Rabu, 31 Juli 2024

Aliran Rasa Membersamai Anak Bermain (Zona 3)


 

Alhamdulillah 'ala kulli haal 💛💗

Segala puji syukur kepada Allah SWT atas segala keadaan, sehingga saya masih diberi kesempatan dan kemampuan untuk menyelesaikan tantangan di zona 3 ini yaitu mengamati perkembangan Baraka melalui beraktivitas bersama. Senang dan bangga atas pencapaian yang Baraka raih, respon yang positif saat diajak bermain dan selalu semangat dalam melakukan segala aktivitas bermain. 

Saya memahami kebutuhan Baraka bukan sekedar makan, pakaian layak pakai, rumah nyaman dan atau perhatian dan kasih sayang. Namun Baraka juga membutuhkan bermain untuk memperoleh kesenangan, mengekspresikan emosinya, meluapkan energinya baik itu bermain sendiri, bersama saudara/teman bahkan bermain bersama ayah dan ibunya.

Kesempatan bermain akan memberikan dampak perkembangan fisik dan mental Baraka. Baraka juga sedang belajar menghadapi dan menyelesaikan masalah. Keterampilan dasar hidup ini perlu dimiliki Baraka untuk bekal ketika berusia dewasa agar terbentuk kepribadian yang mandiri, tangguh/tidak putus asa, pantang menyerah dan bertanggung jawab.

Kebutuhan dan aspek perkembangan yang telah dicapai Baraka adalah sebagai berikut;

Kebutuhan yang terpenuhi :

  • Nutrisi : Baraka sudah bisa mengurangi makan makanan yang terlalu banyak gula/manis, beralih dengan suka makan buah, sayur, serta cemilan sehat buatan sendiri.
  • Lingkungan : Baraka mengenal lingkungan sekitar tempat tinggal dan bisa menyebutkan alamat rumah serta arah rumahnya.
  • Aktivitas fisik : Koordinasi mata, tangan, kaki dan seluruh otot-otot tubuh Baraka berkembang dengan baik pada usianya.
  • Pengalaman emosi : Baraka mulai bisa mengekspresikan dan mengelola emosi dengan mengatakan perasaan apa yang dirasakannya. Baraka akan mengatakan jika dia sedang sedih dan memilih untuk memenangkan diri dengan masuk ke kamar. Timbul rasa empati untuk membantu orang lain.
  • Stimulasi Kognitif :  Penalaran, pemecahan masalah, perhatian, memori Baraka berkembang sesuai harapan.
Aspek perkembangan yang terstimulus :
  • Sensori : Baraka mampu memproses dan menggabungan informasi dari panca inderanya, seperti penglihatan, sentuhan, rasa, penciuman, proprioseptif, vestibular dan pendengaran.
  • Motorik : Baraka mampu melakukan aktivitas fisik seperti keterampilan memegang benda, menjaga keseimbangan, berjalan, berlari, memanjat dan keterampilan menulis. Namun Baraka masih merasa takut untuk berseluncur, perlu pegangan saat berseluncur.
  • Diri : Baraka mulai merawat diri seperti sadar akan pentingnya mandi, makan makanan sehat, menggosok gigi, tidur siang sehingga tubuh Baraka sehat dengan BB 15 kg dan TB 99 cm
  • Bahasa : Keterampilan bahasa dan komunikasi Baraka berkembang dengan mampu memahami kata-kata tambahan, berbicara dengan kalimat yang lebih panjang dan komunikasi timbal balik.
  • Sosial : Baraka mulai berani pergi ke masjid dan pulang sendiri, tidak malu menyapa atau menjawab pertanyaan dari orang lain, berani ditinggal ketika belajar mengaji, mau bermain dengan teman sebaya atau yang diatasnya.
  • Kognitif : Daya pikir dan nalar Baraka mulai berkembang dengan kemampuannya memecahkan masalah saat bermain puzzel, percobaan sederhana dan menyelesaikan setiap aktivitas yang diberikan.
Pemberian stimulasi sangat penting bagi kemajuan tumbuh kembang anak karena tanpa stimulasi maka penyelesaian tugas perkembangan anak menjadi sulit atau tidak dapat tercapai secara optimal. Stimulasi didapatkan melalui lingkungan terdekatnya seperti orangtua, teman sebaya, maupun tempat pendidikan fromal dan nonformal. Tidak ada batasan kapan anak boleh atau tidak boleh bermain, selagi ada kesempatan untuk bermain, tetap berikan peluang untuk menstimulasi aspek perkembangan anak. Dengan begitu, datang pula beribu kesempatan sukses bagi anak.

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam




 


Selasa, 30 Juli 2024

Membersihkan kaca jendela & sepeda (Zona 3 Hari ke-14)

 



Aktivitas bermain di hari ke-14 ini adalah bersih-bersih. Awalnya saya mengajak Baraka untuk membersihkan kaca jendela yang ada di kamar dan ruang tamu. Setelah selesai Baraka ingin mencuci sepedanya yang menurut dia sudah kotor. Baraka semangat sekali saat melakukan aktivias ini. Bermain dengan menggunakan spons yang ada busa sabun untuk membersihkan kaca jendela dan juga sepeda secara hati-hati.

Kebutuhan yang terpenuhi :

  • Pengalaman emosi : Baraka bahagia melakukan aktivitas sampai selesai
  • Aktivitas Fisik : Koordinasi mata dan tangan saat menggosok, memeras spon dan menyiram dengan air.
  • Stimulus Kognitif :Mengajarkan Baraka tentang keterampilam dan pengetahuan melalui beres-beres rumah dan membersihkan benda milik pribadinya (sepeda)
Aspek perkembangan yang terstimulus :
  • Sensori : Baraka mencium bau sabun yang tajam, merasakan busa sabun yang lembut, meraba permukaan spons yang kasar dan halus.
  • Motori : Otot jari dan tangan menggosok dengan kuat, kaki berjinjit untuk menggapai permukaan yang agak tinggi, tangan meremas spons dengan campuran air dan sabun.
  • Diri : Baraka mampu membersihkan kaca jendela dan mencuci sepedanya dengan sendiri tanpa serta bertangungjawab menyelesaikan tugasnya.
  • Bahasa : Sambil beraktifitas, Baraka bercerita tentang permainan yang pernah kami lakukan dengan busa sabun (gelembung sabun, belalai gajah)
  • Sosial : Semakin mempererat hubungan Baraka dengan saya dan kakaknya.
  • Kognitif : Baraka memahami pentingnya selalu menjaga kebersihan rumah untuk kesehatan diri dan keluarganya serta timbul rasa tanggungjawabnya untuk merawat barang pribadinya supaya tidak cepat rusak.
Pengalaman saat membersamai anak bermain adalah ketika saya mengajak Baraka terlibat dalam pekerjaan rumah tangga yang ringan seperti membersihkan kaca jendela dan mencuci sepeda, saya berharap dapat memberikan bekal life skill untuk masa depannya. Baraka anak tumbuh dewasa dan perlu keterampilan untuk mengurus kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Saya memberikan tanggung jawab dan kepercayaan kepada Baraka untuk merawat sepedanya berharap Baraka bisa menjaga barang pribadinya agar awet. Aktivitas life skill ini nantinya akan saya jadikan rutinitas yang akan dilakukan setiap pekan dengan jenis aktivitas yang ringan dan menyenangkan.

https://www.instagram.com/reel/C-EiLawSjM6/?igsh=NWhueHBpcXZ3YmY5


Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam


Berkebun (Zona 3 Hari ke-13)

 


Hari yang cerah, saya mengajak Baraka untuk merawat tanaman bunga. Aktivitas ini, ayahnya masih menemani. Kebetulan sekali tanahnya sudah sangat padat dan saatnya untuk digemburkan. Merombak tanaman yang sudah lebat dan menanam kembali ke dalam pot agar semakin bertambah banyak. Respon Baraka sangat senang sekali apalagi ketika memukul-mukul pot yang rusak untuk mengeluarkan tanah dengan palu agar bisa dipindahkan ke dalam pot lainnya. Aktivitas ini sangat seru dan baik untuk mendorong Baraka beraktivitas di luar ruangan yang bisa mengembangkan keterampilan dan kemampuan motoriknya. 

Kebutuhan yang terpenuhi :

  • Lingkungan : Mengajarkan dan mengingatkan kepada Baraka akan pentingnya aneka tanaman untuk menjaga kebersihan udara dan melestarikan makhluk hidup di dunia.
  • Pengalaman emosi : Baraka mampu bersyukur, berempati dan memiliki rasa cinta terhadap tanaman yang diciptakan oleh Allah SWT.
  • Aktifitas fisik : Koordinasi otot-otot tubuh (mata, tangan, kaki) serta bergerak bebas.
  • Stimulus Kognitif : Memperluas pengetahuan tentang alam..
Aspek perkembangan yang terstimulus :
  • Sensori : Dengan tangannya, Baraka menyentuh tanah basah, kering dan lembab. Meraba permukaan daun, akar, batang . Baraka mencium udara segar, wangi bunga dan mencium bau alami tanah.
  • Motorik halus : Memegang palu untuk memukul-mukul tanah, memegang sekop untuk menggemburkan tanah, menanam kembali dan memegang spray water untuk menyiram bunga.
  • Motorik kasar : Bergerak bebas (berlari, melompat, bersepeda) di jalan depan rumah.
  • Diri : Baraka berani kotor, mempunyai rasa tanggung jawab untuk menyirap tanaman dan memberi pupuk agar tidak layu dan mati. Badan sehat, tulang kuat karena terkena sinar matahari pagi.
  • Bahasa : Baraka bisa membedakan dan menyebutkan bagian-bagian tanaman seperti daun, akar, batang dan bunga beserta fungsinya.
  • Sosial : Terjalin kedekatan dan keceriaan antara Baraka, saya dan ayahnya.
  • Kognitif : Kecerdasan naturalis berkembang dengan belajar langsung dari alam.
Pengalaman saat membersamai anak bermain adalah kegiatan merawat tanaman saya jadikan media untuk mengajarkan nilai-nilai moral dan agama. Karena dengan merawat tanaman, keindahan dan keseimbangan alam akan tetap terjaga, dan manusia bisa dijauhkan dari bencara. Baraka berani kotor dengan menyentuh tanah, tidak takut ketika melihat cacing dan ulat. Untuk mengapresiasi Baraka dan semangatnya, saya membuatkan topi dengan menggunakan batang dan daun tanaman. Baraka sangat senang sekali saat memakainya.

https://www.instagram.com/reel/C-CB7iqSvqF/?igsh=MTl5ajB3emYzamk1dw==

Terima kasih 

Novia Hantriyati_IP Batam



Minggu, 28 Juli 2024

Membuat Sate Buah (Zona 3 Hari ke-12)

 


Aktivitas bermain di hari ke-12 ini adalah membuat sate buah. Aktivitas ini sangat menarik dan edukatif dengan tujuan menanamkan kebiasaan kepada Baraka untuk mengkonsumsi buah-buahan dengan cara yang berbeda dari biasanya yakni penyajian buah dengan cara membuat sate buah. Buah-buahan saya beli tadi malam ketika pergi ke pasar kaget dekat rumah. Buah yang saya siapkan ada semangka, melon, pisang, jeruk, pir, apel dan anggur dengan warna yang berbeda-beda. Saya juga ingin mengajarkan konsep coding sederhana kepada Baraka saat menyusun buah menjadi sate.

