melalui permainan dengan menggunakan benda nyata yang tersedia di rumah. Semakin jelas mengucapkan kata "persegi panjang" saat ditanya apa bentuk wooden blok nya. Biasanya Baraka agak belibet dan terbiasa menggunakan kata "rectangle".

https://www.instagram.com/reel/DAK2ZvNSFa_/?igsh=N2YxN3cwcmMzZncy

Terima kasih,


Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang 
#InstitutIbuProfesional 
#KeterampilanLiterasidanNumerasi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024



Jumat, 20 September 2024

Menghitung Duri Landak (Zona 6 Hari ke-2)

 



Kegiatan stimulasi keterampilan numerasi hari ke-dua ini adalah bermain menghitung duri landak. Karena plastisin yang tersedia hanya warna merah, dan sekaligus saya kesulitan untuk membuat bentuk hewan landak, jadinya dibikin bulat-bulat saja (anggap saja landaknya sedang tidur) 😀

Permainan ini hanya membutuhkan plastisin, tusuk gigi, dan angka. Sangat mudah sekali didapatkan. Pertama-tama plastisin dibuat berbentuk lingkaran kecil-kecil. Baraka antusias sekali saat membuat lingkaran yang berjumlah 10. Kemudian disusun seperti membentuk sebuah smile, sebenarnya konsep awalnya mau mengenalkan setengah lingkaran, ehhh tapi Baraka menyeletuk "Seperti smile ya mo." Nah akhirnya masuk ke tujuan awal yaitu setengah lingkaran itu seperti smile 😊.

Setelah berbentuk setengah lingkaran, angka diletakkan di bawah plastisin. Baraka mengambil dan menyebutkan berapa banyak tusukan gigi dan menancapkanya di dalam plastisin dimulai dari angka 1 sampai angka 10. Angka diletakkan supaya Baraka mengenal dan memahami bentuk angka.

Permainan ini sangat menyenangkan untuk Baraka, dia sangat interaktif sekali. Saya mengamati, saat menancapkan tusuk gigi, Baraka akan berhati-hati agar tidak tertusuk ujung tusuk gigi. Padahal kedua sisi sudah saya gunting agar tumpul. Mungkin masih terbayang bentuk tusuk gigi yang kedua ujungnya runcing. Baraka juga mampu menghitung dan menyebutkan angka secara berurutan di mulai dari angka 1-10. Kemampuan dalam memahami urutan dan aturan main juga semakin meningkat. Baraka juga dapat menyebutkan bentuk dasar geometri yaitu plastisin berbentuk bulat seperti lingkaran yang diibaratkan hewan landak, tusuk gigi berbentuk panjang dan runcing serta setengah lingkaran seperti bentuk smile.

Ini keseruan main kami..👇

https://www.instagram.com/reel/DAIDuZqyT2P/?igsh=MXNraTRhazZzNXNnZQ==

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang 
#InstitutIbuProfesional 
#KeterampilanLiterasidanNumerasi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024

Kamis, 19 September 2024

Berjualan Biskuit (Zona 6 Hari ke-1)

 


Tema zona 6 kelas bunsay batch 9 ini adalah Keterampilan Literasi Numerasi. Setelah menyimak materi dan QnA yang disampaikan langsung oleh Ibu Septi (Founder IP) ternyata sangat penting sekali keterampilan literasi numerasi untuk masa depan anak-anak dalam menghadapi perkembangan zaman, mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, berwawasan luas serta kepekaan dalam membaca dan mengolah data. 

Hari pertama tantangan ini, saya dan si bungsu (Baraka/4 th) bermain pretend "penjual dan pembeli". Si bungsu menjadi penjual, saya pembeli. Dalam permainan ini, kami belum menggunakan uang mainan sebagai alat pertukaran. Saya menstimulus Baraka untuk mengenal angka 1-5 dan bentuk geometri dasar (persegi panjang, lingkaran dan segitiga) dengan menggunakan benda konkret yaitu biskuit. Saat si bungsu menjual biskuit, saya bertanya berapa harganya, dia menjawab "dua ribu" (karena uang dengan nominal itu yang dia tahu) 😀.

Ketika saya membeli 1 biskuit, maka dia akan mengambil 1 biskuit dan memasukkan kedalam kemasan, lalu menghitung. Kemudian saya berpura-pura menyerahkan uang lima ribu. Permainan berlanjut sampai kemasan berisi 5 biskuit. Setelah pretend menjadi pedagang, si bungsu menvisualisasikan kemasan yang berisi biskuit dengan menggambar persegi panjang untuk kemasan, lingkaran untuk biskuit. Kemudian mencari angka yang berbentuk segitiga sesuai isi biskuit. Lalu menempelkan di bawah gambar dan terakhir menuliskan angka.

