Jumat, 29 November 2024

Hari 3 Bunda Mendongeng _Kakek Buyut Olli dan Bo

 


Hari 3 ini saya mendongeng dengan menceritakan kakek saya dari silsilah ibu yang berarti kakek buyutnya anak-anak yang seorang pejuang veteran di masa setelah kemerdekaan. Saat saya kecil, ibu sering menceritakan bagaimana ayahnya yang sering meninggalkan istri serta anak-anaknya untuk pergi berperang melawan penjajah. 

Tokoh dalam cerita hari 3 saya lebih menekankan kepada karakter Olli sebagai kakak Bo yang mengalami kesulitan saat ada tugas menggambar salah satu pahlawan nasional. Olli tidak suka pelajaran seni terutama menggambar atau melukis. Part awal yang saya ambil dari kejadian sama yang dialami oleh si sulung yang mengalami kesulitan saat menggambar pahlawan nasional. 

Kemudian cerita saya gabungan antara kejadian yang dialami si sulung dengan menghubungkan cerita tentang kakek buyut anak-anak yang seorang pejuang. Saya berharap apa yang saya ceritakan dapat memotivasi si sulung untuk tidak putus asa dan pantang menyerah saat mencoba menggambar sesuatu.

Anak-anak sangat tertarik dengan cerita perjuangan masa dahulu. Setelah selesai mendongeng si sulung mencari tahu sejarah tentang agresi militer Belanda 1 dan 2. Si bungsu yang biasanya loncat sana sini, serius sekali mendengarkan. Ada kosa kata baru yang anak-anak dapatkan pada cerita hari ini yaitu kendi. Ya..sejenis gerabah berbentuk teko yang terbuat dari tanah liat untuk menyimpan air. Mereka pun membayangkan bagaimana bentuknya. Dan satu lagi yaitu mereka jadi tahu nama lengkap kakek buyutnya. Sampai si sulung pun bertanya

"Kanapa nama orang jawa zaman dahulu banyak memakai huruf O." 

Saya menjawab agar mudah untuk mengingat dan menyebutkan. 😀

Hal baik hari ini adalah bahwa cerita-cerita masa lalu tentang kisah seseorang yang menjadi silsilah keluarga sangat menarik perhatian anak-anak. Mereka jadi ingin tahu cerita tentang kakek/nenek buyut yang lainnya. Dan itu menjadi PR bagi kami untuk mencari tahu lebih dalam dengan bertanya kepada ayah saya dan keduan mertua saya.

Link cerita  hari 3

https://padlet.com/dapur2bunsay/bunda-mendongeng-d83jfxzkews57afm

Keseruan kegiatan mendongeng hari 3

https://www.instagram.com/reel/DC_HhmhhqjC/?igsh=MXE4MjlndmlkM25qbQ==

 

Terima kasih,


Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang

#InstitutIbuProfesional

#BundaMendongeng

#SinergiWujudkanAksi

#IbuProfesional

#IP4ID2024



Kamis, 28 November 2024

Insight Cerita "Teman Baru Bo" ( Hari ke-1 Zona Advanze 9)

 


"Alhamdulillah ala kulli hal"

Setelah menyelesaikan 112 jurnal di zona sebelumnya, akhirnya masuk ke zona advance yang tentunya tantanganya sungguh luarrr biasa menantang. Yah..."Bunda Mendongeng" menjadi tema dalam zona advance 9 ini. Tentunya mendongeng berbeda dengan read aloud ya..Bagi saya sungguh menantang karena tanpa alat peraga seperti buku atau puppet.

Kemarin saya sudah membuat draft untuk mendongeng dalam 14 hari kedepan. Menuliskan judul serta point learning yang akan disampaikan kepada teman bermain saya yaitu anak kedua yang berusia 5 tahun. Sebenarnya kami sudah memiliki tokoh tersendiri setiap kali mendongeng sebelum tidur. Yaitu kisah dua burung yang bernama Blue dan Red. Mereka bersahabat, walau memiliki hoby yang berbeda. Blue si burung yang suka berpetualangan, sedangkan Red si burung yang suka ilmu pengetahuan. Kedua tokoh ini yang menciptakan si bungsu sendiri, dan ketika ingin di dongengin dia akan meminta cerita sesuai dengan permintaannya.