Respon Baraka tentunya sangat senang dan bahagia, karena ada kegiatan menggunakan pisau untuk memotong buahnya. Baraka saat ini memang suka sekali menggunakan pisau untuk memotong sayuran ketika membantu saya memasak. Dia suka memotong tahu, tempe, kacang panjang, wortel, dan sawi putih.

Kebutuhan yang terpenuhi:

  • Nutrisi : Baraka mengetahui bahwa buah-buahan adalah makanan yang mengandung gizi yang dibutuhkan tubuhnya untuk bertumbuh.
  • Lingkungan : Mengeksplorasi pasar ketika saya ajak untuk membeli buah ke pasar kaget.
  • Pengalaman emosi : Baraka merasa bangga ketika berhasil membuat sate buah dan mengajak ayah serta kakaknya untuk makan bersama.
  • Aktivitas fisik : Koordinasi mata dan tangan Baraka semakin baik saat memegang pisau, mengupas buah, memotong dan menusuk.
  • Stimulasi kognitif : Kemampuan bernalar terhadap benda yang berbahaya (pisau, tusuk sate), mengenal ukuran (besar kecil), mengenal bentuk (bulat dan lonjong) dan mengenalkan coding sederhana.
Aspek yang terstimulus:
  • Sensori : Baraka bisa membedakan aroma buah yang segar seperti jeruk. Baraka merasakan melalui indra pengecap semangga yang manis berbeda dengan melon yang keras dan kurang manis, pisang yang lembut, anggur dan jeruk yang asam atau manis. Baraka meraba buah saat mencucinya.
  • Motorik halus : Baraka mampu memegang pisau dengan kuat, mengupas, memotong dan menusuk buah yang menandakan koordinasi tangan dan otot tangan serta jari-jari sangat kuat.
  • Diri : Baraka mengucapkan rasa syukur, mencuci tangan dan berdoa sebelum makan serta paham pentingnya buah untuk tubuhnya.
  • Bahasa : Baraka mengenal dan bisa menyebutkan nama buah yang telah disiapkan, menyebutkan warna, ukuran dan bentuknya.
  • Sosial : Kedekatan terjalin erat bersama anggota keluarga lainnya ketika makan buah bersama.
  • Kognitif : Baraka mampu menggunakan dan mengontrol pisau saat memotong buah, bisa mengendalikan penggunaan tusuk sate ketika menusukkan buah serta berfikir cerdas saat menyusun buah berurutan sesuai pola yang sudah saya buat.
Pengalaman membersamai saat main adalah Baraka sangat suka makan buah. Dari semua buah yang saya siapkan, Baraka kurang suka memakan buah melon. Menurut Baraka itu sangat keras, mungkin karena gigi atasnya banyak yang hilang. Ada dua pisau yang saya siapkan, yaitu pisau dapur biasa dan pisau buah. Saat mengupas kulit apel menggunakan pisau buah, Baraka masih kesusahan memposisikan pisau secara tepat. Namun tetap berhasil mengupas 1 buah apel. Untuk buah lainnya seperti jeruk dan pisang, Baraka sudah bisa mengupasnya. Baraka juga bisa menyusun buah sesuai pola coding sederhana dengan susunan buah yang berwarna warni.


Sabtu, 27 Juli 2024

Memasak Bersama Ayah (Zona 3 Hari ke-11)

 


Kegiatan bermain hari ini masih dilakukan bersama dengan ayahnya. Tadi malam, saya sudah menyampaikan kepada Baraka bahwa Minggu pagi akan membuat puding bersama ayahnya. Baraka tersenyum dengan lebar. Bahan dan kebutuhan aspek perkembangan yang perlu diamati juga sudah saya siapkan.

Kegiatan dilakukan setelah ayahnya selesai memasak sup tulang untuk menu sarapan. Saat memasak bersama, ada hal seru yang dilakukan bersama antara Baraka dan ayahnya, mulai dari tebak-tebakan seputar alat dan bahan yang digunakan, hingga mencicipi puding yang sudah siap dimakan. Ayahnya membaca petunjuk, Baraka mendengarkan, menyimak dan mempraktekan. Respon saat bermain, Baraka excited, merasa bahagia memasak bersama ayah.

Kebutuhan yang terpenuhi:

  • Nutrisi : Baraka mengetahui bahwa puding susu yang dibuat sendiri adalah cemilan yang sehat.
  • Lingkungan : Baraka mengekplorasi area dapur ketika mencari peralatan yang akan digunakan.
  • Pengalaman emosi : Baraka merasa bangga setelah berhasil menyiapkan cemilan sehat untuk diri sendiri dan keluarganya.
  • Aktifitas fisik : koordinasi tangan dan mata dan kelenturan otot-otot Baraka.
  • Stimulasi Kognitif : Mengasah keterampilan hidup untuk beradaptasi memenuhi kebutuhan hidupnya ketika dewasa dan keterampilan matematika dengan menghitung, mengenal huruf dan angka pada kemasan dan mengukur.
Aspek perkembangan yang terstimulus
  • Sensori : Baraka mengenal macam-macam rasa (manis, masam, asin, pahit,pedas), mendengarkan alat pengaduk, mencium aroma puding, mencicipi puding.
  • Motorik halus : Baraka menggunting, mengukur, mengaduk, menuang dengan baik.
  • Diri : Kepercayaan diri dan kemandirian bertumbuh, dan rasa tanggung jawab menyelesaikan tugasnya.
  • Bahasa: Selama memasak, Baraka berbicara dan mendeskripsikan apa yang dilakukan selama memasak
  • Sosial: Baraka bisa bekerja sama dan membangun kelekatan hubungan (bonding) dengan ayahnya semakin erat.
  • Kognitif: Kecerdasan Baraka terasah, melalui kegiatan menghitung saat menuangkan air dan  mengaduk, Baraka juga mengenal huruf yang ada dalam kemasan dan mulai belajar membaca.
Pengalaman (suami) saat membersamai anak adalah dia selalu siap siaga mengawasi Baraka supaya tidak menyentuh panci yang panas dan tidak terlalu dekat dengan kompor. Selama kegiatan membuat puding, Baraka belajar menyentuh, mengecap, merasakan, mencium, mengamati, mendengarkan dan mempraktekan. Baraka juga bisa belajar mengira-ira berapa air yang harus diambil dan dituang agar puding tidak terlalu lembek. Ayahnya juga memberikan apresiasi dengan bertepuk tangan dan mengatakan "Wah bagus sekali, Baraka hebat sudah bisa membuat puding untuk ayah, mamo dan mas". Dan mengajaknya membersihkan peralatan masak yang sudah digunakan serta merapikan tempat.


Melukis Es BalonZona 3 Hari ke-10)

 


Aktivitas bermain Baraka pada hari ini ditemani oleh ayahnya yaitu melukis es balon. Aktivitas ini merupakan perpaduan sains, seni dan sensori. Kebetulan saya sedang sibuk pada kegiatan posyandu untuk pemberian imunisasi PIN Polio kepada anak-anak berusia 0-7 tahun 11 bulan 29 hari. Sore harus pergi ke pengajian, malam hari ada jadwal latihan menari, maka saya meminta bantuan suami untuk bermain bersama Baraka. Sejak tadi malam, Baraka sudah mengisi balon dengan air lalu menyimpannya di dalam freezer untuk dibekukan. Paginya saya mengecek kembali ternyata sudah membeku. Ketika saya mengatakan kalau hari ini akan bermain melukis es balon dan ditemani oleh ayahnya, Baraka sangat senang dan tidak sabar untuk bermain.

Sebelum berangkat ke posyandu, saya menjelaskan kepada suami tentang cara bermainnya serta memberikan catatan mengenai kebutuhan apa yang terpenuhi dan aspek perkembangan apa yang terstimulus selama Baraka bermain. Saya meminta suami untuk mengamati dan mindfulness selama bermain. Selama bermain, respon Baraka sangat excited dan happy bermain dengan ayahnya.

Kebutuhan yang terpenuhi :
  • Pengalaman emosi : Sepanjang bermain, Baraka merasa gembira. Apalagi saat melihat cat air perlahan lumer dan bercampur warnanya di atas es balon. 
  • Stimulus Kognitif : Mengenalkan kepada Baraka tentang perubahan wujud air yaitu fase membeku dan mencair.
  • Aktivitas fisik : Koordinasi mata dan tangan saat Baraka mengoleskan kuas cat air pada es balon.
Aspek perkembangan yang terstimulus :
  • Sensosi : Baraka merasakan perbedaan sensasi disaat air dalam wujud cair dengan wujud padat (es).
  • Motorik halus : Otot jari-jari tangan Baraka semakin kuat saat memegang kuas, mengolehkan ke cat air dan mengaplikasikan dalam permukaan es balon.
  • Diri : Rasa percaya diri Baraka meningkat.
  • Bahasa : Bertambah kosa kata baru yaitu membeku, mencair.
  • Sosial : Bonding Baraka dengan ayahnya semakin kuat.
  • Kognitif : Baraka bisa menyebutkan benda yang berwujud cair selain air (minyak, sirup, kecap, bensin ) dan mengetahui perubahan wujud cair yang lainnya (menguap).
Pengalaman (suami) saat membersamai ketika main adalah dia merasa bangga bisa bermain dan mengambil peran dalam mengamati tumbuh kembang Baraka secara langsung. Selama bermain, Baraka belajar banyak hal diantaranya bekerja sama, berbagi, berkomunikasi. Baraka sangat penasaran ketika melihat kristal-kristal didalam es balon yang terlihat seperti bunga salju. Sehingga kemampuan imajinasi dan berpikirnya berkembang. Suami mengatakan bahwa besok dia siap membersamai Baraka bermain kembali. Yeyy...tentu saja saya menerima dengan senang hati dan akan memilih permainan yang lebih seru.


Jumat, 26 Juli 2024

Bersepeda (Zona 3 Hari ke-9)

 


Kegiatan main bersama hari ini adalah bersepeda. Bersepeda bukan hanya menyenangkan, tapi juga bermanfaat untuk tumbuh kembang Baraka. Karena, ruang yang luas tidak membatasi Baraka untuk terus bergerak mengayuh sepedanya. Sepeda yang digunakan Baraka dengan ukuran 12-14 inci yang memiliki roda tambahan dibagian belakangnya. Sepeda ini sesuai dan cocok dengan ukuran badannya dengan tinggi 99 cm. Respon Baraka ceria sekali. Disepanjang perjalanan sambil mengayuh sepeda, Baraka juga bernyanyi dan mengulang hafalan suroh-suroh pendek. Baraka akan berhenti jika melihat bunga atau tumbuhan yang membuat dia tertarik untuk memetiknya.