Permainan ini sayang seru sekali, si bungsu dapat berhitung dengan berurutan, menyebutkan, menuliskan angka dan membuat bentuk geometri dasar. Bahkan lembar kerja dikasih nama. Saya mengamati bahwa si bungsu mampu mengikuti aturan permainan dengan mudah. Kemampuan memegang pensil, menuliskan angka, menggambar bentuk, mengaplikasikan lem dilakukan dengan lancar. Ini membuktikan bahwa perkembangan sensori motorik halus semakin terstimulus sehingga otot jari-jari tangannya kuat.

Keseruan main kami 👇

https://www.instagram.com/reel/DAFiRisyRsV/?igsh=MTdvdHQ4bno1aTQ0Ng==

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam


#BundaSayang 
#InstitutIbuProfesional 
#KeterampilanLiterasidanNumerasi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024

Rabu, 11 September 2024

Aliran Rasa Zona 5 "Pendidikan Seksualitas"

 


Tantangan zona 5 ini, bagi saya sangat menegangkan sekali sekaligus kruasial. Karena bagi saya, pengetahuan yang sering dianggap tabu dan saru yaitu pendidikan seksualitas anak sangatlah penting, terutama di era digital saat ini. Anak-anak hari ini terpapar dengan berbagai informasi, juga konten seksual yang lebih mudah diakses melalui internet. Peran orang tua sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman yang benar dan sehat, mengenai seksualitas kepada anak-anak sesuai dengan tahapan usianya.

Saya dan suami memberikan pemahaman pendidikan seksual kepada anak pertama saya yang berusia 11 tahun. Kami memberikan informasi tentang persiapan menghadapi masa pubertas (terutama tentang mimpi basah), mengajarkan memahami tubuh dan fungsi reproduksi, mengenalkan batasan dan privasi, mengenalkan penyimpangan perilaku seksual serta bagaimana menghargai perbedaan gender. Kami melakukan dengan cara yang mudah dimengerti, dengan menggunakan bahasa sederhana, gambar-gambar, membaca buku bersama dan diskusi yang terbuka. 

Saya berharap dengan memberikan pendidikan seksual ini, si sulung akan dapat menangkal efek buruk dari media atau lingkungan, merasa lebih nyaman dan terbuka untuk berbicara, bertanya dan berdiskusi dengan kami terkait seksualitas, serta membuat dia mengerti akan konsekuensi dari perilaku seksual, bagaimana cara melindungi diri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Semoga anak lelaki pertamai kami, dapat melalui masa pubertas dengan menyenangkan tanpa ada rasa kekhawatiran. Istilah yang kami gunakan adalah "Puber tanpa Baper".

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam


Pemahaman Konsep Hubungan Cinta dan Kasih Sayang (Zona 5 hari ke-14)



"Mo, mas gak tau nanti istri mas itu orang mana. Orang luar negeri atau orang Indonesia ya? kan mas mau jadi traveller"

Tiba-tiba si sulung menyeletuk, saat kami sedang menikmati semangkok mie ayam di warung Bakso Gunung tadi siang.

Saya dan suami saling pandang, dan kamipun tertawa berbahak bersama. Ya..karena merasa lucu saja saat si sulung berkata seperti itu. 😀😂

"Memang kenapa mas? mas sedang jatuh cinta ya!!" goda ayahnya.

Si sulung pun senyum-senyum dan terkesan malu-malu untuk mengatakan sesuatu.

"Besok kan mas ada jadwal zoom MEC bersama kak Olivia. Pasti nanti ada Tiara." Jelas nya sambil malu-malu

"Ohh..Tiara yang tinggal di Bali itu ya. Memang kenapa kalau ada dia?" Saya mulai menimpali.

"Mas malu lah..Tiara itu cantik, pandai ngedance lho Mo." Tambah si sulung lagi

"Mamo juga cantik, pandai nari juga. Tapi mas kenapa gak malu ketemu mamo?" Saya mulai memancing.

"Bedalah mo, mamo itu ibu mas dan sudah tua lagi. Kalau tiara masih seumuran mas." Jelasnya.

Saya dan suamipun kembali tertawa bersama.😁

"Tu..anak lanang ayah sudah mulai tertarik lawan jenis." Kata saya.

"Iyo, wis gedhe." Jawab suami.

"Mas, ayah sama mamo dulu juga pernah merasakan yang namanya jatuh cinta waktu masih seumuran mas. Rasanya itu campur aduk ya? Senang, malu, tapi kadang juga bingung." Saya mulai menjelaskan.