Nah di tantangan kali ini, saya ingin mencoba membuat tokoh baru yaitu "Bo", tokoh anak laki-laki kecil yang serba ingin tahu segala hal. Awal saya mengenalkan tokoh ini kepada si bungsu, dia tidak mau. Si bungsu masih ingin memakai "Blue dan Red". Sampailah pada kesepakatan bahwa Blue dan Red diceritakan saat menjelang tidur malam, sedang Bo ketika akan tidur siang menggantikan kegiatan read aloud.

Dongeng hari pertama berjudul "Teman Baru Bo", yang menceritakan tentang pengalaman saya saat kecil yang malas menggosok gigi dan sering mengalami sakit gigi. Dan ternyata juga dialami oleh si bungsu yang pernah merasakan sakit gigi karena ada abses gusi dan harus melakukan 3 kali perawatan ke dokter gigi.

Saat kegiatan mendongeng, si bungsu tertarik dengan "Bengawan Solo". Sayapun menjelaskan bahwa itu adalah nama sungai yang terpanjang di Jawa Tengah yang dekat dengan rumah kakeknya di Solo. Dan kata "Sigi" sebagai teman baru Bo. Sampai akhirnya dia memberi nama sikat giginya dengan nama yang sama.

Point learning yang ingin disampaikan dalam dongeng ini yaitu pentingnya untuk menjaga kesehatan gigi serta mulut, memperlakukan barang milik kita dengan baik, serta menanamkan kebiasaan baik untuk rajin menggosok gigi setelah makan makanan manis. Hal yang harus diperbaiki dari kegiatan hari ini adalah saat mendongeng siang hari ternyata saya malah mengantuk, sempat tertidur sesaat. Sampai tidak tau ngomong apa yang keluar dari alur cerita. Ha..ha....😀😀

Hal baiknya, si bungsu senang, si sulung pun girang mendengarkan dongengnya bahkan sampai tertidur.

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang

#InstitutIbuProfesional

#BundaMendongeng

#SinergiWujudkanAksi

#IbuProfesional

#IP4ID2024





Selasa, 12 November 2024

Apresiasi atas BBK Di Keluarga Barokah ( Zona 9 Jurnal ke-3)

 

Alhamdulillahi Robbil'Alamin..

Segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat-Nya. 

Banyak lika-liku sudah terlewati, badai kemalasan yang terkadang datang bertubi-tubi. Namun dengan niat yang kuat, kesungguhan dan konsistensi akhirnya sampai pada jurnal  ke-3 zona 8 kelas bunda sayang #9. Sekaligus sebagai jurnal terakhir. Yeayyyy..lulusss 😃😃

Perencanaan sudah, berkegiatan sudah, nah saatnya melakukan apresiasi atas usaha yang sudah kami lalui setelah menjalankan kegiatan bersama keluarga. Dua kegiatan yang kami lakukan yaitu membaca buku cerita lucu (jurnal 2) dan membuat tempe homemade (menyusul). Dari dua kegiatan tersebut, yang sangat berkesan bagi kami adalah membuat tempe. Kami semua jadi mengetahui bahwa proses membuat tempe itu perlu kesabaran, usaha yang detail dan waktu yang agak lama 2-3 hari dari proses mencuci kedelai sampai menjadi tempe. Doa terbaik selalu kami panjatkan. Dengan kekuatan doa jalur langit, akhirnya jadilah tempe homemade barokah yang disulap menjadi tempe mendoan daun jeruk 😊

Rasa lelah terganti dengan kebahagian saat melihat kedelai banyak ditumbuhi hifa. Saat proses ini, anak-anak bahagia sekali. Mereka bolak balik ke gudang untuk melihat apakah tempe sudah jadi. Adek Baraka suka mencomot kedelai saat diangin-anginkan (dikeringkan). Mas Anaka mencari tahu jamur apa yang tumbuh dalam proses pembuatan tempe dalam buku dunia virus & bakteri. Bahkan ingin sekali memiliki sebuah mokroskop untuk melihat hifa tempe. Ayahnya anak-anak juga merasa bangga bahwa tempe produksinya telah berhasil, karena tahap prosuksi banyak dihandel oleh suami. Sedangkan saya yang bertugas membuat olahan tempe menjadi makanan siap makan tentu saja bahagia karena tempe mendoan habis tak bersisa.

