Selasa, 22 Oktober 2024

Mengenalkan Listik Pada Anak-Anak Club Cerita Muda (Zona 7 hari ke-13)

 



Memulai aktivitas hari ini dengan beberes area dapur, yaitu permasalahan limbah minyak goreng. Minyak jelantah adalan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan dari sisa penggorengan. Jika dibuang sembarangan, dapat mencemari lingkungan dan berdampak buruk pada kesehatan. Beberapa dampak buruk yang bisa ditimbulkan seperti, menyumbat saluran air, merusak kualitas air dan tanah, serta dapat mencemari sungai atau lautan. 

Minyak jelantah  ini biasanya saya kumpulkan dalam botol plastik. Sudah ada sekitar 2 setengah botol ukuran 1.500 liter. Limbah minyak akan saya bawa ke tukang pengemul minyak bekas. Pihak pengepul menghargai dengan harga Rp.2.500,- per liter. Minyak jelantah ini nantinya akan disalurkan ke pusat pengelolaan sampah dan diolah untuk menjadi bahan bakar biodesel. 

Aktivitas selanjutnya adalah mengenalkan energi listrik kepada anak-anak club cerita muda melalui zoom meeting. Sejak kemarin saya dan suami membuat presentasi sederhana tentang listrik. Dan hari ini kami presentasikan di depan anak-anak club cerita muda usia 10 tahun keatas. Dalam pemaparan materi, kami menyampaikan dari mana asalnya listrik sehingga bisa sampai ke rumah-rumah serta tindakan apa yang harus anak-anak lakukan untuk menghemat sumber daya listrik. Setelah penyampaian materi, anak-anak kami ajak langsung praktek membuat rangkaian seri. Anak-anak sangat antusias, walau ada beberapa anak yang masih kebingungan, namun mereka tetap semangat untuk mencoba sampai rangkaiannya berhasil.

Hal baik yang saya dapatkan yaitu, penggunaan minyak jelantah secara berulang dan membuangnya sembarangan masih menjadi masalah. Hal ini terjadi mungkin karena ketidaktahuan masyarakat terhadap pengelolaan limbah minyak jelantah secara tepat. Dengan cara mengumpulkan terlebih dahulu dalam sebuah wadah, ternyata bisa meminimalisir bahaya minyak jelantah yang dibuang ke saluran air.

Mengenalkan dan mengajarkan anak-anak tentang pentingnya hemat energi dapat membantu mereka memahami dampak penggunaan listrik yang berlebihan terhadap lingkungan. Mereka dapat belajar untuk mematikan lampu saat tidak digunakan, mencabut peralatan elektronik yang tidak terpakai dan menggunakan peralatan listrik dengan bijak. Kebiasaan baik ini, jika ditanamkan sejak dini, akan terbawa hingga dewasa dan berkontribusi pada penghematan energi secara global.

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

 #BundaSayang9
#InstitutIbuProfesional
#CintaBumi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024



Minggu, 20 Oktober 2024

Mengganti Tisu Dengan Sapu Tangan (Zona 7 hari ke-12)

 


Qodarullah sejak tadi malam, saya terserang batuk dan pilek. Tenggorokan rasanya gatal sekali dan tidak nyaman, kepala juga sedikit pusing. Namun hari ini ada jadwal kunjungan ke dokter anak untuk tumbuh kembang si sulung. Mau tidak mau harus berangkat ke rumah sakit. Pagi ini saya dibantu suami menyiapkan perbekalan yang akan kami bawa  ke rumah sakit yaitu roti kukus selai bluebery dan makaroni basah, serta air hangat. Semuanya kami masukkan dalam wadah dan botol air minum. Setelah semuanya beres, kami berangkat ke rumah sakit bareng suami yang akan berangkat pagi. Kebetulan dokter prakter di jam pagi.

Ketika terserang flu dan batuk, pastinya hidung akan berair, tenggorokan nyeri karena ada dahak yang harus dikeluarkan. Pada saat seperti ini, tentunya membutuhkan banyak tisu. Untuk mengurangi penggunaan tisu yang berlebihan, saya membawa beberapa sapu tangan dan kantong untuk tempat sapu tangan yang sudah kotor. 

Setelah selesai konsultasi ke dokter anak, kami langsung pulang dengan menaiki bus Trans Batam. Seperti biasa ada dua rute bus yang akan kami naiki untuk kembali pulang ke rumah. Walau rasanya lelah, karena kurang enak badan. Saya bersyukur semua berjalan dengan baik. 

Hal baik yang saya dapatkan untuk aktivitas hari ini adalah ternyata saya bisa melawan rasa "KEMALASAN" disaat badan sedang kurang fit. Walau sebenarnya bisa membeli makanan dikantin, bisa menggunakan tisu yang sekali pakai langsung dibuang, bisa menggunakan kendaraan sendiri agar tidak capek di jalan. Namun tekad kami untuk mencintai "Ibu Bumi" seperti sudah menjadi mindset yang harus selalu dilakukan walau dalam langkah kecil.