" Dulu, ayah juga pernah naksir seseorang sampai deg-degan tiap ketemu. Tapi akhirnya malah jadi teman baik. Kadang rasa suka itu hanya sekedar kagum saja mas, hanya sesaat. Nikmati saja masa ini. Tapi mas harus tetap bercerita apa saja sama mamo atau ayah."  Tambah suami.

Jatuh cinta, rasa ketertarikan terhadap lawan jenis adalah sesuatu yang wajar sebagai fitrah alami manusia. Masa ini merupakan fase penting yang tidak hanya membentuk pengalaman emosional seorang anak, akan tetapi juga membangun fondasi bagi hubungan mereka di masa depan.

Saat si sulung mulai merasakan hal itu, peran kami menjadi krusial. Kami tidak hanya menjadi pemandu, tetapi juga memberi rasa aman yang akan membantu si sulung untuk memahami dan menavigasi perasaan baru itu dengan bijak. Kamipun mengambil tindakan untuk berperan dalam mendamping si sulung melewati masa ini, dengan cara memberikan pemahanan tentang batasan dalam mengartikan rasa cinta dan sayang tersebut, memberi teladan dan edukasi dalam hubungan yang sehat serta membangun komunikasi yang terbuka agar si sulung merasa nyaman untuk bercerita apa saja.

https://www.instagram.com/reel/C_wd5FsSzgU/?igsh=YnVlbHNzOTlqMHc0

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#PendidikanSeksualitas
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP41D2024

#Kelompok2A






Senin, 09 September 2024

Mengenalkan Kesehatan Reproduksi Pada Anak (Zona 5 hari ke-13)

 


Ketika anak sudah akan memasuki masa pubertas, ini saat yang tepat bagi mereka untuk mengenalkan pengetahuan tentang reproduksi serta bertanggung jawab atas kesehatan reproduksinya. Tidak hanya bagaimana menjaga kesehatan dan fungsi organ reproduksi, tetapi juga untuk menghindari melakukan hal-hal yang menyimpang. Sehingga perlu informasi yang benar dan tepat dalam membahas dan mengedukasi organ ini.

Ketika si sulung berumur 6 tahun, saat itu saya mengandung adiknya. Si sulung yang melihat perut saya besar, diapun bertanya kenapa perut mamo besar dan kenapa bisa ada adik bayi di dalam perut mamo. Saat itu saya memberi pengertian dengan menggunakan istilah yang mudah untuk dia memahami. Nah sekarang sudah saatnya saya menjelaskan dengan pengertian secara ilmiah.

Kegiatan pagi setelah mengaji dan mengerjakan worksheet adalah waktu yang saya gunakan untuk berdiskusi dengan si sulung terkait organ reproduksi dengan menunjukkan gambar organ laki-laki dan perempuan agar dia memiliki gambaran dan pemahaman yang lebih baik. Lalu berlanjut dengan bagian-bagiannya beserta fungsinya. Saya juga mengenalkan tentang resiko penyakit apa yang mungkin terjadi, agar dia lebih hati-hati dalam menjaga kesehatan organ reproduksinya. Si sulung juga membaca buku persiapan menghadapi akil baligh yang didalamnya ada pembahasan tentang proses kehamilan yang terjadi di dalam perut ibu. 

Tiba-tiba, dia nyeletuk,

"Kok bentuk sperma seperti kecebong katak mo!" tanya si sulung

"Iya, biar bisa berenang ketika berada di rahim ibu." Jelas saya

"Lalu bagaimana caranya sperma bisa bertemu sel telur dan terjadi pembuahan di rahim ibu, Mo?" tanyanya kemudian

Pertanyaan yang sedikit membingungkan bagaimana cara menjelaskannya agar dia mudah memahami dan tidak menimbulkan sebuah gambaran yang porno. Lalu saya mengambil sebuah botol bekas kemasan air minum, lego dan sebuah paku.

"Prosesnya seperti sebuah paku yang masuk ke dalam botol mas. Kita anggap saja botol itu rahim seorang ibu dan lego ini sebagai sel telur, kemudian paku sebagai sperma. Nah sperma yang seperti kecebong ini akan berenang mencari sel telur. Lalu bertemu dan tejadilah pembuahan atau kehamilan. Proses menjadi bayinya hanya Allah SWT yang mengetahui. Karena Dialah Sang Khaliq yang Maha Menciptakan." jelas saya

"Oh..mas mengerti, seperti kucing yang sedang berkembang biak kan mo." Tambahnya lagi