Keberhasilan ini terwujud atas usaha dan peran masing-masing anggota keluarga yang dijalankan dengan bersungguh-sungguh. Kami mengucapkan hamdalah bersama, saling memeluk dan tidak lupa mengucapkan terima kasih (bagian ini spontan, jadi tidak ada dokumentasinya). Anak-anak kami apresiasi dengan makan es krim sea salt, sedangkan saya dan suami makan semangkok mie ayam. 😍

Hal baik yang kami dapatkan dalam melakukan kegiatan bersama ini adalah lebih bersabar, melihat segala sesuatu lebih detail lagi, semakin kompak dan anak-anak lebih menghargai makanan setelah melihat proses pembuatan yang memerlukan usaha dengan menghabiskan isi piring mereka. Setelah berhasil membuat tempe, rencana selanjutnya yang akan kami lakukan adalah membuat telur asin.

Link perjalanan kegiatan keluarga Barokah

https://www.instagram.com/reel/DCS8WdAhKcx/?igsh=bHVlcXd6MTd2Z3Bj

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam


#BundaSayang

#InstitutIbuProfesional

#Berkegiatanbersamakeluarga

#SinergiWujudkanAksi

#IbuProfesional

#IP4ID2024


Jumat, 08 November 2024

Membaca Cerita Lucu Bersama Keluarga (Zona 8 Jurnal ke-2)

 


Setelah melakukan perencanaan pada jurnal ke-1, dan kami sepakat untuk membuat olahan makanan yaitu" Membuat Tempe Homemade". Qodarullah bahan baku utamanya yaitu kedelai kupas serta ragi raprima belum sampai juga. Seharusnya kalau sesuai estimasi penerimaan barang saat akan melakukan check out, barang sampai tanggal 07 November 2024. Namun hingga Jumat malam belum juga sampai. Ternyata ada penundaan pengiriman dari ekspedisinya. 

Menghadapi situasi yang seperti ini, Jum'at sebelum magrib kami langsung mengadakan rapat kecil-kecilan bersama. Sehingga diputuskan kegiatan bersama yang akan kami lakukan adalah membaca buku bersama sebelum jam tidur malam. Karena di hari Sabtunya, kami ada acara di Babelkes dari pagi hingga sore hari.

Kegiatan ini tidak sesuai dengan rencana awal karena alasan diatas. Pembelian bahan baku pembuatan tempe dilakukan sejak hari Minggu kemarin secara online dengan alasan sulit mendapatkan kedelai kupas ketika membeli di pasar. Informasi dari suami yang punya pengalaman dalam membuat tempe, akan membutuhkan waktu yang lama jika membuat tempe dari kedelai yang belum dikupas, yaitu perlu membuang kulit arinya terlebih dahulu agar proses peragian cepat serta tempe tidak bau. Mas Anaka juga sudah mencari cara mengolah tempe dan proses peragian, bahkan sudah dibuat lebih sederhana. Baraka juga sudah membantu menyiapkan alat lainnya seperti serbet, plastik ziplock, dan cetakan lucu.


Saat akan melakukan kegiatan membaca buku bersama, mas Anaka mengambil peran dalam pemilihan buku yang akan kami baca, akhirnya pilihan jatuh pada buku cerita lucu hasil karya anak-anak club cerita yang baru kemarin sampai. Saya mengambil peran untuk menyiapkan tempat dan peralatan dokumentasi, sedangkan Baraka dan ayahnya berperan menyiapkan cemilan, yaitu jus mangga homemade dan makaroni goreng. Yang sudah baik dalam melakukan kegiatan bersama ini adalah kami semakin kompak, mampu memutuskan pilihan lain dalam waktu yang sudah mepet dan yang paling penting lainnya adalah dari masing-masing anggota tidak ada yang merasa kecewa atas apa yang sudah direncanakan dan dilakukan, namun diluar kendali kita. Dan projek keluarga "Membuat Tempe Homemade" akan tetap kami lakukan jika bahan sudah datang.