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang9
#InstitutIbuProfesional
#CintaBumi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024

Menjaga Bumi Dengan Menggunakan Pembalut Kain (Zona 7 hari ke-11)

 


Sebagai perempuan yang masih mengalami menstruasi aktif, tentunya akan banyak memakai pembalut sekali dan berakhir menjadi sampah. Untuk mengatasi hal ini, saya menggunakan pembalut kain yang bisa dicuci ulang. Sudah 5 tahun saya menggunakan pembalut kain merk "Yuspin" sejak anak kedua lahir. Sekarang sudah ketiga kalinya saya berganti pembalut kain. Karena pemakaian pembalut kain ada jangka masanya yaitu kurang lebih dua tahun. Selama memakai pembalut kain ini, tidak ada keluhan terkait iritasi, karena tidak mengandung bahan kimia sehingga aman untuk kesehatan. Walau awalnya agak ragu, apakah pembalut ini aman dalam artian tidak bocor ketika dipakai, akhirnya bertahan sampai sekarang. 

Aktivitas selanjutnya adalah mendaur ulang sampah kaleng, botol susu, dan stick es krim menjadi sebuah karya yaitu "Pengeras suara smartphone". Si sulung sangat suka sekali saat mengerjakan worksheet sanbil mendengarkan musik. Kebetulan speaker yang biasanya digunakan mengalami kerusakan. Suami belum sempat untuk memeriksa dan memperbaiki kerusakannya. Agar tetap bisa mendengarkan lagu, akhirnya saya dan si sulung membuat speaker dengan menggunakan barang-barang bekas.

Hal baik yang didapatkan adalah memulai langkah kecil untuk mencintai bumi harus dilakukan oleh semua perempuan, apapun bentuknya, saat ini juga

Terima kasih,


Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang9
#InstitutIbuProfesional
#CintaBumi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024


Sabtu, 19 Oktober 2024

Sampah Mu Tanggung Jawab Mu (Zona 7 hari ke-10)

 


Aktivitas cinta bumi pada hari ini dimulai dengan merawat tanaman yang ada disekitar rumah. Saya dan si bungsu memberi pupuk tanaman dengan pupuk organik yaitu eco enzyme. Larutan ini tiga bulan yang lalu saya buat dari sisa kulit buah-buahan dengan mencampurkan 1 kg gula molases, 3 kg kulit buah dan 10 L air sisa AC. Semuanya dimasukkan ke dalam ember bekas cat 25 kg dan di tutup rapat. Setiap pagi saya membuka tutupnya sebentar untuk menghilangkan gas yang dihasilkan. Dulu pertama kali saya membuat eco enzyme dengan menggunakan  galon air minum kemasan 5 liter, dan saat dibuka ada gas yang meledak keluar. 

Pemakaian eco enzyme sebagai pupuk dengan cara melarutkan 30 ml eco enzyme kedalam air sebanyak 2 liter. Larutan ini sangat bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan tanaman, serta mengusir hama hewan seperti semut atau kecoa. Eco enzyme juga dapat membersihkan selokan sehingga dapat memperbaiki kualitas air yang tercemar, menjernihkan air, dan meluruhkan kotoran dan sumbatan.

Aktivitas selanjutnya yaitu mengolah sampah plastik yang kemarin sudah dipilah untuk dijadikan ecobrick. Dalam peraturan rumah ada prinsip bahwa "Sampah mu adalah tanggung jawab mu"  berlaku untuk sampah plastik. Dalam artian, anggota keluarga yang membawa sampah plastik dari luar, dia harus bertanggung jawab untuk mengolahnya. Misal anak-anak membeli snack kemasan plastik, anak-anak harus bertanggung jawab untuk menggunting-gunting menjadi kecil lalu dimasukkan ke dalam botol dan dipadatkan dengan kayu. Sampah botol juga harus dipisahkan dari kemasan plastiknya , lalu dimasukkan ke dalam tong sampah khusus botol plastik. Aturan ini disepakati bersama agar setiap anggota keluarga peduli akan kebersihan rumah serta bertanggung jawab terhadap sampah yang ditinggalkannya.

Hal baik yang didapatkan adalah anak-anak mulai berkurang untuk membeli snack kemasan plastik atau minuman kemasan serta mereka mulai peduli dan bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan sendiri. 

Terima kasih,

Novia Hantriyati _IP Batam

#BundaSayang9
#InstitutIbuProfesional
#CintaBumi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024

Jumat, 18 Oktober 2024

Jenis Angkutan Umum di Batam (Zona 7 hari ke-9)

 


Kegiatan diawali dengan membuat bekal dan sarapan yang akan kami bawa ke rumah sakit. Hari ini si sulung ada konsultasi ke dokter anak yang sudah dijadwalkan setiap 3 bulan sekali. Setelah semuanya urusan perbekalan siap, sebelum berangkat, kami memastikan semua lampu dan stopkontak dalam keadaan mati. Selain itu mengecek pengaturan suhu lemari es ada diangka 3 derajat celcius, karena si bungsu sangat suka sekali mengutak atik pengaturan suhu kulkas. 

Kami berangkat menggunakan alat transportasi umum yaitu bus Trans Batam. Saat melihat jadwal keberangkatan dari aplikasi, waktunya masih sekitar 30 menit lagi busnya sampai ke halte terdekat, sehingga kami jalannya santai. Namun setelah sampai dipinggir jalan, ternyata bus sudah ada di depan lampu merah menunggu lampu hijau. Kami harus lari-lari agar tidak ketinggalan bus. Drivernya pun bertepuk tangan menyemangati kami..😁😆

Pulang dari rumah sakit kami menncoba naik angkutan umum Jono (Jodoh Nongsa). Ini pertama kali kami naik angkutan ini, rutenya pun beda dengan jalur bus Trans Batam. Saya dan anak-anak tertawa karena tidak tau jalurnya dan akan dibawa kemana, si sulung pun berbisik 'jangan-jangan kita diculik'😆

Hal baik yang saya dan anak-anak dapatkan hari ini adalah pengalaman baru naik kendaraan umum yang rutenya berbeda dari biasanya. Harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan tarif Trans Batam. Bedanya bus Trans Batam ada jadwalnya, sedangkan angkutan umum bebas tidak ada jadwalnya (bisa cepat atau lambat), selain itu driver juga sedikit ugal-ugalan saat berkendara. Ternyata kami lebih nyaman naik bus Trans Batam.

