Kamis, 24 Februari 2022

Woly dan Badai Besar


Sore itu, saat ibu Woly menonton televisi, ada siaran sekilas info tentang cuaca.


"Selamat sore, para penduduk kota W, badai akan segera datang, harap untuk tetap dirumah sampai badai mereda." Kata pembawa acara televisi


" Badai akan datang." ucap pelan ibu Woly


Ibu Woly lalu melihat Woly anak pertamanya dan Jenni anak keduanya yang sedang bermain di halaman rumah.


"Anak-anak, badai akan datang. Ayo cepat masuk rumah." teriak ibu Woly


Woly dan Jenni mengehentikan sejenak dari aktivitas mainnya. Tak lama setelahnya angin mulai bertiup lebih kencang dari biasanya yang menerbangkan daun-daun pohon. Kedua kakak beradik itu malah semakin senang bermain mengejar-ngejar daun-daun yang berterbangan.


Sementara kedua orang tuanya sibuk mengangkat jemuran dan memasukkan beberapa pot tanaman ke dalam rumah. Mereka belum tahu jika anak-anak masih asyik bermain di luar rumah. Ketika mereka menyadari, anak-anak sudah berlari ke tepi jalan terus mengejar-ngejar daun yang berterbangan. Ayah Woolfy pun langsung berlari dan mengangkat tubuh keduanya masuk ke dalam rumah.


" Jika badai datang, segera masuk rumah." kata ayah Woly


"Kenapa?" kata Woly ingin tahu


"Karena badai sangat kuat dan sangat berbahaya." penjelasan ayah Woly


Tak lama setelahnya, terdengar suara yang sangat keras sekali " Brakk". Dan mereka sangat kaget


"Suara apa itu?" tanya Jenni 


"Ayo kita lihat dari jendela." ajak Woly kepada Jenny 


Mereka berlari kearah jendela dan melihat keluar, ternyata pohon depan rumah Woly tumbang.


"Pantas saja ayah tadi menyuruh kita masuk, ternyata badai berkekuatan super." kata Woly


"Kakak benar, aku setuju." ucap Jenny


"Lalu, apa yang harus kita lakukan kak?" tanya Jenny


"Bagaimana kalau kita menonton televisi?" usul Woly


"Ide bagus kak. Aku akan menyalakan Televisinya." ucap Jenni sambil berlari ke meja televisi. Saat Jenni akan menekan tombol on/off, 


Tiba..tiba..


"Jangan dinyalakan Jenny!" Larang ibu Woly


Seketika Jenni berhenti di tempat.


"Kenapa Bu? kami bosan cuma berdiam tidak melakukan apapun." tanya Woly


" Saat badai, dilarang menyalakan televisi, karena itu sangat berbahaya bisa terjadi sengatan listrik." Jelas ibu Woly 


Sesaat kemudian listrik pun padam. Woly dan Jenni sangat ketakutan, namun ayah Woly segera datang dengan membawa senter dan beberapa makanan ringan untuk mereka nikmati bersama sambil menunggu badai reda.


Namun badai belum juga reda, listrik belum nyala dan udara semakin terasa dingin. Saat keluarga Woly berkumpul, terdengar ada yang mengetuk pintu.


Tok..tok..tok tok..tok..tok tok..tok..tok..


"Siapa yang mengetuk pintu dan bertamu pada saat badai begini?" tanya ayah


Ibu, Woly dan Jenni hanya mengangkat bahu. Ayah pun segera berjalan menuju ke arah pintu.


"Paman Wen." sapa ayah Woly dengan kaget.


"Ayo, cepat masuk paman." Lanjut ayah Woly menyuruh paman Wen masuk rumah


Paman Wen sudah sangat kedinginan, kemudian ibu Woly mengambilkan handuk dan baju ganti untuk paman Wen. Paman Wen adalah adik dari Ibu Woly.


Setelah paman Wen membersihkan diri dan berganti pakaian, paman segera bergabung dengan keluarga Woly untuk menikmati secangkir coklat hangat.