"Iya mas, benar." Jawab saya

Saya selalu menggunakan kata "Berkembang biak" bukan kata "Kawin" untuk menjelaskan ketika ada kucing yang sedang melakukan reproduksi. Karena menurut saya kata tersebut lebih sopan. Agar menjadi kebiasaan untuk si sulung menggunakan kata yang sopan. Jika ada temannya yang berkata "Eh ada kucing kawin", si sulung akan membenarkan "Kucingnya sedang berkembang biak". 😊😉

https://www.instagram.com/reel/C_twHh2SRGz/?igsh=ano5dHFwZDlnNzR4

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#PendidikanSeksualitas
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP41D2024

#Kelompok2A

Mengenal Perbedaan Gender & Perilaku Penyimpangan Seksual (Zona 5 Hari ke-12)

                                                            Menu Bincang Siang

Postingan konten hari ke-12 ini adalah tentang mengenal perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan serta perilaku penyimpangan seksual. Alhamdulilah har ini Batam diguyur hujan, sejak pagi udara sudah sangat sejuk. Saya berdikusi dengan si sulung sambil menikmati hangatnya teh manis,  jagung ketan hitam rebus dan potongan buah. Kami berbincang tentang perilaku penyimpangan seksual, karena menurut saya ini sangat penting sekali diketahui olehnya. Perilaku penyimpangan seksual yang kami diskusikan adalan tentang LGBT dan Pedofilia.

Saya menjelaskan bahwa LGBT adalah sebutan kaum atau sekelompok orang yang mempunyai penyimpangan seksual. Secara umum mereka di kenal dengan nama "Kaum Pelangi". L adalah singkatan dari Lesbian yang menggambarkan bahwa seorang wanita yang suka dengan sesamanya yaitu wanita juga bahkan sampai menikah. G berarti Gay yang menggambarkan seorang pria yang suka dan menikah dengan seorang pria.

"Seperti kaun sodom dalam kisah nabi Luth kan mo." Celetuk si sulung tiba-tiba.

"Iya benar sekali mas, makanya Allah SWT melaknat kaum tersebut". 

Kemudian kami melanjutkan bincang siang kami. B artinya biseksual untuk menggambarkan seseorang yang menunjukkan ketertarikan pada lebih dari satu gender, yang artinya dia tertarik pada lawan jenis dan sesama jenis. T artinya Transgender yang menggambarkan seorang pria yang merasa dirinya sebagai wanita dan ingin sepenuhnya menjadi seorang wanita. Begitu juga seperti seorang wanita yang merasa dirinya sebagai pria dan ingin sepenuhnya menjadi seorang pria.

Terakhir adalah pedofilia yaitu penyimpangan seksual yang ditandai dengan adanya ketertarikan seksual terhadap anak-anak di bawah 13 tahun. Saya selalu berpesan kepada si sulung untuk senantiasa menjaga aurat, berhati-hati terhadap orang asing atau orang yang dikenal ketika dia akan menyentuh bagian tubuhnya yang tidak boleh disentuh (mulut, dada, kemaluan, bokong). Dan menceritakan apa saja kepada kami selaku ayah dan ibunya.

https://www.instagram.com/reel/C_rOqXFykFm/?igsh=dzhzd2FocHZsczQ5

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#PendidikanSeksualitas
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP41D2024

#Kelompok2A

Minggu, 08 September 2024

Siap Menghadapi Pubertas Anak Gadis (Zona 5 Hari ke-11)

 


"Mo, masker mas dimana?" Tanya si sulung saat akan mengikuti kelas mentoring hari ini.

"Untuk apa? mas kan tidak sedang flu atau batuk". Saya mencoba bertanya.

"Mas mau pakai, mas gak tahan duduk dekat bang Ilyas. Dia itu bau". Jelasnya.

"Abang Ilyas kan sudah remaja, nanti mas juga mengalami masa itu. Jadi harus pintar menjaga kebersihan. Segera ganti pakaian jika basah oleh keringat dan mandi 2x sehari. Jangan lupa pakai deodoran atau minyak wangi non alkohol". Saya mulai memberi pengertian.

Tantangan hari ini adalah terkait topik pubertas anak gadis, dikarenakan saya tidak punya anak gadis. Saya hanya mengambil contoh aktivitas tentang menjaga kebersihan tubuh dan menjelaskan ciri-ciri pubertas pada anak perempuan kepada si sulung dengan diskusi isi komik "Puber tanpa baper" untuk putri.

Ketika memasuki masa pubertas, terjadi perubahan hormon dalam tubuh remaja. Kelenjar keringat menjadi lebih aktif sehingga menimbulkan produksi keringat yang berlebih. Jika tidak menjaga kebersihan, bakteri akan cepat berkembang biak dan akan menimbulkan masalah bau badan. Bagian tubuh yang sering menimbulkan bau adalah kulit kepala, ketiak dan selakangan.