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang9
#InstitutIbuProfesional
#CintaBumi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024


Rabu, 16 Oktober 2024

Solusi Menghemat Air, Listik dan Per-Gombalan (Zona 7 hari ke-8)

 






Sudah hampir 6 tahun, kami tinggal di kawasan yang airnya tidak pernah mati. Jikalau ada kerusakan pipa bocor skala kecil, air masih mengalir. Sehingga kami hanya memakai shower dan ember kecil untuk menampung air. Awal bulan ini terjadi lagi kebocoran pipa besar di jalur utama, aliran air dibeberapa perumahan mengalami mati total hampir 1 harian, termasuk perumahan kami. Kami harus membeli air galon untuk kebutuhan domestikan. Dari kejadian ini, akhirnya kami membeli ember yang besar untuk menampung air, sekaligus melakukan pengecekan terhadap kran air. Ternyata kran yang mengalami kebocoran skala kecil, jadi kami meletakkan wadah untuk tetesan air tersebut. Upaya untuk menghemat penggunaan sumber daya air.

Setelah kemarin memasang alat untuk memantau penggunaan listik, akhirnya selesai juga suami membuat rangkaian untuk saklar senja. Ini berguna sebagai saklar otomatis yang akan menghidupkan dan mematikan lampu sendiri jika diaktifkan. Bila matahari tenggelam, lampu akan menyala, jika matahari terbit, lampu akan mati. Kami membuat ini, karena seringnya kami pergi kerumah sakit untuk jadwal terapi si sulung yang terkadang waktunya sore dan kembali kerumah diwaktu malam hari. Tindakan untuk menghemat sumber daya listrik.

Aktivitas lainya adalah melakukan reduce untuk "per-gombalan". Pertumbuhan tinggi badan si sulung yang cepat sekali, menjadikan banyak baju yang congklang alias menggantung jika dipakai. Padahal baju itu masih layak pakai. Mau tidak mau harus disisihkan dan menggantinya dengan pakaian yang baru. Kemarin saya dan si sulung udah melakukan sortir baju yang masih layak pakai dan tidak layak. Seperti pakaian yang robek, berjamur, pakaian dalam, dan juga kaos kaki yang sudah kendor atau berlubang. 

Baju yang masih layak pakai punya si sulung, sudah kami sisihkan ke dalam kardus yang nantinya akan dicuci bersih lalu diberikan kepada anak tetangga yang badanya tidak jauh berbeda dengan si sulung yang model kutilang (Kecil tinggi langsing). Kami sudah beberapa kali memberikan benda yang masih layak pakai seperti baju kaos/kemeja, celana, sepatu sekolah dan juga sepatu roda kepada anak tersebut. Sedangkan yang sudah tidak layak pakai, termasuk pakaian dalam kami memotongnya kecil-kecil yang akan digunakan untuk isian bantal. 

Untuk masalah baju saya dan suami, yang sudah dipastikan tidak akan naik keatas, tetapi kesamping alias gemuk, baju yang sudah tidak muat dan masih layak pakai, kami sumbangan ke salah satu pondok pesantren yang menerima baju layak pakai. Baju tersebut nantinya akan dijual dipasar seken baju dengan harga yang terjangkau. Saya dan suami juga mempunyai prinsip bahwa jika akan membeli pakaian, harus ada pakaian yang keluar dari lemari pakaian kami, istilahnya "menggantikan posisi/tempat di lemari".

Hal yang saya dapat dari kegiatan hari ini adalah upaya kecil untuk menghemat air dan listrik, dapat mengurangi tagihan bulanan serta dapat membantu menjaga lingkungan dan mengurangi polusi akibat penggunaan bahan bakar untuk proses mengalirkan air dan mengurangi emisi rumah kaca efek dari penggunaan batu bara/minyak bumi. Baju bekas yang dibuang sembarangan ternyata berdampak pada lingkungan terutama limbah tekstil yang sulit diuraikan dan diproses, sehingga mencemari lingkungan. Jadi lakukan hal sederhana untuk mengurangi dampak dari membuang baju bekas, yaitu dengan memanfaatkan baju bekas untuk dibuat karya seni atau diberikan kepada orang lain, membeli pakaian sesuai kebutuhan bukan keinginan, dan menggunakan pakaian sampai tidak bisa dikenakan lagi (bener-bener sudah tidak layak pakai).

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang9
#InstitutIbuProfesional
#CintaBumi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024



Membeli Es Tebu tanpa Gelas & Sedotan Plastik (Zona 7 hari ke-7)

 




Sebagai keluarga praktisi homeschooling tentunya banyak bahan ajar yang bisa kami dapatkan dari internet. Salah satunya adalah belajar bahasa inggris. Anak-anak belajar bahasa inggris dengan menggunakan aplikasi reading eggs. Selain belajar membaca ada juga latihan speeling comprehension worksheets. Kebetulan sekali lembar kerja anak-anak habis, sehingga harus print lagi untuk dikerjakan. Untuk lembar kerja yang kami print sendiri, biasanya menggunakan kertas bekas yang dibawa suami dari tempat kerja atau memanfaatkan kertas yang satu sisinya masih kosong. Sehingga kertas bisa dimanfaatkan kedua sisinya (reuse).