"Paman, kenapa waktu ada badai, paman malah berada di luar rumah?" tanya Woly ingin tahu 


"Paman memang berencana pergi mengunjungi kalian, tadi pagi saat paman berangkat dari rumah nenek kalian, tidak ada tanda-tanda badan akan datang." Jelas paman Wen


"Bersyukur sekali saat badai datang, paman hampir sampai dirumah ini. Di luar keadaannya sangat kacau." Lanjut paman Wen lagi


Setelah mendengar penjelasan dari paman, mereka semua pergi keruangan bawah tanah. Ayah Woly sengaja membangun rumah dengan melengkapi ruangan bawah tanah. Kota W sering sekali ada badai yang datang secara tiba-tiba, sehingga ruangan bawah tanah merupakan tempat yang aman jika ada badai besar datang.


Ruangan bawah tanah cukup besar, sehingga mereka bisa leluasa bermain dan berbincang-bincang sambil menunggu badai reda. Tetapi berdasarkan siaran radio yang ayah Woly bawa, kemungkinan badai akan reda besok pagi. Setelahnya mereka memilih untuk tidur.


Keesokan harinya, berita diradio menyiarkan kalau badai sudah reda. Ayah Woly dan paman Wen pun naik ke atas untuk memastikan kebenaran berita. Ternyata badai sudah reda.


Ibu, Woly dan Jenni juga ikut naik keatas. Keadaan diluar sangat berantakan, terlihat dari kaca jendela saat ibu membukanya.


"Lihat kak, berantakan sekali banyak pohon yang tumbang dan rumah tetangga ada yang rusak." Kata Jenny


"Iya, kakak melihatnya. Ternyata badai bisa memporak-porandakan apa saja yang dilewati." Jawab Woly


"Lalu apa yang harus kita lakukan Bu?" Tanya Woly kepada ibunya


"Kita tunggu intruksi dari ayah ya. Kita harus tetap tenang, jangan panik." jawab ibu Woly


Tak berapa lama, ayah Woly dan paman Wen masuk ke rumah.


"Keadaan diluar sangat parah, ayah dan paman Wen akan membersihkan mulai pagi ini. Woly dan Jenni boleh ikut membantu, tetapi harus hati-hati. Untuk ibu boleh membuatkan sarapan untuk kami" kata ayah Woly


"Hore...ye...asyik kita akan bekerja bakti." jawan Woly dan Jenni bersamaan.


"Siap ayah". jawab ibu Woly


Akhirnya mereka bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar rumah yang rusak akibat badai kemarin. Woly dan Jenny sangat senang sekali membantu pekerjaan ini.


Selesai



Selasa, 22 Februari 2022

Saat Virus Menyapa

"Kok sudah pulang pak?tumben, biasanya menjelang magrib baru pulang" Tanya Bu Ina ketika melihat suaminya pulang cepat dari biasanya.

"Iya Bu, hari ini bapak capek banget." Jawab Pak Mamad.


"Mau ibu masakin air hangat buat mandi?" Tanya Bu Ina


"Boleh Bu, terima kasih ya. Bapak mau baringan sebentar sambil menunggu air masak. Nanti ibu panggil bapak, jika air sudah mendidik ya." Ucap Pak Mamad


"Baik pak, bapak istirahat saja untuk meredam lelah." Jawab Bu Ina


Sudah hampir sepuluh menit, air yang dimasak Bu Ina sudah mendidih. Bu Ina pun matikan kompor dan menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya. Setelahnya Bu Ina memanggil suaminya untuk segera mandi.


"Bapak..air sudah siap. Ayo pekas mandi, nanti airnya keburu dingin lho pak.." panggil Bu Ina kepada suaminya


"Sebentar ya Bu, bapak ambil handuk." Jawab pak Mamad


Tak lama kemudian, Pak Mamad keluar dari kamar sambil membawa handuk dan menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi, seperti biasa Bu Ina menawarkan makan kepada suaminya. Biasanya suaminya akan menjawab YA, tetapi untuk kali ini suaminya bilang TIDAK. Karena badannya sungguh sangat capek, jadi pak Mamad ingin segera tidur saja.