Saya selalu mengingatkan kepada si sulung untuk selalu menjaga kebersihan diri, dengan mandi 2 x sehari, mengganti pakaian tiap pagi dan sore, membedakan pakaian untuk mengaji, bermain dan tidur serta memakai deodoran atau minyak wangi. Masalah bau badan tidak boleh diremehkan, jangan sampai mengganggu orang lain. Karena kebersihan itu sebagian dari iman.

                                    Edukasi Pendidikan Seksualitas kepada anak tetangga

Kebetulan sekali hari ini ada anak tetangga main kerumah yang usianya sekitar 7-9 tahun. Saya pun melakukan edukasi tentang pendidikan seksualitas kepada mereka dengan mendampingi mereka melihat konten yang sudah dibuat oleh kelompok 2A. Kepada si sulung dan kepada mereka berdua, saya juga berpesan untuk menjaga pergaulan, menjaga pandangan dan jangan memperlihatkan aurat kepada orang lain serta jangan melihat aurat orang lain. 👇

https://www.instagram.com/reel/C_ouZAIybjW/?igsh=MW40bWZ2MXV4eHVwOA==

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#PendidikanSeksualitas
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP41D2024

#Kelompok2A


Sabtu, 07 September 2024

Perubahan Anatomi & Fisiologis Masa Remaja Pada Anak Lelaki (Zona 5 hari ke-10)

 


"Mo, lihat wajah mas ada bintik-bintik kecil" sambil senyum-senyum menunjukkan kepada saya.

"Oh..itu namanya jerawat mas." jawab saya.

"Kenapa mas bisa jerawatan?" Mulai penasaran.

"Salah satu ciri masa pubertas adalah aktifnya kelenjar minyak. Jika kebersihan kulit muka tidak terjaga, maka terjadi timbunan keringat yang bercampur kotoran yang menimbulkan jerawat. Jadi mas harus mulai merawat diri dengan mandi 2 x sehari dan memakai sabun pembersih muka yang sudah mamo belikan." Mulai menjelaskan.

Masa pubertas adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini, banyak hal yang berubah dan dihadipi oleh anak. Terutama perubahan fisik, perilaku, dan emosional.

Saat umur 9 tahun, si sulung sudah meminta untuk di khitan. Awalnya kami sebagai orang tua mengira jika mungkin dia berani khitan itu di usia 10 atau 11 tahun. Namun dengan sendirinya dia meminta khitan tanpa kami harus merayunya. Akhirnya kesepakatan tercapai khitan dengan menggunakan metode laser dan dokter bedah diundang ke rumah. Memang biayanya sedikit lebih mahal.

Setelah dikhitan perubahan tinggi tubuh semakin meninggi, ditambah dengan akitivitas renangnya yang 2x dalam seminggu menjadikan tinggi si sulung sudang mencapai 140 cm. Di usia 10 tahun, suaranya menjadi pecah alias bertambah besar dari suara anak-anak menjadi suara remaja yang cenderung berat. Dari segi emosional mood mulai berubah-ubah (swing), merasa berbeda dengan anak yang lain dan lebih sensitif (jiwa pemberontak mulai timbul), dan mulai mengenali potensi yang ada dalam dirinya yaitu mulai menyukai bangun ruang dan fokus membuat konten tentang pewasat dan bandara di seluruh dunia karena cita-citanya ingin menjadi traveller.

Ketika si sulung sudah di khitan, kami mulai mengenalkan tentang masa pubertas serta ciri-ciri yang akan dia alami. Saat ini sudah berusia 11 tahun tentu akan mengalami yang namanya "Mimpi Basah". Ayahnya mengambil peran dengan mengenalkan mimpi basah ke pada si sulung dan mengajarkan tata cara mandi besar sesuai syariat. Komunikasi terjalin sangat baik antara si sulung dengan kami agar fase pubertas terlewati tanpa adanya rasa khawatir dan tentunya menyenangkan.👇

https://www.instagram.com/p/C_mDbcZz-kH/?igsh=ejUwZWF3YXRvZjQ=

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#PendidikanSeksualitas
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP41D2024

#Kelompok2A

Jumat, 06 September 2024

Mengenal Privasi dan Batasan Aurat (Zona 5 hari ke-9)


 

"Mo, mas mau sepedaan keliling-keliling dulu ya"!

Ku dengar teriakan si sulung ketika mau bersepeda pagi setelah membantu pekerjaan rumah tangga. Saat itu aku masih di dapur sedang mencuci peralatan setelah memasak sup ayam, langsung lari ke depan karena teringat kalau si sulung masih memakai celana pendek.

"Ganti celana dulu mas, malu nanti kelihatan auratnya."