Pengalaman dari hari sebelumnya yang tiba-tiba anak meminta membeli sesuatu ketika diperjalanan, membuat saya senantiasa menyediakan tumbler atau wadah di dalam jok motor. Seperti hari ini, ketika menjemput si sulung dari kegiatan badminton, dia meminta membeli es tebu karena merasa kehausan. Bersyukur sudah ada tumbler di dalam jok motor, jadi langsung mencari penjual es tebu. Saat saya menyodorkan tumbler dan meminta memenuhinya, penjualnya kaget. Mungkin belum ada pembeli yang membawa tempat sendiri kali..😀. Saya juga meminta untuk tidak memberikan sedotan plastik. Sampai penjualnya bilang "Wah kalau semua pembeli seperti mbak, saya bisa berhemat untuk tidak membeli wadah dan kantong plastik."😊

Aktivitas selanjutnya adalah saat kegiatan pelayanan posyandu, anak-anak mengingatkan untuk tidak lupa membawa botol air minum sendiri dari rumah, agar tidak meninggalkan sampah saat kegiatan. Rasanya melted banget diingatkan seperti itu. (HP habis baterai, sehingga tidak ada dokumentasi).

Siang harinya, kami memilah sampah yang sudah menumpuk di pojokan dapur. Memisahkan antara sampah rumah tangga yang kami letakkan dalam wadah dan langsung dimasukkan ke dalam ember kompos kemarin. Untuk sampah botol, kami masih kumpulkan dalam karung yang nantinya akan kami bawa ke bank sampah. Sedangkan untuk sampah plastik, besok rencana akan dibuat ecobrik yaitu menggunting plastik kedalam bentuk kecil, lalu memasukkan ke dalam botol plastik dan di tekan dengan menggunakan kayu agar padat.

Hal yang saya dapat untuk kegiatan hari ini adalah perihal sampah dalam rumah tangga yang terdiri dari sampah dapur, plastik, botol, kertas, jika kita mau bergerak semuanya sungguh terasa sangat mudah. Istilah "RIBET" untuk membawa tumbler hilang secara sendirinya dari alam bawah sadar. Membawa tumbler sendiri dari rumah selain untuk mengurangi penggunaan plastik, juga bermanfaat untuk memonitor seberapa banyak air minum yang sudah masuk dalam tubuh. Selalu ada alarm yang mengingatkan "Aku harus minum air putih" 😉


Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang9
#InstitutIbuProfesional
#CintaBumi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024

Selasa, 15 Oktober 2024

Hemat Listrik, Hemat Biaya (Zona 7 hari ke-6)

 




Hari ini cuaca Batam cerah. Gerimis di waktu pagi, namun hanya sebentar saja. Setelah jam 08.00 ke atas, sinar matahari terasa hangat tidak begitu panas. Cuaca yang sangat cocok sekali untuk berolahraga. Sudah hampir 2 bulan setiap Selasa dan Minggu pagi, saya dan ibu-ibu ada kegiatan rutin yaitu olahraga badminton. Kami hanya 4 orang, sehingga hanya menyewa lapangan selama 1 jam saja.  Tidak lupa membawa air hangat di dalam botol air minum kapasitas 1 liter. Satu teman juga  membawa botol air dari rumah, namun selalu diisi dengan air dingin, namun 2 lainnya lebih memilih membeli air minum kemasan. Menurut mereka membawa tumbler itu ribet. Itu sich pilihan mereka, saya hanya ingin memberi contoh tanpa menghakimi keduanya.

Kegiatan selanjutnya adalah membuat kompos dari sampah sisa dapur. Aktivitas ini saya lakukan bersama si sulung setelah saya pulang dari badminton. Biasanya sampah sisa dapur, selalu saya masukkan ke dalam pot tanaman dengan cara menggali tanah lalu memasukkan sisa sampah kemudian menutup kembali. Hari ini memanfaatkan ember yang pecah bagian bawahnya untuk menjadi tempat mengompos. Si sulung membuat lubang pada bagian bawah dan samping ember dengan menggunakan solder. Proses mengompos juga dilakukan oleh si sulung dengan cara memberi tanah dibagian bawah ember, lalu sisa sampah dapur, ditutup kembali dengan tanah. Ember ditutup rapat diletakkan pada tempat kering agat tidak terkena air.

Aktivitas mencintai bumi juga dilakukan oleh suami yang hari ini berangkat kerja agak siang. Suami memasang alat voltmeter dan ampermeter untuk memantau penggunaan listrik yang kami pakai. Kapasitas listrik di rumah kami adalah 10 Ampere. Hanya membeli box, alat ukur voltmeter, ampermeter, dan kabel. Untuk proses kerjanya hanya suami yang tahu..he..he..he..😀

Hal baik yang saya dapatkan untuk aktivitas hari ini adalah saat mengompos, langsung teringat kerja keras petugas kebersihan saat mengambil sampah. Sungguh luar biasa baunya sampah rumah tangga yang sudah mulai membusuk, apalagi ditambah sampah anorganik lainnya. Langkah kecil yang saya lakukan dengan mengompos, setidaknya bisa mengurangi bau sampah yang akan diambil oleh petugas kebersihan. Dengan dipasangnya alat pemantau listrik, saya jadi sering melihat ke monitor dan ingin tau berapa listrik yang kami pakai. Jika angka besar, langsung mencari peralatan atau stopkontak mana yang perlu dimatikan. 😊

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang9
#InstitutIbuProfesional
#CintaBumi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024

Senin, 14 Oktober 2024

Asyiknya Naik Transportasi Umum (Zona 7 hari ke-5)

 



Hari ini si sulung ada jadwal ketemu dokter rehab medik sekaligus jadwal terapi. Dua jadwal dalam satu hari, tentunya akan memakan waktu cukup lama. Rencana awal mau berangkat bareng sama suami sekalian berangkat kerja. Namun pagi ini, suami ada pekerjaan yang penting dan harus berangkat pagi-pagi sekali. 

