Manusia adalah makhluk sosial, maka sangat penting untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Perkembangan teknologi dalam bidang komunikasi yang terus maju dan selalu berinovasi, tentu saja mengubah cara manusia dalam bersosialisasi. Perubahan tersebut tentu saja membawa dampak besar pada berbagai aspek kehidupan manusia. Beberapa manfaat perkembangan teknologi diantaranya, pertukaran informasi secara instan, kemudahan komunikasi jarak jauh, kemajuan dalam bidang bisnis dan ekomoni dan masih banyak lagi.
Kemarin, saat saya pergi ke pasar tradisional, tidak sengaja saja berjumpa dengan salah satu teman SMA. Sebut saja namanya mbak Melati. Seingat saya dulu kami tidak pernah satu kelas. Mbak Melati cukup terkenal semasa sekolah menengah atas, dia termasuk anak yang menonjol karena kecantikannya. Sedangkan dia, mungkin mengingat saya karena seringnya maju ke depan saat kepala sekolah menyebutkan nama-nama siswa yang mendapat peringkat 1 sampai 3 ketika akan pembagian rapor atau ingat saya karena saya aktif di kegiatan kepramukaan.
Ketika kami bertemu, tidak banyak yang kami bahas. Hanya sebatas kabar, dan aktivitas harian saja. Ternyata mbak Melati saat ini menjadi PNS di salah satu sekolah menengah kejurusan di kota Solo dalam bidang studi Matematika. Kamipun bertukar nomor telepon untuk berkomunikasi agar terjalin keakraban.
Komunikasi berlanjut melalu aplikasi whatsapp sampai malam hari. Di saat saya ada waktu luang, saya membalas pesannya atau menyampaikan sedang ada kesibukan. Dia antusias sekali mengirimkan pesan seolah ingin mengulik kehidupan saya yang sekarang. Bertanya tentang suami, anak, kondisi Batam, sampai akun sosmed. Pertanyaan yang menurut saya masih wajar untuk di jawab, masih saya balas.
Hari ini, Senin 01 Juli 2024, ada pesan masuk dari mbak Melati yang isinya;
She :"Kamu itu lho Nov, sekolah pinter dapat juara terus, kuliah juga kok gak jadi pegawai, cuma jadi ibu rumah tangga. Po ra rugi oleh mu sekolah duwur-duwur."
Saya tertawa ngakak, saat membaca pesan dia. Sampai-sampai suami bertanya apa yang membuat saya berbahak. Saat suami membaca pesan, kami berdua malah cekikikan. Tanggapan suami malah,
He :"Kurang adoh dolane kancamu kui".
Saya sengaja tidak langsung membalas pesannya, saya merasa itu pertanyaan lucu dan tak perlu harus cepat membalasnya. Sampai pesan mbak Mel datang lagi;
She :"Kamu tak masukkan ke group Alumi SMA yo! sopo reti mau bernostalgia karo konco-konco."
Melati, sebuah nama yang dalam memori pikiran saya tidak banyak mengingat interaksi sama dia saat kami SMU dulu. Hanya mengenal..ya..mengenal namanya dan tahu kelasnya. Selebihnya tidak ada. Sewaktu SMU dulu, saya kurang bergaul. Saya juga tidak masuk group alumi, dengan alasan tertentu.๐๐
Pesan diapun saya balas;
Me :"Hai Cikgu cantik, aku bangga dengan pilihanku untuk menjadi ibu rumah tangga. Aku juga bersyukur dengan hidupku yang sekarang. Cikgu lebih hebat lagi. Semoga ilmu pengetahuan yang Allah titipan kepada kita, bermanfaat untuk mencetak anak-anak menjadi orang hebat di masa depannya."
Me "Saat ini, aku rasa belum perlu masuk ke group Alumni. Sehat selalu buat ibu guru cantik beserta keluarga. Keep contact ya. Terima kasih."
Tindakan saat memberikan feedback: Saya senang saat membaca pesan, tenang saat membalasnya. Dengan bangga menyampaikan kenyataan kalau saya memang ibu rumah tangga. Membalas saat waktu tepat dengan kalimat jelas dan singkat atas asumsi dia. Memberikan pujian juga terhadap dia atas pilihan yang dia ambil. Menyatakan untuk tetap saling berhubungan dan menjaga silaturahmi.
Insight dari kejadian ini : Memang benar sekali kalau latar belakang keluarga, lingkungan, pendidikan , pergaulan sangat mempengaruhi persepsi seseorang dalam komunikasi dengan orang dewasa. Rasa keingintahuan yang besar untuk mengulik kehidupan sesorang itu hal yang tidak baik, bahkan dapat dianggap sebagai pengganggu. Memuaskan ingin tahu juga ada batasnya. Menolak dengan lembut sesuatu yang sekiranya tidak sejalan dengan kita, tanpa harus menjelaskan alasannya.
#sinergiwujudkanaksi
#ibuprofesional
#IP4ID2024
#bunsayIIP
#bunsaybatch9
#institutibuprofesional