"He..hee..iya mo, mas lupa."

Aurat artinya malu, air, atau buruk. Aurat merupakan sesuatu yang harus ditutup dan tidak boleh dilihat orang lain kecuali dalam keadaan darurat (pemeriksaan/pengobatan) karena akan menimbulkan rasa malu. Menutup aurat bukan hanya sekedar memakai pakaian saja, namun juga wajib untuk tidak membentuk lekuk tubuh. Mengenalkan batasan aurat sudah kami ajarkan kepada anak-anak sejak mereka usia dini, karena ini merupakan pendidikan akidah dan moral. Dengan mengajarkan, memberi pengertian dan membiasakan menutup aurat, berarti mengajarkan mereka menaati perintah Allah SWT sekaligus mengajarkan bagaimana melindungi, merawat dan menghargai tubuh mereka sendiri. Serta tindakan apa yang harus dilakukan jika ada orang asing yang akan menyentuh bagian tubuhnya dengan metode TOTELALA (Tolak, Teriak, Lari, Lapor) 👇

https://www.instagram.com/reel/C_jdn-tSnjv/?igsh=MTY3NGp1a2p5bmhjcg==

Selain hal diatas, kami juga menerapkan batasan sebagai berikut:

  1. Adik dan kakak tidak boleh melihat aurat masing-masing.
  2. Dilarang mandi bersama ayah atau ibu ketika sudah berusia 7 tahun.
  3. Selalu mengunci kamar mandi baik di rumah maupun di tempat umum (kolam renang atau mall).
  4. Ketika mandi harus membawa baju dalaman untuk ganti dan handuk. Ibu wajib membawa bathrobe.
  5. Tidur di kamar terpisah ketika berusia 7 tahun.
  6. Mengucapkan salam dan mengetuk pintu ketika akan masuk ke kamar orang tua.
  7. Tidak diizinkan menonton animasi kartun yang mengumbar aurat.
Dengan mengenalkan batasan aurat kepada anak-anak dan memberikan teladan, berharap anak-anak akan terbiasa pada kebiasaan baik yang benar sehingga malu jika auratnya kelihatan. Berbekal malu, semoga anak-anak akan terhindar dari perilaku tidak sopan, pelecehan seksuan dan pergaulan bebas. Semoga ini menjadi ihktiar kita memperbaiki generasi penerus.Aamiin

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#PendidikanSeksualitas
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP41D2024

#Kelompok2A


Kamis, 05 September 2024

Pentingnya Pendidikan Seksualitas pada Anak di Era Digital

                                       Bijak dalam berinternet (kegiatan zoom)


" Mo, sekarang mas sudah tau apa itu pornografi"?

Syok dong tiba-tiba si sulung yang berusia 11 tahun mengatakan hal itu saat saya baru pulang dari rumah sakit. Asumsi-asumsi internal langsung bermunculan di otak ini. Dari mana si mas tau tentang itu? Apakah membuka situs pornografi sendiri atau dari temannya?

Nah..asumsi itu muncul, karena sejak Senin hingga Kamis siang ini, fokus saya lebih ke si kecil yang sedang menjalankan perawatan di rumah sakit karena sesak nafas. Sehingga perhatian ke si mas tidak terkontrol dalam artian saya hanya memantau kesehariannya melalui telpon rumah saja. Jika jadwal harian sudah dikerjakan akan ada banyak waktu luangnya untuk bermain.

"Mas, tau dari mana istilah pornografi itu?" saya mencoba mengulik

"Kemarin saat di masjid, mas ketemu abang Krisna. Trus dia tanya, apakah mas Anaka main Roblox. Mas jawab tidak, karena gak diizinin Mamo." si mas mulai menjelaskan.

"Lalu, abang Krisna tanya apalagi?" saya terus menggali lewat pertanyaan.

"Abang Krisna tanya, kenapa mamo gak izinin. Ya..mas jawab kata mamo Roblox itu banyak iklan yang kurang pantas dilihat sama anak-anak. Mas hanya diizinkan main minecraft yang trial tidak berbayar dan gak ada iklan." si mas masih menjelaskan

"Lalu kata bang Krisna, Ohhhh iklan pornografi maksudnya. Terus mas cari di internet apa itu pornografi." si mas menjelaskan lagi

Terjawab sudah kan dari mana si mas tau istilah tersebut. Saya masih berusaha menggali informasi melalui pertanyaan.