Saya menyiapkan bekal suami untuk makan siang dan bekal anak-anak untuk dibawa ke rumah sakit. Selain untuk berhemat, karena harga makanan di rumah sakit cukup mahal, hal ini juga untuk menghindari penggunaan plastik ketika anak-anak meminta jajanan berupa snack olahan pabrik. Selain nasi, lauk berupa ayam popcorn dan sup sayur, saya juga membawakan anak-anak jagung dan telur rebus sebagai pengganti snack serta buah pisang dan jeruk. Tidak lupa membawa air minum dalam tumbler kapasitas 2 liter.

Saat akan berangkat, saya berbagi tugas dengan anak-anak untuk memeriksa stop kontak kabel komputer, mesin cuci, AC, kipas dan semua lampu dalam keadaan off. Terkecuali stop kontak untuk kulkas, dibiarkan tetap on. Salah satu upaya menghemat sumber daya listrik adalah mematikan semua lampu dan stop kontak ketika akan keluar rumah.

Keberangkatan ke rumah sakit, kami menggunakan alat transportasi umum yang namanya Bimbar. Bimbar merupakan kendaraan umum ber-trayek tua yang menghubungkan daerah penting di kota Batam. Kami memilih bimbar warna merah yang rute jalannya melewati jalan menuju rumah sakit. Dengan tarif jauh dekat seharga Rp.7000,- untuk dewasa, Rp.5000,- untuk anak-anak. 

Saat diperjalanan, hujan turun sangat lebat sekali. Air hujan masuk ke dalam angkutan umum padahal pintu dan jendela sudah di tutup. Ternyata ada kebocoran diatapnya dan air masuk dari sela-sela jendela. Anak-anak tidak ada yang mengeluh, mereka malah fokus melihat suasana jalanan yang banjir ditutupi air hujan dan pemandangan pohon serta bukit yang seperti diselimuti oleh kabut.

Ketika menunggu antrian dokter dan jadwal terapi, anak-anak anteng tidak meminta jajan olahan plastik. Mereka hanya meminta teh hangat untuk membuat tubuh mereka hangat karena kehujanan saat turun dari angkot. Saya pun mengajak mereka ke kantin untuk minum teh hangat, makan bekal dan cemilan sehat sambil menikmati rintik air hujan.

Kembali ke rumah, kami menggunakan alat transportasi umum berupa bus Trans Batam. Tarif dewasa Rp.5000,- sedangkan anak-anak/pelajar Rp.2.500,-. Untuk menuju ke rumah, kami naik dua rute bus Trans Batam. Dari arah rumah sakit menuju terminal transit menggunakan bus no.I. Terminal transit menuju halte dekat rumah menggunakan bus no.II.

Hal baik yang saya dapatkan untuk aktivitas hari ini adalah ternyata anak-anak bisa menyesuaikan diri saat situasi yang kurang nyaman seperti naik angkutan umum yang jok kursinya basah dan atapnya yang bocor. Mereka juga tidak protes, ketika saya mengganti cemilan yang biasanya olahan pabrik menjadi cemilan sehat (rebusan). Walau capek menunggu antrian dokter, menunggu angkutan umum, menunggu bus Trans Batam, mereka tetap ceria dan bahagia.

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang9
#InstitutIbuProfesional
#CintaBumi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024






Minggu, 13 Oktober 2024

Reuse, Regrow, Timing bathroom ( Zona 7 hari ke-4)

 



Kemarin saat pulang dari pasar, tiba-tiba si bungsu meminta untuk membeli es jagung hawai. Karena tidak membawa tumbler, terpaksa kami menggunakan gelas plastik dari abang penjualnya dan meminta untuk tidak memberi sedotan. Minum es jagung di siang hari memang rasanya nikmat dan segar, tetapi setelah habis, baru nyadar kalau ada sampah plastik yang menjadi tanggung jawab kami. 😃

Dan akhirnya hari ini, gelas plastik yang kemarin bekas es jagung, kami gunakan kembali untuk media tanam untuk menanam daun bawang (regrow). Kebetulan sekali ada batang daun bawang yang harus dipindahkan ke media tanah. Gelas plastik dilubangi bagian bawah dan sampingnya dengan menggunakan bor portabel (Solder dicari tidak ketemu). Lalu beri tanah, tancapkan daun bawang dan beri tanah lagi secukupnya. Kegiatan ini dilakukan oleh si kecil, karena dia yang meminta es jagung, walaupun yang lain juga minum sich. 😀

Kami juga melakukan regrow yaitu menanam kembali sisa potongan sayur. Kegiatan ini sangat baik sebagai upaya menjaga lingkungan hidup, sebagai langkah mengurangi sampah dapur dan menghasilkan individu tanaman baru tanpa harus membeli benih. Dari sisi ekonomi, hal ini juga bisa salah satu upaya menghemat pengeluaran rumah tangga, karena tidak harus membeli sayur dan juga benih.