Kebutuhan yang terpenuhi :

  • Lingkungan : Tidak hanya berkeliling di komplek tempat tinggal, Baraka juga mengelilingi perumahan tetangga, sehingga dia mengenal nama perumahan yang ada disamping tempat tinggalnya.
  • Pengalaman emosi : Suasana hati Baraka ceria dan bahagia.
  • Aktivitas fisik : Koordinasi mata, tangan dan otot besar kaki. Mengayuh, memegang stang sepeda dan melihat jalan yang dilalui.
  • Stimulasi kognitif : Mengajarkan aktualisasi diri. Bersepeda secara rutin dan terus berkelanjutan, bisa menjadi rutinitas dan hobi Baraka.
Aspek perkembangan yang terstimulus :
  • Sensori : Baraka punya kesempatan untuk menyentuh, mencium, mendengar dan merasakan hal-hal baru disekitarnya yang dapat mempertajam fungsi inderanya.
  • Motorik halus : saat memegang stang, otot-otot tangan Baraka memegang dengan kuat.
  • Motorik kasar : saat mengayuh sepeda, otot-otot tubuh dan kaki semakin kuat.
  • Diri : Tubuh sehat, percaya diri dengan aktif bergerak dan keseimbangan badan terjaga.
  • Bahasa : kemampuan berkomunikasi Baraka berkembang baik ketika menyapa atau mengucapkan salam ketika bertemu teman/tetangga.
  • Sosial : Baraka berani, lebih percaya diri berinteraksi dengan orang yang dijumpai.
  • Kognitif : konsentrasi Baraka terlatih saat fokus mengayuh sepeda dan menjaga tubuhnya tetap seimbang agar tidak terjatuh serta belajar arah (kiri,kanan, depan , belakang) untuk mencapai lokasi.
Pengalaman saat membersamai kegiatan hari ini adalah aktivitas bersepeda ini yang paling digemari oleh Baraka. Walau masih menggunakan roda bantu, Baraka bisa menjaga keseimbangan saat menanjak, berputar arah dan berhenti dengan mengerem. Kakinya mengayuh dengan gerakan cepat. Namun saat melalui jalan yang menurun, Baraka belum bisa mengontrol laju sepeda, sehingga masih perlu bantuan untuk memegang sepeda dari belakang. Saat bersepeda di jalan, Baraka sudah paham harus melalui jalur sebelah kiri dan berhenti di tepi ketika ada mobil yang lewat di jalan yang sempit. Baraka juga rajin merawat sepedanya, seperti mencucinya, membersihkannya, mengecek ban dan memberitahukan kepada saya atau ayahnya ketika rusak. 

Setelah selesai bersepeda, lanjut mandi dan sarapan, Baraka masih semangat untuk membuat sebuah karya dari bahan-bahan yang dia dapat. Jadilah karya balerina dengan kostum daun dan baju bunga. 😊😊

Semoga bermanfaat!

Kamis, 25 Juli 2024

Berpakaian Sendiri (Zona 3 Hari ke-8)

 



Aktivitas bermain hari ini berkaitan dengan keterampilan bantu diri yaitu berpakaian sendiri. Sebenarnya dalam 30 aktivitas stimulus yang dijadikan acuan bermain adalah memakai kaos kaki, karena Baraka hanya mempunyai sepasang kaos kaki polos warna abu-abu, jadi mainnya diganti sengan memakai baju sendiri. Memakai dan melepas kaos kaki pun, dia sudah bisa melakukannya.

Seperti biasa sehabis mandi, dan memakai handuk, Baraka akan mencari sendiri kaos dalam, celana dalam, kaos dan celana. Setelah berpakaian lengkap, tidak lupa dia akan memakai skin care ala-ala seperti lotion, minyak wangi dan minyak rambut. Sehari-hari Baraka memakai baju sesuai dengan pilihannya sendiri, kecuali jika akan pergi keluar rumah, biasanya saya menyiapkan baju dan celana panjang. Saat memakai baju kemeja, Baraka masih kesulitan untuk mengancingkan kancing yang paling atas dan menarik resleting celana ke atas. Namun untuk meresletingkan jaket, Baraka sudah mampu melakukan. Respon Baraka sangat semangat dan antusias, apalagi ketika bercermin dan menyisir rambutnya. Hasil akhir lumayan rapi, namun saya tetap mengecek dan merapikan sedikit seperti posisi celana yang miring atau kaos dalam yang tidak dimasukkan ke dalam celana sehingga balapan dengan kaos/baju luar. 😍😍

Kebutuhan yang terpenuhi :
  • Pengalaman emosi : Baraka bersabar melakukan sampai selesai, merasa bangga dan belajar merawat tubuhnya sendiri. 
  • Stimulasi Kognitif : Baraka mengingat urutan berpakaian yang dikenakan. Baraka juga belajar mengambil keputusan saat memilih pakaian mana yang akan dipakai.
  • Aktivitas fisik : Koordinasi mata, tangan dan kaki ketika memilih baju, memakai baju dan celana.
Aspek perkembangan yang terstimulus:
  • Sensori : Baraka paham tentang konsep halus, kasar dengan menyentuh pakaiannya.
  • Motorik halus : Baraka mampu mengancingkan baju, kecuali kancing paling atas dan menarik resleting celana setengah.
  • Motorik kasar : Baraka bisa mengangkat lengan dan kaki dengan gerakan tertentu dan belajar menyeimbangkan diri dengan satu kaki saat memakai celana.
  • Diri: Lebih percaya diri dan mandiri karena merasa dia sudah besar.
  • Bahasa: Baraka mempelajari nama untuk jenis berbagai pakaian (jaket, kemeja, kaos, baju koko, celana)
  • Sosial : Baraka mengetahui pakainnya yang sudah kekecilan. Yang masih bagus dan layak pakai disisihkan untuk disumbangkan.
  • Kognitif : Baraka mampu memastikan bahwa pakaian yang dikenakan tidak terbalik. Dia belajar konsep depan belakang, terbalik atau tidak.
Pengalaman saat membersamai kegiatan ini adalah rasa syukur tak terkira saat Baraka sudah bisa berpakaian sendiri lengkap dengan treatment skin care ala-ala. Semakin bangga ketika melihat urutan memakai pakaian dan menyelesaikannya. Untuk pemilihan baju, saya memberi kebebasan untuk dia memilihnya. Menyiapkan skin care ala dia yang tidak mau kalah dengan kakaknya yang sudah mulai merawat diri. Memberikan apresiasi berupa pelukan dan ciuman saat semua kegiatan selesai. Dan tidak lupa memberikan bantuan dan dorongan semangat saat dia mengalami kesulitan. 

Keberhasilan memakai baju sendiri ini awalnya tantangan bagi saya, sama seperti ketika mengajari toilet training saat malam hari agar tidak mengompol dan bisa membersihkan diri saat buang air kecil dan air besar. Butuh waktu dan kesabaran, jangan membiarkan emosi menguasai kita dan tetaplah bersabar mengikuti perkembangan sang buah hati. 

Rabu, 24 Juli 2024

Read Aloud (Zona 3 Hari ke-7)

 


Hari ini aktivitas stimulasi bersama Baraka adalah read aloud. Kegiatan ini dipilih karena ada jadwal konsultasi ke poli rehabilitasi medik sekaligus jadwal terapi okupasi untuk si sulung. Saya berangkat setelah anak-anak pulang dari kegiatan mengaji yaitu pukul 09.00 WIB dan pulang sampai rumah pukul 15.30 WIB. Masya Allah kegiatan hari ini memang menguras energi sekali.

Ketika pulang, Baraka tertidur di mobil. Baraka merasa capek dan juga mengantuk. Setelah mandi dan kembali segar, saya mengajak membaca salah satu buku Franklin yang berjudul "Teman Baru Franklin". Respon Baraka tidak seantusias seperti biasa saat diajak read aloud atau berkegiatan lainnya. Rasa capek saat menunggu sambil bergerak bebas dan mengerjakan 5 lembar printable kegiatan pra menulis (menggunting, menempel, menarik garis, mengikuti titik-titik pada angka) yang ternyata sudah menguras energi Baraka. Bahkan energi saya semakin terkuras menghadapi kemacetan jalan saat pulang.

Kebutuhan yang terpenuhi :

  • Lingkungan : buku Franklin yang dibaca berlatar belakang sebuah hutan, sehingga Baraka mengenal lingkungan hutan melalui sebuah gambaran yang ada di buku seperti  hewan, pohon, sungai, jembatan, semak belukar.
  • Pengalaman emosi : mengeksplorasi emosi dan berempati kepada tokoh dalam cerita. Judul bukunya sesuai dengan keadaan Baraka yang saat ini sudah mulai ikut kegiatan mengaji di salah satu rumah tahfidz. Rasa takut yang di alami oleh Moose si rusa sama seperti rasa takut yang dirasakan oleh Baraka ketika berada di lingkungan dan teman baru.
  • Stimulasi Kognitif : membangun keterampilan literasi melalui pengenalan bunyi, intonasi, mendengar, berbicara, menulis, membaca.
  • Aktivitas Fisik : koordinasi mata untuk melihat huruf yang membentuk sebuah kata dan kalimat, telinga untuk mendengarkan suara saat dibacakan nyaring, mulut untuk mengucapkan atau menirukan kata/kalimat.
Aspek perkembangan yang terstimulus :
  • Sensori : otot mulut semakin baik dengan adanya kemampuan Baraka dalam mengucapan kata yang benar dan jelas. Otot pendengaran bagus untuk mengenal intonasi, volume suara dan jeda.
  • Motorik halus: Baraka bisa menirukan tulisan "Franklin"
  • Diri : Baraka mendengarkan dan menyimak dengan baik juga paham konsep seperti huruf, bunyi dan membentuk kata.
  • Bahasa: Baraka mendapatkan kosa kata baru yaitu "ramah, poster, kerangka, teman istimewa"
  • Sosial : Baraka mau bergiliran, mendengarkan dan menanggapi dengan tepat selama sesi membaca. Kedekatan terjalin semakin baik antara saya dan Baraka. Baraka juga mencintai koleksi buku bacaan.
  • Kognitif : Baraka mampu berimajinasi dan berpikir logis dengan menghubungkan cerita dengan kehidupan nyata.
Pengalaman saat membersamain aktivitas ini :
Read aloud kami lakukan setelah Baraka makan dan mandi sore. Walau awalnya tertidur saat perjalanan pulang, dan terbangun saat sampai di rumah. Hal itu tidak membuat dia "cranky". Meskipun sebenarnya capek, dia tetap mau diajak berkegiatan bareng. Baraka mempunyai kemampuan mendengarkan dan menyimak dengan baik. Saat saya memberi pertanyaan seputar bacaan, dia mampu mengingat dan menjawabnya. Kegiatan yang menyenangkan ini tidak memerlukan sumber daya mahal, dan merupakan alat yang ampuh untuk perkembangan holistik Baraka, menumbuhkan keterampilan bahasa, imajinasi, kecerdasan emosional dan tentunya menumbuhkan kecintaan terhadap budaya membaca dan belajar. 