"Menurut mas, pornografi itu apa?" tanya saya

"Itu gambar yang tidak senonoh, mas tidak suka..fiuhhhhh mas jijik, yang gak menutup aurat." jelas si mas

Sampai disini saya memahami bahwa pengertian pornografi yang di maksud si mas adalah tentang gambar keterbatasan aurat. Dari hal ini, muncul lah pemantik diskusi antara saya dan si sulung terkait apa itu pornografi dan pornoaksi. Saya mulai menjelaskan bahwa pornografi itu bukan hanya lewat gambar saja, bisa sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, animasi kartun, gerak tubuh yang memuat kecabulan atau ekspoitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.

Saya juga menjelaskan kepada si sulung dampak dari pornografi pada anak seusianya, yaitu bisa kecanduan, kerusakan otak, muncul keinginan untuk mencoba atau meniru, serta ganguan emosi. Saya juga menyampaikan alasan kenapa selama ini menetapkan peraturan membatasi waktu saat main game dan lebih bijak menggunakan internet untuk kegiatan zoom atau mengerjakan projek editing video.

Bersyukur sekali komunikasi antara saya dan si sulung terjalin sangat baik. Saya juga berusaha menghindari larangan dan kritik berlebihan tentang respon dan pendapatnya terkait pornografi. Ancaman pornografi menjadi momok yang mengerikan di era digital sekarang ini, sebisa mungkin diperlukan peran orang tua dalam menjelaskan dan tetap menjaga agar anak-anak terhindar dari tontonan terkait pornografi.

Link konten 👇

https://www.instagram.com/reel/C_g9kU3yT2l/?igsh=MTBlaTU2ZXA1bm1yOQ==

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#PendidikanSeksualitas
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP41D2024

#Kelompok2A


Selasa, 03 September 2024

Submit Konten Kelompok (Zona 5 Hari ke-7)

Hari Rabu, 04 September 2024. Alhamdulillah..Masya Allah segalanya dimudahkan oleh Allah SWT dalam proses produksi konten kelompok kecil kami. Pagi-pagi sobatualang yang mengambil peran konten kreator menginfokan bahwa konten sudah di download dalam file bentuk png sekaligus sudah dikumpulkan di folder gdrive kelompok 3.

Sebuah mood booster banget, ketika semuanya selesai sebelum mendekati jam yang sudah di tentukan. Sehingga hanya tinggal caption sekaligus tagar terkait konten yang akan di share ke masing-masing media sosial sobatualang. 

Sayapun mengusulkan sebuah caption terkait konten yang kami bikin. Alhamdulillah disetujui yang lainnya. Dan menyimpan ke folder kelompok 3

Berikut caption yang akan digunakan:

Pembahasan pubertas sering dianggap hal yang saru dan tabu. Jangan heran kalau banyak orang tua enggan membahasnya bahkan berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.

Padahal, mengenalkan pubertas pada anak adalah pembahasan yang perlu disampaikan sebelum mereka mencapai masa pubertas. Sebab, mereka akan mengalami masa ini.

Bagaimana cara yang tepat mengenalkan pubertas pada anak, khususnya anak laki-laki? Lalu bagaimana peran orang tua dalam membersamai saat masa ini?


Swipe gambar diatas yuk!


#Remaja 

#Pubertas 

#Pubertasanaklaki

#Mimpibasah 

#peranortusaatanakpubertas


(Ditambahkan hashtag dari tim bunsay)


Terima kasih,


Novia Hantriyati _IP Batam


#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#PendidikanSeksualitas
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP41D2024

#Kelompok2A


Proses Produksi Konten 2 (Zona 5 hari ke-6)

Tantangan hari ke-6 masih terkait pembuatan proses konten yang akan dikumpulkan dalam satu folder di WAG kelompok 2A pendidikan seksualitas anak usia 7-12 tahun.

Sambil menunggu si kecil di ruang perawatan karena belum diizinkan pulang, saya berusaha menyapa dan menanyakan kelanjutan proses produksi konten di mini WAG konten. Komunikasi berjalan kondusif, sobatualang yang mengambil peran konten kreator memberikan link desing pakai aplikasi dan meminta masukan kepada yang lainnya. Saya menyarankan penambahan slide opening dengan kalimat yang menarik agar lebih menyala dan memantik rasa penasaran audiens. Alhamdulillah semua sepakat. Tim pembuat konten lanjut mendesign supaya tampilan lebih indah. 

Kami juga sudah menentukan aktivitas stimulasi yang akan dipraktekkan pada tantangan hari ke-8 sampai hari ke-14. Aktivitas adalah;

1. Mulai merawat diri untuk menjaga kesehatan kulit wajah dan seluruh badan dengan mandi 2 x sehari dan memakai sabun pembersih wajah yang aman.