Aktivitas lainnya yang kami lakukan adalah upaya menghemat sumber daya air dengan cara mandi tidak terlalu lama. Si sulung mempunyai kebiasaan mandi yang memerlukan waktu sangat lama yaitu sekitar 30 menit bahkan lebih (belum sekalian BAB). Walaupun sudah diingatkan untuk mandi cepat dan bersih. Namun setelah masuk ke kamar mandi, peringatan itu seolah lenyap dengan keasyikannya berkecimpung dengan air dan sabun. Akhirnya hari ini saya memberikan waktu untuk si sulung mandi selama 15 menit dengan memasang alarm di hp. Ketika sudah mencapai waktu separuh, saya mengingatkan bahwa waktunya kurang setengah lagi, supaya sebagai patokan untuk proses mandinya. Akhirnya dia bisa menyelesaikan kegiatannya mandinya kurang dari 15 menit. Cara ini akan berulang selama dua minggu ke depan, untuk membiasakan si sulung mandi tidak terlalu lama.

Hal baik yang saya dapatkan  dari aktivitas reuse, saya jadi kepikiran untuk menyediakan tumbler atau wadah di dalam jok motor atau mobil, untuk persediaan ketika di perjalanan tiba-tiba ingin jajan sesuatu. Aktivitas regrow, akan melakukan hal yang sama untuk sisa potongan sayur yang lain seperti wortel, selada, seledri. Aktivitas timing bathroom, cara untuk mengajarkan si sulung agar tidak terlalu lama mandi. Langkah awal saya memberi waktu 15 menit, perlahan berubah ke 10 menit. Dari semua kegiatan hari ini meskipun sangat sederhana, namun dampak dari kegiatan ini insyaallah bisa luar biasa. Karena hal yang luar biasa dimulai dari hal yang sederhana. Mari cinta bumi dengan melakukan hal yang paling sederhana !

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang9
#InstitutIbuProfesional
#CintaBumi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024


Sabtu, 12 Oktober 2024

Acara Taklim yang Minim Sampah (Zona 7 hari ke-3)

 



Hari ini kebetulan ada acara taklim di rumah. Ketika berbelanja ke pasar, saya membawa tas belanja dan wadah. Tidak banyak belanjaan yang saya beli, hanya untuk acara taklim dan stock makanan selama dua hari kedepan. Setelah sampai di rumah, anak-anak semangat sekali membantu untuk menyiapkan makanan termasuk membersihkan, memotong, mengupas, mencuci serta langsung memisahkan dan memasukkan sampah organik ke dalam ember yang nantinya akan dibuat kompos.

Menu untuk acara taklim juga sangat sederhana, hanya nasi putih, sayur asem, ayam goreng, tahu goreng, bakwan jagung, sambal terasi, dan kerupuk. Buahnya hanya pisang dan semangka. Sedangkan untuk kue, saya memesan risol isi wortel ayam dan bolu pandan kepada tetangga yang jualan kue. Tak lupa saya memberikan wadah sebagai tempat kue tersebut. Saat acara taklim, saya masih menggunakan tisu, belum bisa beralih ke tisu kain.

Menggunakan sendok dan piring untuk alat makan, serta gelas untuk alat minum untuk menghindari penggunaan wadah makan yang sekali pakai (piring/gelas plastik). Menampung sisa air minum di gelas yang tidak habis ke dalam sebuah ember, kemudian dipakai untuk menyiram tanaman. Alhamdulilah ibu-ibu majelis taklim pada suka dengan menu makanan sederhana ini. Saya mempersilahkan ibu-ibu yang mau sayur asem atau kue untuk dibungkus dengan meminjamkan mangkok dan piring enamel. Sehingga tidak banyak makanan yang berlebih.

Hal baik yang saya dapatkan adalah walaupun ribet dan repot karena harus membawa tas belanja, wadah, mencuci piring, sendok, gelas, tetapi hati saya rasanya senang dan bahagia sekali tidak memilih cara praktis yaitu menggunakan wadah sekali pakai dan air minum kemasan. Suami dan anak-anak juga membantu membereskan rumah setelah acara selesai. Dan yang paling utama adalah tong sampah di depan rumah kami sampahnya tidak bertambah banyak atau meluber. 

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang9
#InstitutIbuProfesional
#CintaBumi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024

Jumat, 11 Oktober 2024

Membersihkan Lingkungan Sekitar Rumah & Membawa Bekal Sendiri (Zona 7 hari ke-2)

                      

Aktivitas yang saya praktekkan hari ini adalah mengurangi penggunaan plastik dan menjaga lingkungan hidup dengan cara melibatkan anak-anak untuk membersihkan lingkungan sekitar rumah dan membawa bekal sendiri untuk makan siang suami. Dua hal sederhana ini saya lakukan sebagai wujud nyata dalam aktivitas mencintai bumi. Walaupun sederhana, tetapi kesannya sangat bermakna sekali.