"Tunjukkan padaku keluarga pembaca dan aku akan menunjukkan kepadamu orang-orang yang mengubah dunia" (Napoleon Bonaparte)

Yuk, jadi bagian untuk menjadi keluarga pengubah dunia dengan buku di tangan kita. Jangan berhenti membacakan buku ya...👇

https://www.instagram.com/reel/C9zpS0ASA50/?igsh=MXVtemozY2Y0Mmc3eQ==


Terima kasih


Novia Hantriyati_IP Batam


Selasa, 23 Juli 2024

Stamping (Zona 3 Hari ke-6)




Kegiatan main hari ini yang saya pilih adalah stamping dengan menggunakan tutup botol bekas kemasan minuman. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Baraka untuk memanfaatkan (mendaur ulang) tutup botol atau barang yang sudah tidak dipakai. Bahan yang digunakan yaitu kertas berbentuk lingkaran, cat warna, kuas, tutup botol, tisu dan palet cat. Cara melakukannya adalah sebagai berikut;

  1. Membuat bentuk lingkaran. Baraka menggunakan wadah yang berbentuk lingkaran untuk mencetak. Kemudian mengguntingnya.
  2. Bungkus tutup botol dalam tisu (Saya menggunakan tisu dapur yang permukaannya lebih kasar dan lebih tebal dari pada tisu wajah).
  3. Tuang cat warna dalam palet, sebarkan agar cat tidak menggumpal.
  4. Celupkan tutup botol yang sudah dilapisi tisu kedalam palet cat.
  5. Ajak anak menstempel/mengecap bentuk sesuai keinginan anak. (Baraka memilih membuat anggur, karena itu buah kesukaannya).
Dalam melakukan kegiatan ini, tentu saja Baraka sangat senang sekali. Baraka bebas menstempel bentuk lingkaran dalam kertas, kemudian menjadi gambar anggur yang bergerombol. Baraka menggunakan tiga warga yaitu, hijau, pink dan merah tua. Baraka juga melakukan percampuran warna biru dan merah yang menghasilkan warga ungu.

Kebutuhan yang terpenuhi dalam kegiatan ini :
  • Lingkungan : Baraka mengenal bentuk bangun datar (lingkaran, segitiga, persegi, persegi panjang, jajar genjang, trapesium, belah ketupat, segi lima) dari benda-benda konkret yang ada disekitar rumah.
  • Pengalaman emosi : Baraka bersabar dan tekun melakukan kegiatan sampai selesai, dan merasa bangga atas karya yang berhasil dibuat.
  • Stimulasi Kognitif : Menumbuhkan kreatifitas, melatih fokus dan konsentrasi.
  • Aktivitas fisik : Koordinasi mata dan tangan, dengan kegiatan menekan yang menghasilkan sebuah karya indah.
Aspek perkembangan :
  • Sensori : Baraka bisa menyebutkan 12 warna yang ada dalam palet. Baraka mengetahui percampuran warna ungu (merah dan biru)
  • Motorik halus : Otot jari-jari tangan Baraka semakin kuat, dilihat dari hasil cetakan dan kemampuannya dalam menuliskan huruf/angka.
  • Diri : Kepercayaan diri Baraka bertumbuh dengan baik serta merasa puas karena berhasil menyelesaikan dengan baik. Baraka tidak takut atau malu saat mengerjakan sesuatu.
  • Bahasa : Baraka memahami intruksi yang diberikan. Dapat menyebutkan bentuk benda-benda yang ada disekitar rumah.
  • Sosial : Kedekatan terjalin antara Baraka dan kakaknya karena dilakukan bersama dengan warna yang berbeda. Memanfaatkan tutup botol untuk membuat sebuah karya.
  • Kognitif : Membiasakan Baraka untuk berpikir kreatif, inovatif dan produktif melalui kegiatan yang mudah dan menyenangkan.
Pengalaman membersamai kegiatan hari ini adalah kemampuan Baraka dalam kreativitas berkembang secara maksimal. Baraka menggunakan tiga warna sesuai pilihannya, dan mencoba mencampurkan dua warna untuk menghasilkan warna baru. Ketika saya bertanya, mau membuat apa dengan bentuk lingkaran, Baraka langsung menjawab bentuk anggur. Saya hanya memberi intruksi, bahwa gambar anggurnya bukan hanya satu, harus bergerombol seperti yang pernah Baraka lihat di pasar buah atau swalayan. Hasil dari cetakan juga terlihat jelas dengan bentuk lingkaran kecil-kecil yang bertumpuk. Kegiatan diawal sampai akhir Baraka sendiri yang melakukannya. 

Link keseruan bermain 

Terima kasih 

Novia Hantriyati_IP Batam

Senin, 22 Juli 2024

Nature walk (Zona 3 Hari ke-5)

 


Suasana pagi kota Batam yang indah, dengan langit biru cerahnya. Sudah banyak terlihat warga Batam yang mulai melakukan aktivitas. Pukul 06.00 WIB, saya bersama Baraka dan ayahnya, berjalan kaki diseputar lingkungan perumahan. Berjalan kaki selama 30 menit dalam sehari, sudah menjadi rutinitas pagi. Aktivitas ini kami terapkan untuk membangun kebiasaan hidup sehat pada anak-anak, sekaligus menghindari tidur setelah sholat subuh. Saya dan si sulung mempunyai target jalan kaki 3.000 langkah dalam sehari. Jika cuaca sedang hujan, aktivitas dilakukan didalam rumah dengan bolak balik menyusuri ruangan.

Berjalan kaki adalah olahraga yang efektif murah dan mudah dilakukan. Aktivitas ini sangat bagus untuk meningkatkan kebugaran dan berdampak pada kesehatan fisik dan mental anak yang akan terus terjaga dengan baik. Saat diajak berjalan kaki, awalnya Baraka menolak, karena dia memilih untuk bersepeda. Setelah saya memberitahu bahwa besok adalah jadwal untuk bersepeda, kalau hari ini jadwalnya jalan kaki. Akhirnya Baraka mau melakukannya.

Kegiatan nature walk ini tidak hanya kegiatan jalan-jalan keliling sekitar rumah, tetapi di dalamnya saya selipkan juga kegiatan mengenal alam. Seperti mengamati bunga, rumput, pohon, batu, burung, lebah, kupu-kupu, siput. Baraka senang sekali saat menemukan putri malu yang menguncup ketika di sentuh. Rasa penasarannya pun muncul dan menanyakan kenapa hal itu bisa terjadi. Saat berjalan, Baraka juga mencari bunga, daun yang akan dibawa pulang dan dipakai untuk aktivitas lainnya.

Kebutuhan yang terpenuhi :

  • Lingkungan : mengenal lingkungan sekitar tempat tinggal.
  • Pengalaman emosi : mengucapkan hamdalah atas rasa syukur terhadap ciptaan Allah. Melatih empati dalam memperlakukan makhluk lain dengan baik (ketika melihat bekicot berjalan pelan).
  • Aktivitas fisik : bukan hanya jalan kaki saja, Baraka juga berlari dan melompat.
Aspek perkembangan yang terstimulus :
  • Sensori : mengaktifkan kepekaan sensori panca indra. Baraka bisa mencium aroma daun pandan, memandang langit, mendengar kicauan burung serta suara mobil/motor.
  • Motorik kasar : Otot kaki menjadi kuat, kemampuan berjalan dan berlarinya semakin lancar dan jarang terjatuh.
  • Diri : Setelah berjalan kaki, nafsu makan meningkat. Sarapan habis, karena energinya terkuras (capek, lapar).  
  • Bahasa : Baraka mengenal kosa kata baru yaitu "Rangsangan" ketika bertanya kenapa putri malu menguncup saat disentuh.
  • Sosial : Baraka tidak malu menyapa tetangga yang ditemuinya saat berjalan kaki, menjawab ketika mereka bertanya dan menceritakan apa saja yang dilihat.
  • Kognitif : meningkatkan daya pikir ketika menemukan hal baru yang dijumpainya. Memahami tata tertib sebagai pengguna di jalan umum.
Pengalaman saat membersamai anak hari ini adalah Baraka mudah paham ketika belajar menggunakan sesuatu yang konkret, sesuatu yang bisa dilihat dengan nyata, dipegang, diamati secara langsung. Komunikasi terjalin antara saya, Baraka dan ayahnya disepanjang jalan. Saya mengamati saat berjalan kaki, Baraka belajar tentang bagaimana caranya beramah tamah denga orang lain, mengenal lebih jauh lingkungan di sekitar rumah. Serta mengetahui tata tertib sebagai pengguna jalan di jalan umum (jalan sebelah kiri, minggir ditepi saat ada motor/mobil lewat).

Setelah sampai rumah, Baraka masih semangat untuk melakukan aktivitas yang lain. Dia menyortir serta menghitung daun dan bunga yang dibawa pulang. Kemampuan berhitungnya sudah bisa menyebutkan sampai angka 20. Kemampuan menulis sudah bisa mengenal dan menuliskan huruf namanya sendiri, serta menuliskan angka tanggal kegiatan. Kegiatan berlanjut dengan menjiplak tulang daun pada sebuah kertas dengan memakai crayon. Nature walk ternyata aktivitas mudah, banyak manfaat serta memunculkan ide kegiatan stimulus lainnya.

link keseruan aktivitas hari ini 👇

https://www.instagram.com/reel/C9tZsOeyNm0/?igsh=ZWN4MDc3ZWk2ZWg0

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam



Minggu, 21 Juli 2024

Permainan Berjalan Diatas Papan Dengan Membawa Beban (Zona 3 hari ke-4)

 




Hari ini aktivitas stimulus yang saya pilih untuk bermain bersama anak adalah berjalan di atas papan dengan membawa beban. Aktivitas ini saya pilih dengan alasan untuk melatih keseimbangan tubuh serta mengembangkan keterampilan fisiknya. Respon Baraka sangat senang melakukan aktivitas ini. Dia berusaha menjaga keseimbangan badan agar tetap berjalan diatas papan. Terkadang jatuh saat membawa nampan yang berisi bola diatas kaleng, karena memang membutuhkan koordinasi antara langkah kaki dan mata. Saat membawa beban diatas kepala, awalnya saya coba menggunakan sebuah buku, karena rambutnya yang berkilau seperti iklan shampo 😀😆 yang menyebabkan buku itu meluncur sendiri, akhirnya saya menggunakan papan kickboard yang permukaannya sedikit kasar. Baraka belum mampun untuk membawa beban diatas kepalanya,  masih menggunakan satu tangannya untuk memegang kickboard agar tidak terjatuh.