2. Memakai pakaian yang menutup aurat. Batasan aurat laki-laki adalah anggota tubuh dari pusat sampai lutut.

3. Belajar tata cara mandi besar 

- Berniat dengan mengucapkan "Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala"

- Mencuci kedua tangan

- Membersihkan kotoran yang menempel pada pakaian dan kemaluan

- Berwudhu 

- Mengguyur kepala sampai kulit sebanyak tiga kali

- Mengguyur semua anggota badan, dimulai dari yang kanan tiga kali, kemudian yang kiri sebanyak tiga kali.

Diskusi hari ini, sangat kondusif, saling bekerjasama, saling mendukung dan mensupport. 

Terima kasih,

Novia Hantriyati _IP Batam

#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#PendidikanSeksualitas
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP41D2024
#Kelompok2A

Senin, 02 September 2024

Proses Produksi Konten 1 (Zona 5 Hari ke-5)

Hari ini Senin, 02 September 2024, saat menjelang subuh, qodarullah si bungsu harus kami bawa ke IGD karena sesak nafas. Sebenarnya dia tidak punya asma, hanya saja sudah seminggu lebih batuk yang menderanya tidak kunjung berhenti. Suaranya sudah parau, padahal sebelumnya sudah kami bawa ke dokter anak.

Walau Senin pagi yang hectic, tetap semangat untuk mengerjakan tantangan di hari ke-5. Tantangannya yaitu proses produksi konten kelompok. Disela-sela fokus ke si bungsu, saya sempatkan untuk menyapa dan berdiskusi dengan teman-teman di mini WAG konten. Sobatualang yang mengambil peran konten kreator menyampaikan gambaran proses produksi konten sebagai berikut;

Bentuk konten : Ig Carousel 

Page 1 : Opening (cover/judul)

Page 2 : Pengertian remaja

Page 3 : Istilah pubertas (Akil Baligh)

Page 4 : Ciri-ciri memasuki masa pubertas

Page 5 : Pembahasan Mimpi Bahas

Page 6 : Peran orang tua mendampingi anak memasuki masa Akil Baligh 

Page 7: Closing (sumber materi dan tim penyusun)

Diskusi hari ini, alhamdulillah disela-sela kesibukannya, para sobatualang berusaha meluangkan waktunya. Saling memaklumi akan kesibukan masing-masing tetapi tanggung jawab tetap dilaksanakan. Saling kerjasama dan bersinergi untuk menghasilkan sebuah karya berupa konten yang akan mengedukasi tentang pendidikan seksualitas anak usia SD.

Terima kasih,

Novia Hantriyati _IP Batam

#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#PendidikanSeksualitas
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP41D2024
#Kelompok2A


Minggu, 01 September 2024

Menentukan Konsep Konten (Zona 5 hari ke-4)


Hari ini Minggu, 01 September 2024 tantanganya masih terkait diskusi kelompok di mini WAG konten dan menentukan konsep konten. Diskusi hari ini tetap saya yang mengawali dan mengingatkan kepada dua sobatualang yang belum mengambil tugas. Alhamdulilah mendapat respon. Satu sobatualng memilih untuk mengulik materi dan satunya lagi konten kreator. Kami menyepakati konten yang akan dibuat dalam bentuk carousel karena materi yang akan disampaikan untuk mengedukasi lumayan padat.

Pukul 10.00 WIB kami sepakat untuk diskusi tentang materi konten terkhusus bagi sobatualang yang mengambil peran mencari materi. Saya memilih mencari materi tentang isilah remaja, pubertas dan ciri-ciri memasuki masa pubertas serta menyebutkan aktivitas untuk menstimulasi. Referensi dari buku "Persiapan Menghadapi Masa Akil Baligh untuk Putra " karya Nurul Chomaria. Sampai pukul 15.00 WIB belum ada yang melaporkan materi dari pencari materi yang lainnya. Sedangkan yang bagian konten kreator sudah siap untuk membuat konten. Lalu saya dan mbak Amel yang bagian pembuat konten menyetujui untuk menggunakan materi yang sudah saya share ke group sambil menunggu yang lainnya.

Progres menentukan konten untuk hari ini seperti menunggu sesuatu yang tidak pasti. Hanya 1 atau 2 sobatualang yang merespon. Sebenarnya semua kembali ke diri sobatualang masing-masing. Jika konsisten dan mau bertanggung jawab, dalam waktu tidak sampai 30 menit pasti bisa diselesaikan. Berharap esok akan lebih baik lagi....Semangat....

Terima kasih,

Novia Hantriyati

#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#PendidikanSeksualitas
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP41D2024
#Kelompok2A

Bunda Mendongeng Hari 14_Makanan Kesukaan Bo

  Alhamdulillah hirobbil alamin, Sampai juga pada tantangan hari empat belas. Cerita dongeng hari ini menceritakan tentang makanan kesukaan ...