Pagi hari setelah anak-anak sarapan, saya mengajak mereka untuk membersihkan lingkungan sekitar rumah yaitu dengan membersihkan selokan, mencabut rumput liar dan merapikan tong sampah. Rumah kami yang terletak di bawah dan posisinya di sudut gang, menjadikan aliran saluran air sering kali tersumbat akibat sampah yang mengalir dari blok atas. Sehingga kami memasang kawat jaring pada sisi kanan rumah untuk menyaring sampah-sampah agar tidak menyumbat saluran pembuangan air ke jalan besar. Ketika hujan turun, aliran air meluap, membawa banyak sampah dan akan banyak sampah yang tersangkut di kawat jaring. Lalu kami akan membersihkan sampah tersebut dengan menggunakan garpu sampah.

Rumput liar juga tumbuh disekitar tepi jalan dan sela-sela pot tanaman, saya mengajak anak-anak untuk mencabut lalu memasukkan ke dalam pot tanaman sebagai media tanaman. Anak-anak sangat bersemangat, tidak merasa jijik ketika merapikan tong sampah dan memasukkan sampahnya ke dalam plastik hitam yang besar untuk mempermudah petugas kebersihan ketika akan mengambilnya dan juga menjaga agar sampah tidak berserakan.

Aktivitas selanjutnya adalah membawa bekal dari rumah untuk makan siang suami. Meskipun dengan menu yang sederhana, yaitu nasi, opor ayam, pisang dan rebusan ubi, namun suami tidak malu untuk membawanya ke tempat kerja. Selain untuk memastikan memakan makanan sehat serta, membawa bekal sendiri juga bisa menghemat pengeluaran serta dapat mengurangi sampah palstik karena tidak perlu membeli makanan dari luar yang dibungkus dengan wadah sekali pakai sehingga bisa termasuk dalam aktivitas yang ramah lingkungan.


               

Hal baik yang saya dapatkan ketika melibatkan anak-anak dalam kegiatan memelihara lingkungan adalah anak-anak mulai peduli terhadap lingkungan dengan membentuk kebiasaan baik yaitu terbiasa menjaga kebersihan lingkungan, sedangkan saat membawakan bekal dari rumah untuk suami, saya merasa suami menghargai usaha saya dalam mengolah makanan,ya....walaupun rasanya nano-nano 😀😀

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang9
#InstitutIbuProfesional
#CintaBumi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024

Kamis, 10 Oktober 2024

Tabel Ceklis Cinta Bumi (Zona 7 hari ke-1)

 



Alhamdulillah ala kulli hal..

Rasa syukur yang tak terhingga, saya masih diberi kesempatan dan bersemangat mengikuti kelas bunda sayang # 9 sampai zona 7. Pada zona ini, tema yang diusung adalah "Cinta Bumi", merupakan pembahasan yang mengajarkan saya bagaimana cara sederhana untuk mewujudkan rasa cinta terhadap bumi.

Seperti yang kita ketahui, bumi adalah satu-satunya tempat di alam semesta yang menopang kehidupan. Di atas bumi dapat dijumpai berbagai macam ekosistem yang memberikan sumber daya alam dan lingkungan berkelanjutan bagi manusia dan seluruh makhluk hidup. Cinta pada bumi dapat diwujudkan dengan cara sederhana, seperti yang sudah saya tuliskan pada tabel diatas. Saya menuliskan 6 aktivitas yang insyaallah akan saya praktekan pada zona 7 ini, dan berharap akan menjadi kebiasaan rutin yang berkepanjangan sekaligus menjadi teladan anak-anak agar mengikuti jejak dalam mencintai bumi Allah SWT ini. Aktivitas tersebut diantaranya adalah:

  1. Mengurangi penggunaan plastik : sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang memberikan ancaman serius terhadap lingkungan karena jumlahnya cenderung semakin besar, serta proses penguraian yang memerlukan waktu lama. Tindakan yang akan dilakukan yaitu membawa tas belanja, membawa bekal, membawa botol minum, serta tidak lagi menggunakan sedotan atau sendok plastik.
  2. Menerapkan prinsip 3R (Reuce, Reduce, Recycle) : cara efektif untuk mengelola sampah yang bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan memanfaatkan kembali sampah yang dapat didaur ulang. Tindakan yang akan dilakukan seperti menggunakan kedua sisi kertas, mengurangi penggunaan tisu, menggunakan menspad, menggunakan kertas bekas (koran/leaflet) untuk kerajinan, belanja barang bekas (buku), perbaiki apa apa yang ada dan mendaur ulang sampah (mengompos, ecobrik, ber-DIY)
  3. Memilah sampah sesuai jenisnya : mengelompokkan sampah organik dan anorganik dengan menyediakan 3 tong sampah yang berbeda yaitu untuk sampah rumah tangga, sampah kertas dan sampah plastik. Memilah sampah dapat mengurangi pencemaran udara, jika tidak dipilah sampah akan menumpuk di TPA dan menjadi masalah lingkungan.
  4. Menjaga lingkungan hidup : memelihara kelangsungan lingkungan hidup dengan menjaga kebersihan dan memanfaatkan lingkungan secara bijak agar keseimbangan tetap terjaga. Tindakan yang dilakukan adalah dengan merawat atau menanam bunga di sekitar rumah, tidak membuang minyak bekas di selokan, membersihkan lingkungan sekitar.
  5. Menghemat energi (Listrik & air) : menggunakan lebih sedikit energi dengan meminimalkan kebutuhan yang membutuhkan listrik dan penggunaan air. Tindakan yang akan dilakukan yaitu, mencuci pakaian dalam dengan tangan, tidak mandi terlalu lama, matikan stopkontak jika tidak dipakai, cabut kabel komputer, kipas atau tv, atur lemari es diposisi 3 derajat celcius, pasang alat volt meter dan ampere meter untuk memonitoring penggunaan daya listrik, pasang saklar senja untuk menyalakan lampu secara otomatis.
  6. Menggunakan transportasi umum : penggunaan transportasi umum untuk membantu mengurangi kemacetan lalu lintas, mengurangi polusi udara dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Tindakan yang akan dilakukan yaitu, menggunakan angkutan umum (Bimbar) dan naik bus transbatam.
Dalam mencintai bumi, setiap tindakan kecil dapat memberikan kontribusi yang besar untuk menjaga keberlangsungan hidup planet kita dan untuk generasi selanjutnya. Terima kasih.