Kebutuhan yang terpenuhi :
  • Pengalaman emosi : Baraka bahagia, berani dan percaya diri dan tidak malu-malu
  • Aktivitas fisik : Koordinasi mata dan kaki berkembang semakin baik, mampu melakukan gerak lokomotor dengan baik
Aspek Perkembangan :
  • Motorik kasar : otot kaki semakin kuat, aktif bergerak melewati rintangan, melatih keseimbangan untuk berjalan diatas papan dari ujung ke ujung lainnya dengan luas permukaan papan yang cukup kecil.
  • Diri : Keberanian Baraka terlatih untuk menyelesaikan rintangan, meningkatkan sirkulasi darah dan pernapasan
  • Bahasa : Baraka memahami dan mengerti perintah sederhana saat saya memberitahu cara bermainnya
  • Kognitif : Baraka berlatih berpikir kritis serta menguji penalaran dalam menyelesaikan tantangan agar berhasil sampai di ujung papan.
Pengalaman saat membersamai Baraka bermain hari ini adalah sebelum berkegiatan, saya memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi (perut dalam keadaan kenyang), kemudian bertanya apakah  mau bermain berjalan diatas papan. Baraka tentunya penasaran tentang cara bermainnya. Saya ajak Baraka untuk mencari papan apa saja disekitar rumah sebagai papan titian. Menjelaskan bagaimana cara mainnya. Permainannya pun dilakukan dengan menyenangkan.

Saya sangat bahagia saat Baraka mau diajak bermain aktivitas ini. Saya juga melakukan pengamatan terhadap hal-hal apa yang sudah bertumbuh. Permainan ini sangat menarik, Baraka merasa tertantang untuk berani berjalan dengan berbagai gerakan, berlatih mengukur sikap dan posisi tubuh saat berdiri dan berjalan dengan benar.

Ini dia keseruan main kami hari ini 👇


Terima kasih

Novia Hantriyati_IP Batam

Sabtu, 20 Juli 2024

30 Aktivitas Stimulasi Anak Usia 3-6 Tahun (Zona 3 Hari ke-3)

 Tantangan hari ketiga masih berdiskusi dan menentukan 30 aktivitas stimulasi. Arus diskusi dikelompok 3 deras sekali terjadi sejak kemarin malam. Setelah para sobatualang menyumbangan ide aktivitas bermain bersama anak, sekarang saatnya memilih dan memilah ide-ide keren itu menjadi 30 aktivitas stimulasi yang akan dikerjakan bersama anak selama 30 hari. Sudah dipastikan sangat sulit untuk memilih mana aktivitas yang mencakup usia 3-6 tahun, karena semua ide-idenya sangat menarik dan keren. Menyatukan kegiatan yang hampir sama, serta memperluas sudut pandang akan suatu kegiatan yang awalnya bersifat minoritas menjadi mayoritas terutama dalam hal moral dan nilai agama. Dengan jenis kegiatan yang sama, namun ada perbedaan dalam pelaksanaan berdasarkan keyakinan dan kategori masing-masing usia anak.

Dengan menggabungkan kurikulum diknas, FBE, dan montessori serta menyortir berdasarkan tema kegiatan dan indikator perkembangan yang terdiri dari moral dan nilai agama, motorik kasar, motorik halus, sensori, bahasa, kognitif, sosial emosional, practical life, akhirnya selesai sudah satu file yang berisi aktivitas stimulasi bersama anak usia 3-6 tahun. Syukur alhamdulilah, dari 5 ide bermain yang saya setorkan dipilih 4 jenis kegiatan yaitu, nature walk, berjalan dipapan titian atau mengikuti garis, membuat puding dan melukis balon es. Berikut link 30 aktitivas sesuai kesepakatan bersama yang akan menjadi acuan bermain di tantangan hari ke-4 sampai hari ke-14 👇 

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1uL-f4Thn4ET6Erw9Ph58xWg7Jj6F2bnC0BF7pcqnwzI/edit?usp=drivesdk

Tabarakallah, senang rasanya melihat temna-teman yang saling support dan bekerja sama saling bahu membahu menyelesaikan tugas kelompok. Hasilnya keren banget yang dibuat memakai aplikasi canva kemudian di convert dalam bentuk PDF.

Insight hari ini adalah walaupun baru 3 hari berada dalam satu kelompok yang awalnya tidak saling kenal, namun kekompakan sudah terjalin dengan komunikasi produktif melalui pesan teks. Rasa kepedulian, ikut berpartisipasi, memahami kesibukan yang lain dan menerima hasil kesepakatan adalah wujud dari tanggung jawab kita dalam menyelesaikan suatu tantangan sehingga menghasilkan hasil keputusan yang tentunya sangat memuaskan serta membahagiakan.

Jadi tidak sabar mau bermain bersama si kecil dan mengamati aspek perkembangannya. Ayo semangat kawan...!!!💪

Novia Hantriyati _ IP Batam

#sinergiwujudkanaksi

#ibuprofesional

#IP4ID2024

#bunsayIIP

#bunsaybatch9

#institutibuprofesional

Jumat, 19 Juli 2024

Ide Aktivitas Stimulasi kelompok 3 usia 3-6 tahun (Zona 3 hari ke-2)

 Tantangan di hari kedua masih menceritakan proses diskusi di dalam kelompok beserta insight yang diperoleh.

Diskusi kelompok 3 sudah berlangsung sejak tadi malam yang membahas tentang ide kegiatan bermain untuk anak usia 3-6 tahun. Kesepakatan diskusi sebelumnya adalah setiap sobatualang memberikan ide bermain sesuai dengan usia anaknya. Setelah saya memberikan 21 ide bermain anak usia 4-5 tahun, saya tidak memantau group lagi. Saya lebih berfokus pada kegiatan zoom di kelas coaching dari rumah inspirasi. Selesai zoom, saya langsung tidur tanpa melihat HP kembali.

Pagi hari saat saya mengecek WAG kelompok 3, ternyata sudah ada banyak sekali saran yang diberikan oleh sobatualang yang lainnya. Sampai akhirnya disepakati bersama kalau setiap sobatualang memberikan dua ide kegiatan yang mencakup anak usia 3-6 tahun lengkap dengan nama aktivitas, kebutuhan yang terpenuhi yang mencakup nutrisi, lingkungan, pengalaman emosi, stimulasi kognitif, aktivitas fisik serta aspek perkembangan yang terstimulus yang terdiri dari aspek sensorik, motorik, diri, bahasa, sosial dan kognitif yang disetorkan pada jam 09.00 WIB

Kebetulan sekali hari ini ada jadwal terapi okupasi si sulung di jam 10.00 WIB. Sebelum saya berangkat ke rumah sakit, saya menyetorkan tugas lebih awal dari jam kesepakatan. Saya membuat aktivitas main sebanyak 5 jenis dalam format excel agar mempermudah tugas ibu sekretaris dalam merekap semuanya. Kemudian dari ide-ide tersebut akan dipilih dan dipilah menjadi 30 aktivitas stimulasi yang sesuai dengan anak usia 3-6 tahun dengan menggunakan metode brainstorming. 

Insight yang diperoleh dari kejadian ini adalah dengan metode brainstroming menghasilkan banyak ide-ide aktivitas yang berbeda dalam waktu singkat dan memperkuat kerjasama kelompok 3. Sobatualang dalam kelompok 3 berupaya mencari solusi atas suatu masalah yaitu menentukan aktivitas stimulasi anak usia 3-6 tahun dengan menghimpun semua ide dari sobatualang. Semua sobatualang di kelompok 3 sangat hebat, menyetorkan tugas dengan ide-ide aktivitas bermain yang keren dan menarik. Terima kasih







Kamis, 18 Juli 2024

Ceritaku Diskusi Bersama Kelompok 3 "Tahap Perkembangan Anak" (Zona 3 hari ke-1)

 Hari pertama mengerjakan tantangan di Zona 3 yang bertema "Tahap Perkembangan Anak".  Perkembangan anak merupakan sebuah proses seorang anak berubah dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, perjalanan anak dari yang masih bergantung total sama orang tua menjadi mandiri secara penuh. Perkembangan anak mencakup pertumbuhan fisik serta perkembangan intelektual, bahasa, emosional, sosial dan kognitif. Dan juga berhubungan langsung dengan gizi anak, rasa aman/nyaman, pola asuh, pendidikan dan interaksi dengan teman sebaya.

Pada tantangan hari pertama ini, saya dan semua sobatualang harus menuliskan di dalam jurnal tentang:

  • Pengalaman memilih kelompok

Kemarin, Rabu 17 Juli 2024, sejak pagi saya sudah menyelesaikan pekerjaan dosmetik dan sengaja mengubah jadwal memegang HP di jam 09.00 WIB. Setelah mbak Lulu dari tim bunsay 9 mengirimkan link untuk masuk kelompok khusus, saya langsung memilih link kelompok 3 untuk usia 3-6 tahun (A). 

Pada malam sebelumnya saya sudah menetapkan bahwa si bungsu sebagai kawan bermain dalam zona 3 ini. Si bungsu yang saat ini berumur 4 tahun, memang suka sekali bereksperimen sederhana, bermain bersama, dan rasa ingin tahunya yang tinggi. Akan tetapi setelah saya amati, ada tantangan dalam aspek kemandirian sosial (masih minta di tunggu saat mengaji) dan aspek motorik kasar (takut memanjat dan berseluncur). Sedangkan untuk si sulung yang memasuki usia 11 tahun, sudah mempunyai jadwal terstruktur sesuai kesepakatan bersama. Aktivitas bersama saya dilakukan dengan konsep membuat karya atau projek kecil. Ya..walaupun tidak sekolah, jadwal si sulung lumayan padat. Namun tetap saya pantau perkembangannya untuk keperluan pembuatan portofolio.

  • Cerita ketika diskusi bersama dalam kelompok
Gerbang WAG kelompok 3 dibuka oleh mbak Ai Nina dengan perkenalan beliau dan ucapan selamat datang kepada seluruh sobatualang yang telah masuk group. Kemudian di sambut salam perkenalan dari sobatualang yang sedang online. Ada 50 sobatualang dalam group, dari IP Batam ada saya, mbak Shanty, mbak Ami dan mbak Dina. Sambil berkenalan, kami juga berdiskusi menentukan ketua dan sekretaris kelompok. Alhamdulilah sudah terpilih mbak Betwan dari IP Jakarta sebagai ketua, sedangkan mbak Kartika Rahmani Ayu dari IP Pekanbaru sebagai sekretarisnya. Kemudian diskusi berlanjut untuk mengidentifikasi tahap perkembangan anak sesuai dengan usianya. Ada tiga kategori yaitu anak usia 3-4 tahun, 4-5 tahun dan 5-6 tahun. Selanjutnya menentukan indikator perkembangan anak dengan menggunakan Pendidikan Anak Usia Dini, keluaran Diknas yang kebetulan saya juga pakai ini untuk memantau tumbuh kembang si bungsu. Diskusi pun berakhir tepat pukul 12.14 dan akan kembali pada  pukul 16.00 WIB.
  • Insight yang diperoleh hari ini
Luar biasa.....sobatualang di kelompok 3 sangat sat set, gercap sekali. Bu ketua dan bu sekretaris sepertinya sudah sangat berpengalaman Saya sengaja mengambil peran sebagai tim hore saja, karena memang ingin fokus dalam bermain sambil urun rembug ide atau usulan. Mindfulnes dan menyediakan waktu saat berdiskusi itu sangat penting sekali untuk sebuah keputusan bersama. Hal ini sebagai contoh langsung untuk saya pribadi yang kebetulan saat ini mengambil peran dalam acara 17an di perumahan tempat tinggal. Tidak harus melibatkan suara semua warga, cukup beberapa suara yang siap hadir dan memberikan ide serta usulan yang membangun untuk kesuksesan acara memperingati HUT RI ke-79 nanti.