Untuk hal yang perlu kami perbaiki dalam melakukan kegiatan bersama lainnya adalah lebih fokus dalam mempersiapkan bahan utama dalam waktu jauh hari. Ternyata perkiraan saya melesett 😀

Terima kasih,


Novia Hantriyati_IP Batam

Senin, 04 November 2024

Ngobrol Bareng Keluarga Tentang Rencana "BBK" (Zona 8 Jurnal ke-1)

 


"Alhamdulillah hirobbil alamin"

Rasa syukur yang tak terhingga atas segala nikmat-Nya. Masih semangat sampai di zona 8 ini. Aamiin ya Rabbal Alamin.

Inilah ceritaku yang menghadirkan aktivitas ngobrol bersama keluarga kecilku, yaitu "Keluarga Barokah"

Setelah menyimak rekaman QnA tentang materi dan tantangan di zona 8 pada hari Rabu, 30 Oktober 2024. Malam harinya saat kegiatan kruntelan bersama sebelum tidur malam, saya menyampaikan kepada suami dan anak-anak bahwa ada tantangan untuk melakukan kegiatan bersama keluarga. Mereka sangat antusias sekali ingin melakukan ini dan itu sesuai apa yang mereka inginkan. Kemudian kami sepakati pembahasan akan berlanjut di hari Sabtu bagda magrib.

Hari Sabtu, 02 November 2024 pukul 18.30 WIB di warung tenda Lamongan, kami kembali ngobrol bareng untuk perencanaan kegiatan yang akan kami lakukan bersama. Ayahnya anak-anak menyampaikan ide untuk melakukan olahraga badminton, Mas Anaka menyampaikan keinginannya untuk bermain boardgame, adik Baraka minta main ke playgroud atau pantai, sedangkan saya ingin mengolah makanan yaitu membuat tempe homemade. 

Tentunya masing-masing anggota mempertahankan ide atau gagasannya agar terlaksana, inilah yang menjadi tantangan saat kami ngobrol bersama. Selain itu, kami fokus ke masing-masing makanan ketika datang. Akhirnya obrolanpun terjeda. Setelah perut kenyang dan sambil menunggu makanan turun, obrolan kami lanjutkan.

Saya menyampaikan bahwa jurnal ke-2 dilakukan pada hari Sabtu, 09 November 2024, dimana sebelum hari tersebut adalah hari kerja suami sehingga tidak mungkin untuk berkegiatan diluar rumah (badminton & playground). Tinggal dua kegiatan yang tersisa yaitu bermain boardgame dan membuat tempe. Tantangan ketika bermain boardgame adalah sulit menentukan peran masing-masing anggota keluarga, apalagi si bungsu yang tentunya belum mengetahui aturan permainannya. Akhirnya kami sepakati untuk membuat tempe. Alasannya karena kami semua suka makan tempe 😊

Kamipun berbagi peran dimana ayah sebagai ketua pelaksana yang bertanggung jawab dalam proses produksi/pembuatan, Mas Anaka sebagai sekretaris yang bertugas mencatat dan mencari informasi pembuatan tempe, adik Baraka sebagai tim hore sekaligus tim icip-icip yang selalu siap membantu, sedangkan saya sebagai bendahara yang bertugas membeli bahan. Namun ada catatan bahwa semua anggota akan terlibat dalam proses pembuatan dari awal hingga akhir.

Pagi harinya, Mas Anaka langsung membuat semacam notulen dari hasil obrolan yang kami lakukan.

Terima kasih,


Novia Hantriyati_IP Batam


#BundaSayang

#InstitutIbuProfesional

#Berkegiatanbersamakeluarga

#SinergiWujudkanAksi

#IbuProfesional

#IP4ID2024


Bunda Mendongeng Hari 14_Makanan Kesukaan Bo

  Alhamdulillah hirobbil alamin, Sampai juga pada tantangan hari empat belas. Cerita dongeng hari ini menceritakan tentang makanan kesukaan ...