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang9
#InstitutIbuProfesional
#CintaBumi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024




Selasa, 01 Oktober 2024

Cerdas Berbelanja (Zona 6 hari ke-14)

 


Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT akhirnya sampai juga di tantangan hari terakhir. Aamiin Ya Robbal'alamin.

"Mo..ada surat dari oom Indomaret" teriakan si bungsu dari depan rumah. Saya kira surat apa, ohh ternyata katalog terbaru periode bulan Oktober 2024. Tinggal di belakang ruko Indomaret ada plus minus tersendiri. Plus nya akses belanja barang ketika mendesak (bukan kebutuhan lauk dan sayur) menjadi lebih dekat. Tinggal berjalan memutar sudah sampai. Minus nya kalau anak-anak minta jajan, tidak cukup  hanya membawa uang lima ribu pasti kurang (rencanya kegiatan belanjanya sore) 😃

Katalog yang disebarkan menjadi kegiatan untuk menstimulus keterampilan literasi numerasi Baraka. Di dalam katalog ada berbagai promo atau potongan harga untuk barang tertentu. Di dalamnya juga terdapat gambar barang, angka sebagai petunjuk harga, serta tulisan yang menjelaskan nama barang. Melalui hal ini, Baraka belajar untuk membandingkan barang mana yang harganya lebih mahal dan lebih murah. Serta menyebutkan huruf yang membentuk nama sebuah barang. Dari sekian banyak barang pada katalog, saya menyuruh Baraka untuk memilih 3 barang yang dia butuhkan. Baraka memilih susu rasa strawberi, roti keju dan sosis dengan alasan enakkkk dan dia suka. Saya juga memberikan uang dengan nominal lima ribu rupiah, dan meminta Baraka untuk mencari barang apa yang harganya lima ribu. Ternyata hanya teh pucuk dan teh botol. 

Melalui kegiatan ini, semoga Baraka mempunyai gambaran dan kemampuan untuk cerdas dalam berbelanja dan cermat dalam mengelola uang di masa mendatang. Baraka juga bisa memilih produk yang dia butuhkan dan memilih produk sesuai uang yang saya berikan. Dengan ini, Baraka berlatih menimbang antara dana yang dia punya, dengan barang yang dia butuhkan. Bahkan ketika mengingingkan membeli sesuatu , dia akan bertanya " Ini harganya berapa? Uang mamo banyak tidak? Uang mamo cukup tidak? 😉

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang 
#InstitutIbuProfesional 
#KeterampilanLiterasidanNumerasi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024

Menebalkan Huruf (Zona 6 hari ke-13)

 


Qodarullah sejak tadi malam kepala saya rasanya nyeri dan pusing, pas bangun sewaktu subuh rasanya masih belum hilang. Sehingga kegiatan stimulus keterampilan literasi numerasi untuk Baraka yang ringan dan mudah saja yaitu menebalkan huruf. Kebetulan sekali, hari Minggu kemarin saat saya beberes rak buku, menemukan buku aktivitas belajar menulis punya si sulung ketika dia TK dan ada beberapa lembar yang masih kosong. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk melatih keterampilan menulis Baraka.

Lembar pertama yang ditebalkan Baraka adalah 1 huruf depan. Lembar kedua 2 huruf yaitu depan dan belakang. Lembar ketiga 3 huruf yaitu awal, tengah, dan belakang. Baraka juga menyebutkan huruf-huruf dalam satu kotak yang membentuk kata, seperti "Atap", dia akan menyebutkan huruf  "A-t-a-p". Ternyata sudah banyak huruf yang dia ketahui. Saya juga membacakan kata, lalu Baraka menirukan. Di lembar latihan juga ada gambar, sehingga Baraka memahami maksud dari tulisan. Kegiatan ini yang nanti membantunya untuk persiapan membaca dan menulis ketika usia sekolah.

Selama melakukan kegiatan ini, Baraka enjoy, kemampuan memegang pena sudah bagus, jari-jari tangan kuat saat menekan dan menebalkan huruf, sehingga hasil huruf terlihat jelas. Sangat teliti dan hati-hati ketika menebalkan huruf agar tidak keluar dari garis. Kegiatan ini juga dapat membantu Baraka mengembangkan kemampuan membaca. Baraka sudah bisa membaca dua suku kata gabungan huruf konsonan dan vokal (a,i). Tidak lupa dia akan menuliskan namanya pada lembar bagian bawah.

Terima kasih,

Novia Hantriyati_IP Batam

#BundaSayang 
#InstitutIbuProfesional 
#KeterampilanLiterasidanNumerasi
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024

Bunda Mendongeng Hari 14_Makanan Kesukaan Bo

  Alhamdulillah hirobbil alamin, Sampai juga pada tantangan hari empat belas. Cerita dongeng hari ini menceritakan tentang makanan kesukaan ...