Bismillah..ayo kita main!

Rabu, 10 Juli 2024

Aliran Rasa Tantangan Zona 2 Komunikasi Produktif (Memberikan feedback)

 14 hari yang luar biasa dan menantang untuk selalu konsisten

Setelah mengerjakan tantangan, saya sadar bahwa komunikasi produktif merupakan ketrampilan yang perlu dilatih secara terus menerus. Terutama komunikasi produktif terhadap diri sendiri. Semakin saya amati, ternyata emosi itu mudah sekali mengambil alih kesadaran dalam pemilihan kata yang tepat saat berkomunikasi. Dalam keadaan panik atau saat marah, secara spontan membentuk pola komunikasi yang sudah tertanam dari pola asuh orang tua dahulu.

Hal ini terjadi ketika saya bersama anak-anak. Rasa lelah, lapar, ngantuk atau manajemen waktu yang semrawut sehingga menyebabkan banyak pekerjaan yang belum terselesaikan. Emosi pun muncul ketika saya bingung harus mengerjakan apa terlebih dahulu, karena menganggap semua penting. Yang seharusnya tahan membersamai anak dalam kegiatan, ini jadi gak sabar. Yang harusnya tenang saat anak-anak berteriak berebut sesuatu, ini lepas kendali dengan nada tinggi.

Melalui tantangan 14 hari ini, sebenarnya anak-anak hanya ingin di dengar dan diajak berbicara. Gestur tubuh, memberikan sentuhan, intonasi suara, mimik wajah serta pemilihan kata yang baik sangat berperan penting dalam komunikasi produktif dengan anak. Kunci terpentingnya adalah selalu bersikap tenang, tetap waras, menjaga senyum dan nafas sadar. Tepatnya cosplay menjadi ibu peri baik hati 😊

Sedangkan komunikasi produktif dengan orang dewasa perlu empati, menjaga kontak mata agar tetap fokus, serta mengenali siapa lawan bicara. Pesan Almarhuman Ibu yang selalu saya ingat adalah " Ngajeni, tepo seliro lan unggah ungguh" (Menghargai, tenggang rasa dan sopan santun). 

Dengan melatih diri melakukan komunikasi produktif, saya juga berlatih mengontrol emosi ketika berbicara terutama memberikan feedback. Terima kasih IIP, terkhusus tim kelas bunda sayang batch 9 yang sudah menyusun, meramu dan menyajikan materi yang begitu berkesinambungan dari zona 1 dan zona 2. Di tunggu tantangan di zona selanjutnya...semangat 💪😍

Komunikasi Produktif Dengan Orang Baru (Zona 2 Hari ke-14)

 Saya tinggal di salah satu perumahan sederhana yang ada di Kota Batam, yaitu perumahan Senawangi Asri. Saya membelinya pada tahun 2014. Namun baru tahun 2018 ketika saya memutuskan untuk berganti peran menjadi ibu ranah dosmetik, saya baru menempati bersama keluarga yang sebelumnya disewakan. Perumahan ini merupakan perumahan yang sangat lama. Dimana mayoritas penduduknya bisa dibilang empat puluh persen muslim, sedangkan enam puluh persen lagi non muslim. Anak kos sangat banyak, jadi bisa dibilang penduduk yang tinggal di rumah sendiri hanya beberapa KK. Dan kebetulan suami saya diamanahi untuk menjadi ketua RT.

Pada hari ini Rabu, 10/07/2024, saya kedatangan tamu seorang ibu yang ternyata pemilik salah satu rumah yang berada dilingkup RT suami saya. Dari pertama saya menetap di perumahan ini, belum pernah saya berjumpa dengan beliau. Setelah menjawab salam, saya mempersilahkan untuk masuk.

"Mbak, saya Bu Yopi. Pemilik rumah depan yang warna pink, blok CX No.21" kata bu Yopi sambil memperkenalkan diri

"Iya bu, apa yang bisa saya bantu?" sambil tersenyum saya menjawab.

"Saya rencana mau balik nama sertifikat rumah. Kemarin sudah ke notaris. Notaris bilang harus ada PL pecah. Kata om Meggi yang tinggal disebelah, saya disuruh tanya ke RT. Jadi saya kesini." si ibu menjelaskan tujuannya".

"Baik ibu, sebelumnya mohon maaf karena RT tidak punya PL pecah perumahan ini. Ibu bisa meminta ke developer. Namanya PT.Artha Kindo yang beralamatkan di JL Raden Patah, Blok D No.3A, Baloi, Batam. Sebelah kiri Indomobil." jawab saya saat menjelaskan

Kamipun berbincang lumayan agak lama, setelah saling mengenal satu sama lainnya. Beliau juga menginformasikan bahwa ada anak kos baru yang akan menyewa rumahnya.

Tindakan saat memberikan feedback : Saya bersikap sopan dan tersenyum saat berkomunikasi dengan orang yang baru saya kenal. Menjelaskan secara singkat dan jelas dimana ibu Yopi bisa memperoleh PL pecah yang diperlukan untuk kepengurusan balik nama sertifikat rumah.

Insight dari kejadian ini : Menjadi RT adalah sebuah tanggungjawab yang harus dilakukan untuk melayani lingkup masyarakat sekitar. Kesibukan suami dalam bekerja, menuntut saya terkadang menggantikan tugas sebagai RT jika ada warga yang meminta bantuan atau penjelasan terkait informasi di perumahan. Saya sangat senang saat bisa membantu warga serta melayani masyarakat.

#sinergiwujudkanaksi

#ibuprofesional

#IP4ID2024

#bunsayIIP

#bunsaybatch9

#institutibuprofesional

Senin, 08 Juli 2024

Dari Takut Menjadi Berani (Zona 2 Hari ke-13)

 Rasa takut merupakan hal yang normal dialami oleh seseorang, tidak terkecuali anak-anak. Banyak anak-anak yang takut bertemu dengan dokter gigi. Tidak terkecuali anak saya yang nomor dua. Si bungsu bisa merasa cemas, gelisah, merengek bahkan menangis saat diberi tahu akan pergi ke dokter gigi. Setelah sebelumnya sempat dirawat inap karena ada abses gusi, saya mulai mengatur jadwal untuk perawatan giginya ke dokter gigi khusus anak-anak. Dan saya mendapatkan jadwal tiga kali kunjungan.

Hari ini, Selasa 08/07/2024, si bungsu ada jadwal perawatan gigi. Hari ini kunjungan yang ketiga. Kunjungan pertama dan kedua dilakukan di bulan Juni kemarin. Seharusnya sudah tidak ada rasa takut. Namun si bungsu tetap kekeh mengatakan kalau dia tidak mau pergi ke dokter gigi dengan alasan sakit dan takut.

"Adek, hari ini jam 5 sore, kita ke dokter gigi ya!"

"Tidak, adek gak mau. Itu sakit." mungkin masih terbayang bagaimana dokter dan suster yang melakukan tindakan saat kunjungan pertama dan kedua.

"Adek kan anak hebat dan pemberani. Kemarin dibuatin gigi barukan sama pak dokter."

"Adek gak mau ke dokter gigi." mulai merengek dan menangis.

Saya mulai memangku dan mengelus punggungnya " Jadi, adik gak mau giginya sehat dan kuat? gak mau main di playgroundnya klinik dokter gigi?"

"Adek mau. Adek suka main di sana". menjawab dengan terbata-bata.

" Agar gigi adek sehat dan kuat, kita ke dokter gigi satu kali lagi ya. Biar pak dokter memeriksa gigi adek. Nanti bisa main dan kita naik Trans Batam yang new

"Ke MR.DIY ya Mo, adek mau beli mobil excavator." tangisannya mulai reda.

"Iya, kita MR.DIY setelah dari dokter gigi".

Saat memberikan feedback : Saya berusaha untuk tidak memaksa anak saat mengajaknya ke dokter gigi. Menceritakan apa yang sudah dokter lakukan saat kunjungan sebelumnya, serta menjelaskan bahwa dokter gigi hanya memeriksa kesehatan gigi. Menyetujui saat si bungsu ingin ke MR.DIY setelah pemeriksaan gigi dilakukan.

Yang bisa ditingkatkan untuk latihan esok : Berusaha memahami setiap rasa yang dialami oleh anak. Kesadaran penuh untuk selalu latihan berkomunikasi yang produktif, perlu di re-fresh, lagi dan lagi.

Insight dari kejadian ini : Jangan membiarkan berkepanjangan ketika anak merasa takut untuk ke dokter gigi. Memberikan penjelasan akan pentingnya kesehatan gigi, memilih klinik khusus dokter gigi khusus anak, mengajak jalan atau membelikan mainan kesukaannya setelah pemeriksaan, serta tidak mengucapkan atau menceritakan kata-kata yang membuat anak cemas adalah cara yang saya lakukan agar si bungsu tidak takut ke dokter gigi.

#sinergiwujudkanaksi

#ibuprofesional

#IP4ID2024

#bunsayIIP

#bunsaybatch9

#institutibuprofesional

Komunikasi Produktif Dengan Dokter (Zona 2 Hari ke-12)

Demam adalah reaksi tubuh saat terkena infeksi atau penyakit. Sejak Jumat pagi, si sulung mengeluh kalau badannya demam. Ketika saya mengecek suhunya dengan thermometer, suhunya menunjukkan angka 38,9 derajat Celcius. Kemudian saya memberinya paracetamol sirup, air putih hangat dan menyuruhnya untuk istirahat. Demamnya masih naik turun, saat saya mengecek di hari Sabtu, suhu badannya ada di angka 39,5 derajat Celcius

Hari ini, Minggu 08/07/2024 tepat jam 02.45 dini hari, si sulung menggigil dan mengigau. Saat saya sentuh, badannya sangat panas sekali. Lalu saya cek suhu badannya ada di angka 40,2 derajat Celcius. Saya memutuskan untuk membawa ke IGD di rumah sakit terdekat. Setelah sampai dan melakukan proses pendaftaran, si sulung ditangani oleh perawat yang jaga malam. Ketika dokter jaga melakukan pemeriksaan fisik, dokter bertanya;

Dokter :"Anaknya kenapa bu?"

Saya :"Demam dok, sejak hari Jumat. Ada batuk, mual dan muntah sebanyak tiga kali."

Dokter :"Kapan terakhir minum obat penurun panas?"

Saya :"Jam 10 malam, ketika mau tidur.  Minum Paracetamol sirup dengan dosis satu sendok makan."

Dokter :"Anaknya kita observasi dulu ya bu."

Saya :"Baik dokter, terima kasih."

Tindakan saat memberikan feedback, sebenarnya saya resah dan khawatir. Berusaha tetap tenang sambil berdoa dalam hati semoga tidak ada penyakit yang serius pada si sulung. Memberikan keterangan yang jelas tentang kondisi si sulung agar membantu dokter untuk melakukan tindakan yang tepat. 

Yang bisa ditingkatkan, tidak menganggap bahwa demam itu hanya sakit biasa, lebih mindfull  mengecek kondisi anak-anak saat mereka sakit, dan mengurangi aktivitas harian mereka.

Insight dari kejadian ini, demam yang dialami selama tiga hari membuat saya khawatir. Padahal demam bisa saja merupakan reaksi alami dari kekebalan tubuh yang dapat turun dengan perawatan di rumah saja. Namun saya tidak boleh menyepelekan. Saya harus tahu kapan sebaiknya si sulung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Semakin cepat demam ditangani, risiko muncul kesehatan yang serius bisa diminimalisasi.

#sinergiwujudkanaksi

#ibuprofesional

#IP4ID2024

#bunsayIIP

#bunsaybatch9

#institutibuprofesional

Sabtu, 06 Juli 2024

Komunikasi Produktif Ketika Anak Bertengkar (Zona 2 Hari ke-11)

 "Adik kok gitu, rusakin legonya mas. Mas gak mau main sama adik." 

Kalimat itu yang tadi pagi saya dengar pada hari ini, Minggu 07/07/2024. Suara si sulung yang menyatakan bahwa dia marah karena adiknya merusak susunan lego yang sudah dibuat. Si bungsu juga tidak mau kalah mengeluarkan suara nyaringnya. Akhirnya pertengkaran terjadi, si bungsu pun menangis.

Pertengkaran antara si sulung dan si bungsu sudah biasa terjadi. Awalnya mereka saling akur, tertawa dan bermain bersama. Di tengah bermain, tiba-tiba terjadi perselisihan. Perbedaan umur serta sifat unik mereka bisa jadi akar permasalahan pemicu pertengkaran. Si sulung yang sudah 11 tahun, memiliki sifat keras kepala dan serius. Sedangkan si bungsu yang berusia 4 tahun, yang saat sekarang ini suka sekali bertingkah usil. 

Ketika mereka bertengkar, saya berusaha tidak terlibat. Membiarkan anak-anak untuk menyelesaikan masalah sendiri. Saya tetap mengawasi agar tidak terjadi adu fisik, seperti memukul, melempar barang atau mencubit. Ternyata pertengkaran berlangsung lama, saya pun mengambil tindakan.

"Mas, bisa masuk kamar sebentar! Mamo ingin tenangin adik dulu." memisahkan si sulung dan si bungsu. Memberi waktu ke si sulung untuk menenangkan diri di kamarnya.

Lalu saya deketin si bungsu yang masih menangis dan memangkunya.

"Adik sedih ya, karena rusakin legonya mas. Mau, Mamo temenin untuk minta maaf ke mas?"

"Iya..adik sedih, mas marah-marah." 

"Adik minta izin dulu ya, kalau mau pinjam mainan punya mas."

10 menit berlalu, si sulung ke luar dari kamar. Kami bertiga ada di ruang tamu. Saya meminta si bungsu untuk meminta maaf kepada si sulung. Setelah semuanya tenang, saya mulai mengajak si sulung berbicara.

" Jadi, mas kesal karena adik rusakin lego mas, ya?"

"Iya, mas gak suka itu." dari nada suaranya dia masih kesal

" Bagaimana kalau legonya dirakit lagi bersama-sama? Adik jadi asisten mas, karena sesama saudara itu harus saling berbagi atau bergantian memakai mainan "

"Emm..boleh juga. Yuk dik main lagi."

Tindakan saat memberikan feedback, saya tidak naik pitam atau marah-marah kepada mereka. Berusaha terlebih dulu untuk tidak terlibat agar anak-anak belajar menyelesaikan masalah sendiri. Memisahkan mereka, saat pertengkaran mulai tidak kondusif. Memilih untuk menenangkan si bungsu terlebih dahulu. dan memberi waktu kepada si sulung untuk menenangkan diri. Mencoba mengklarifikasi masalah, membantu memberi solusi serta menjelaskan pentingnya berbagi mainan sesama saudara.

Insight dari kejadian hari ini,  pertengkaran antara kakak beradik merupakan bagian dari kehidupan dalam keluarga. Perselisihan ini dapat membantu anak untuk mengasah keterampilan dalam sosialisasi dan memecahkan masalah dengan ornag lain. Walau demikian, sebagai orang tua tetap harus mengawasi dan mengambil langkah untuk mengatasi pertengkaran ini. 

Jangn lupa, anak-anak selalu membutuhkan teladan dari orang tua. Maka berikan contoh menyelesaikan masalah yang baik kepada buah hati kita...Semangat..💪😊

#sinergiwujudkanaksi

#ibuprofesional

#IP4ID2024

#bunsayIIP

#bunsaybatch9

#institutibuprofesional

Jumat, 05 Juli 2024

Komunikasi Produktif Ketika Anak Terjatuh (Zona 2 Hari ke-10)

 Bermain adalah kodrat anak. Apalagi bermain di luar ruangan. Hal ini tentunya dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak. Ketika anak-anak bermain di luar, mereka dapat mejelajahi alam, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mengenal lingkungan sekitar.

Hari ini, Sabtu 06/07/2024, setelah sarapan si sulung meminta izin untuk bermain ke fasum perumahan. Ternyata si bungsu juga ingin bermain keluar rumah. Si sulung ingin bermain bola bersama teman-temannya, sehingga dia membawa bola kaki dan juga peluit. Saya berpesan kepada si sulung untuk memjaga dan memperhatikan adiknya saat bermain di fasum.

Setelah 20 menit berlalu, saat saya sedang mencuci piring, terdengar pintu depan digedor-gedor. Ada suara si bungsu yang menangis meraung-raung.  Saat saya membuka pintu, si bungsu menangis sambil berteriak..

  "Mamo sakit."  sambil menunjukkan pergelangan tangan kirinya yang lebam dan merah

" Adik jatuh ya?Mana yang sakit?" saya berjongkok untuk mensejajarkan dengan tinggi badannya.

" Tangan adik sakit, lutut adik sakit. Adik gak bisa bergerak" masih berdiri kaku di depan pintu sambil berteriak dan menangis.

Saat saya mau melihat bagian lutut dengan menyingkap celananya, dia spontan bilang " Tidak  boleh. Itu sakit"

" Tangan dan lutut adik sakit kan! boleh mamo bantu untuk menghilangkan sakitnya? Mamo punya salep ajaib lho. menjeda sebentar

 " Sekarang kita pindah di sofa ya, mau jalan sendiri atau di gendong?"

"Gendong mamo, adik gak bisa berjalan."

Mungkin karena mendengar kata " Saleb ajaib" , si bungsu mau diobati dan meminta di gendong untuk pindah duduk di sofa ruang tamu. Setelah nyaman, saya izin ke si bungsu untuk mengambil air minum, kapas, betadine, salep thrombophob dan hansaplast. Saya memberikan air minum dulu, agar si bungsu tenang. Kemudian meminta izin untuk mengobati lukanya. Setelah semuanya selesai, dan si bungsu sudah tenang, saya meminta dia menceritakan kenapa bisa terluka.

Ternyata saat di fasum, dia bermain kejar-kejaran sama temannya. Ketika berlari, si bungsu tidak melihat ada polisi tidur. Sehingga kesandung dan terjatuh. Dia bangun lalu langsung pulang, tidak menangis saat jatuh dan menahannya sampai di rumah. (sepertinya dia malu, karena banyak temannya di Fasum) 😀

" Wah, adek hebat lho bisa menahan sakit sampai di rumah. Mamo dulu juga pernah jatuh, rasanya sakit dan perih." 

Tindakan saat memberikan feedback, saya tenang, memposisikan tubuh sejajar dengan si kecil dan menanyakan bagian tubuh mana yang sakit. Menanyakan apakah mau di obati, bisa jalan sendiri atau minta di gendong. Meminta izin saat mengobati lukanya, serta mengenalkan obat luka apa yang saya gunakan. Setelah selesai dan melihat si bungsu tenang, baru meminta si bungsu untuk menceritakan kejadiannya. Memberikan apresiasi atas usaha yang telah di lakukan si bungsu, yang sudah menahan rasa sakit.

Insight atas kejadian hari ini, saat si kecil terluka karena terjatuh, maka dia merasakan rasa sakit dan perih. Kadang rasa kekhawatiran dan panik membuat orang tua refleks memarahinya, padahal anak sedang merasa kesakitan. Saat seperti ini, perlu kesadaran penuh agar orang tua bisa tenang dan mencontohkan rasa empati ketika anak merasa sakit.

#sinergiwujudkanaksi

#ibuprofesional

#IP4ID2024

#bunsayIIP

#bunsaybatch9

#institutibuprofesional

Komunikasi Produktif dengan Rencana Dadakan (Zona 2 Hari ke-9)

 Libur telah tiba, hore..hatiku gembira (sepenggal lirik lagu anak-anak yang dibawakan penyanyi cilik pada zamannya yaitu Tasya Kamila).

Tak bisa dipungkiri, liburan sekolah menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu para pelajar. Saat masa liburan sekolah, anak-anak tentu akan memiliki banyak waktu luang untuk bersantai di rumah. Banyak anak berharap dapat mengisi liburan dengan berbagai kegiatan yang seru dan menyenangkan.

Hari ini, Jumat 05 Juli 2024, sejak pagi ada delapan anak yang bermain di rumah. Lima anak, umurnya sebaya si sulung, dan tiga anak lainnya berusia diatas si bungsu. Hari ini, mereka main tidak terencana, beberapa ada yang main lego, ada yang memilih membaca buku, dan ada juga yang mewarnai. Biasanya setiap liburan sekolah, saya membuat sebuah kegiatan yang nantinya bisa mengisi hari libur mereka. Seperti pada liburan semester kemarin, kami pergi mengunjungi museum Raja Ali Haji dan perpustakaan daerah dengan mengendarai trans batam. Kami juga berwisata edukasi yaitu pergi ke Taman Rusa Sekupang.

Liburan kenaikan kelas tahun ini, saya tidak punya rencana untuk mengadakan kegiatan untuk mereka, karena energi saya sudah terkuras saat di kampung halaman. Selain itu, hari Senin saya beserta anak-anak sudah kembali ke rutinitas harian kami. Sedangkan anak-anak di perumahan yang masih libur sekolah, sudah menunggu aktivitas yang akan dilakukan bersama seperti liburan sebelumnya. Tiba-tiba ada anak yang menyampaikan ide,

Boy  :"Mamo, kita berenang saja." anak-anak yang lain juga ikut heboh menyuarakan suaranya yang ingin berenang juga.

Me :"Baiklah. Sekarang dengerin mamo, kita beresin mainannya, lalu diskusi untuk membahas ini."

Mereka semangat untuk membereskan mainan dan mengikuti arahan saya untuk berdiskusi. Diskusi berlangsung di teras depan rumah, mereka duduk setengah melingkar. Hasilnya pun sudah mencapai kesepakatan bersama, diantaranya;

  1. Acara berenang dilakukan pada hari Sabtu, 06/07/2024 pukul 09.00-14.00 WB.
  2. Berkumpul di rumah Anaka pukul 08.30 WIB.
  3. Lokasi renang di Waterpark Top 100 Batuaji.
  4. Biaya masing-masing anak Rp.50.000.
  5. Transportasi menggunakan Trans Batam.
  6. Wajib meminta izin ke orang tua.
  7. Wajib membawa bekal (makanan,minuman) & keperluan pribadi.
  8. Wajib sarapan sebelum berangkat.
  9. Anak dibawah umur 8 tahun, orang tua harus ikut.
  10. Saat dilokasi, sesama teman harus saling mengawasi, harus berkelompok dan tidak mencar dari yang lain.
Saya meminta kepada mereka untuk menyampaikan kepada orang tuanya tentang kesepakatan rencana untuk berenang bersama. Saya juga menyampaikan bahwa menunggu respon orangtuanya sampai jam 20.00 WIB melalui WA untuk menentukan berapa anak yang akan ikut.

Tindakan saat memberikan feedback hari ini, saya awalnya kaget saat mereka menyampaikan keinginannya untuk berenang, karena saya pikir mereka ingin berenang ke pantai. Merespon ide mereka dengan kalimat singkat yang menunjukkan bahwa saya menyetujui dan mengajak mereka membereskan mainan sebelum membahas lebih lanjut agar perhatian mereka tidak terpecah. Kemudian berdiskusi, untuk mengajarkan kepada mereka bahwa perlu pembahasan dan kesepakatan bersama agar sebuah rencana dapat berhasil.

Insight yang terjadi dari kejadian ini, bahwa masa anak-anak seusia si sulung adalah waktunya melakukan sesuatu hal bersama dengan teman. Mungkin sebagian dari mereka sudah biasa pergi berenang bersama keluarganya, namun kebersamaan dengan temannya itu yang menjadi momen spesial dan tidak akan pernah mereka lupakan. Saya merasa senang sekali, saat mengajak mereka berdiskusi, ketika ada yang menyampaikan ide konyol, yang lain tidak langsung membantahnya. Mereka saling menghargai pendapat teman yang lain dan menerima jika pendapatnya tidak diterima. Dan yang paling utama mengajarkan kepada mereka untuk menjalin komunikasi produktif dengan menyampaikan hasil kesepakatan kepada orang tuanya saat mereka meminta izin.

#sinergiwujudkanaksi

#ibuprofesional

#IP4ID2024

#bunsayIIP

#bunsaybatch9

#institutibuprofesional


Rabu, 03 Juli 2024

Komunikasi Produktif dengan Diri Sendiri (Zona 2 Hari ke-8)

 Hari ini, Kamis 04 Juli 2024, ada jadwal konsultasi ke psikiater untuk anak sulung saya. Pagi-pagi saya sudah mengajak anak untuk melakukan rutinitas harian sesuai jadwal yang sudah disepakati bersama. Semua berjalan sebagaimana mestinya, si sulung pergi mengaji, mengerjakan worksheet literasi keuangan dan mengikuti zoom bersama teman-temannya di kelas Midway English Club. Sedangkan si bungsu asyik dengan cat air sejak pagi dan bermain lego.

Saat berkegiatan, ada tetangga yang datang ke rumah ingin meminta tolong untuk pengurusan perpanjangan UWT. Sementara anak-anak bermain bebas, saya dengan tetangga membahas persyaratan dan langkah-langkah perpanjangan UWT yang akan diajukan online ke BP Batam. Tak terasa waktu pun berjalan begitu cepat. Kemudian saya menyampaikan ke tetangga, jika ada yang belum jelas, pembahasan bisa lanjut nanti malam atau besok pagi, karena saya harus ke rumah sakit.

Mungkin karena waktunya yang mepet sekaligus harus menyesuaikan dengan jadwal trans batam di halte terdekat, saya jadi lebih mendorong anak-anak untuk sigap ketika mengajak berkemas, tujuannya agar tidak terlambat.

"Ayo cepat, cepat. Siapkan apa yang mau dibawa. Ayo mas ambil buku, adek ambil mainan." saya bergerak cepat sambil memasukkan barang lain ke dalam tas.

lalu si sulung menyelutuk " Mamo kok bilang cepat, cepat gitu. Kan bisa pelan-pelan harus tenang."

" Oh..iya..ya, maaf ya mas, mamo panik. Tenang..tenang. "

Lalu kamipun tertawa bersama.

Tindakan saat memberikan feedback atas kejadian hari ini, saya panik karena mengingat waktu yang mepet dan khawatir jika kami terlambat sampai rumah sakit. Langsung berusaha tenang dan meminta maaf atas respon otomatis yang saya lakukan.

Insight dari kejadian ini : Saya jadi pikir lagi "Saya ini mau memberikan pola komunikasi seperti apa kepada anak-anak, sedangkan komunikasi dengan diri sendiri saja masih perlu dilatih dan dikembangkan. Karena anak itu menangkap pola, bukan apa yang kita ucapkan, sehingga secara langsung kata-kata yang saya ucapkan akan menjadi pola komunikasi saya dengan anak-anak. Saya harus lebih sadar mengenali situasi dan respon otomatis seperti apa yang harus saya katakan.

#sinergiwujudkanaksi

#ibuprofesional

#IP4ID2024

#bunsayIIP

#bunsaybatch9

#institutibuprofesional


Selasa, 02 Juli 2024

Komunikasi Produktif dengan Tetangga (Zona 2 Hari ke-7)

 Tetangga adalah saudara terdekat, karena tetangga merupakan orang yang tinggalnya bersebelahan dengan rumah kita dan sering kali membantu jika ada permasalahan. Hari ini, Rabu 03 Juli 2024 saya berkunjung ke beberapa rumah tetangga untuk memberikan sedikit oleh-oleh dari pulang kampung. Setelah mengucap salam dan bertanya kabar, serta menyampaikan maksud kedatangannya saya, saya memutuskan langsung pulang karena hendak membereskan rumah. Namun ada satu tetangga yang membuat saya bertahan agak lama di rumahnya. Dia bercerita tentang kesedihannya yang tidak bisa pulang kampung karena ibunya sedang sakit keras. Mungkin faktor waktu dan biaya yang menyebabkan tetangga saya tidak bisa pulang.

She    :" Aku sedih lho mbak, ibuku sakitnya sudah parah. Gak bisa pulang, tahun ini anakku nomor dua masuk pondok. Gimana ya mbak?"

Me    : " Ibu yang sabar, pasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Perkuat doa dan dzikirnya, Insya Allah ada jalan terbaik yang akan Allah berikan. Ikhlas atas takdirNya. 

Saat memberikan feedback, saya merasakan kesedihan dan kebingungan yang dirasakan tetangga saya dengan menatap matanya. Tidak banyak kata yang saya ucapkan, menunjukan rasa empati, memberi dia semangat agar tetap sabar, dan kuat. Berusaha menjadi pendengar yang baik atas rasa sedihnya.

Insight dari kejadian hari ini, kita sebagai manusia terkadang dihadapkan sebuah pilihan yang membuat kita bingung untuk memilihnya. Disaat seperti ini, butuh seseorang yang amanah dan kita percaya sebagai pendengar akan rasa sedih yang kita rasakan. Sangat penting untuk berbuat baik terhadap tetangga karena mereka saudara terdekat tanpa ikatan tali persaudaraan. Jika suaru saat kita mendapatkan kesulitan, merekalah yang akan menolong untuk pertama kalinya.

#sinergiwujudkanaksi

#ibuprofesional

#IP4ID2024

#bunsayIIP

#bunsaybatch9

#institutibuprofesional


Senin, 01 Juli 2024

Komunikasi Produktif Melalui Panggilan Suara (Zona 2 Hari ke-6)

 Berkomunikasi melalui telepon adalah salah satu cara untuk melatih pendengaran yang paling menantang. Cara ini sudah lazim dimanfaatkan banyak orang untuk urusan pribadi maupun pekerjaan. Dengan menggunakan telepon, dua orang yang memiliki jarak jauh pun dapat tetap melakukan komunikasi. Sehingga dapat menghemat waktu dan lebih efisien.

Hari ini, Selasa 02 Juli 2024, saya mendapat telepon dari atasan saat bekerja dulu. Sudah lama kami tidak bertukar kabar. Hampir tiga tahun lebih tidak saling berkomunikasi karena kesibukan masing-masing. Jarak jauh antara Surabaya-Batam, yang memisahkan kami untuk bertatap muka secara langsung.

Setelah menjawab salam dan bertanya tentang kabar masing-masing, pembicaraan inti pun dimulai.

She : " Nov, kamu kapan siap bekerja lagi?"

Me :"Lho, Mengapa madam?" (syock tiba-tiba ditanyain tentang kerja)

She : " Mr.Moza yang dulu customer kita dari Singapore minta dicarikan Accounting. Kamu masih ingat kan?"

Me :" Oh ya, bapak yang tinggi besar pakai kacamata."

She :"Iya, gimana siap tidak? kalau ok, kirim CV ke emailku."

Me :"Wah, tawaran yang menarik Madam. Namun saat ini, aku masih ingin membersamai anak-anak. Mohon maaf ya Madam."

She :"Ok gak papa. Kapanpun kamu siap kembali kerja, hubungi aku saja ya."

Madam..itulah panggilan sewaktu menjadi atasan saya saat kami bekerja di salah satu perusahaan minyak di Batam. Beliau orang yang tegas, disiplin, tidak suka bertele-tele. Selalu menjadi garda terdepan untuk membackup pekerjaan orang-orang yang berada dibawah kepemimpinannya.

Saat memberikan feedback : Saya kaget untuk pertanyaan awal. Kembali tenang sambil tertawa kecil untuk menjawab pertanyaan berikutnya. Menjelaskan keadaan yang saya pilih saat ini, dan mengatakan permintaan maaf karena tidak bisa menyanggupi permintaannya.

Insight dari peristiwa ini : Walau kami sudah lama tidak bertukar kabar, saat komunikasi berlangsung tetap berjalan luwes alias tidak kikuk. Penyampaiannya yang to the point, menuntut saya untuk mengambil keputusan cepat tanpa harus memikirkan dua kali.

Inilah takdir, siapa yang tahu. Kemarin ada yang bertanya kenapa gak kerja, ehh hari ini langsung dapat tawaran kembali kerja. Ini semua tidak lepas dari campur tangan Sang Khalid, atas pilihan saya untuk tetap membersamai anak-anak. 

#sinergiwujudkanaksi

#ibuprofesional

#IP4ID2024

#bunsayIIP

#bunsaybatch9

#institutibuprofesional


Bunda Mendongeng Hari 14_Makanan Kesukaan Bo

  Alhamdulillah hirobbil alamin, Sampai juga pada tantangan hari empat belas. Cerita dongeng hari ini menceritakan tentang makanan kesukaan ...