Menjelang magrib, Pak Mamad belum juga bangun, lalu Bu Ina mencoba membangunkan suaminya. Namun Bu Ina sangat terkejut, saat menyentuh lengan suaminya terasa sangat panas. Pelan- pelan Bu Ina membangunkan suaminya.


"Pak, bangun pak, sudah mau magrib." Kata Bu Ina


"Hemm" hanya itu jawaban Pak Mamad


"Sholat dulu, terus makan. Badan bapak panas juga, nanti setelah makan minum obat.'' kata Bu Ina


Sambil memaksa matanya dan melangkahkan kakinya untuk berwudhu dan menjalankan sholat magrib berjamaah dirumah. Karena merasa kurang sehat, jadi pak Mamad memutuskan sholat di rumah saja.


Selesai sholat, keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak laki- laki kecil yang berumur 2 dan 8 tahun itu menikmati makan malam bersama. Namun makan malam kali ini, Pak Mamad hanya makan sedikit karena tiba-tiba tidak nafsu makan.


Setelah membereskan makan malam, Bu Ina memberi obat penurun panas kepada suaminya.


"Apa yang bapak rasakan?" Tanya Bu Ina


" Badan bapak sakit semua Bu,lemas, tenggorokan dan kepala juga sakit." Jawab Pak Mamad.


"Nanti malam, bapak tidur dikamar belakang saja ya, biar tidak diganggu anak- anak dan  bisa tidur nyenyak." Kata Bu Ina


"Iya Bu, sekarang bapak mau lanjut istirahat. Nanti bangunin saat sholat Isya ya." Kata Pak Mamad


"Baik pak, biar malam ini anak-anak, tidur sama ibu di kamar depan." Jawab Bu Ina


Bu Ina pun melanjutkan kegiatan bersama anak-anak dan membiarkan suaminya istirahat. Bu Ina masih berfikir positif, mungkin suaminya kecapekan setelah dua hari kerja lembur sampai waktu berganti hari. Dan biasanya suaminya tidak mengeluh capek jika harus lembur.


Keesokan harinya, saat hendak membangunkan pak Mamad, Bu Ina heran kenapa suaminya masih demam, padahal tadi malam sebelum tidur sudah minum obat penurun panas dan obat batuk pilek. Dengan perlahan Bu Ina membangunkan suaminya untuk sholat subuh.


Sampai siang, bahkan sore hari pun kondisi suaminya tetap sama belum ada perubahan. Sekarang giliran Bu Ina yang merasakan sakit pada tenggorokan bahkan suaranya sudah mulai serak, padahal tadi pagi tidak apa-apa. Pikiran negatif sudah berseliweran, Apakah dia dan suaminya terserang virus yang sedang digadang-gadangkan itu?


Tubuh Bu Ina mulai tidak nyaman, terasa ada bagian tubuh yang sakit. Jika dia dan suami tes Antigen, bisa dipastikan positif. Lalu bagaimana dengan anak-anak? Siapa yang akan mengurus mereka?


Bu Ina harus kuat, berpikir positif bahwa ini hanya pertanda bahwa tubuh sedang butuh istirahat. Bu Ina dan Pak Mamad berusaha kuat, minum air putih hangat banyak, makan buah, vitamin C dan suplemen.


Keesokan harinya, Pak Mamad dan Bu Ina mulai sembuh, badan sudah ringan, batuk dan pilek sudah tidak ada lagi. Hanya perlu memulihkan tenaga. Mereka bersyukur sekali kepada Allah SWT, bisa melewati ini semua. Sekarang keluarga pak Mamad sudah mulai menerapkan gaya hidup sehat dengan menghindari minuman dingin dan manis, perbanyak makan buah dan sayur, minum vitamin serta perbanyak minum air putih, memakai masker ketika hendak keluar rumah, mencuci tangan sesering mungkin. Ternyata virus ada di mana-mana, mengincar siapa saja yang lengah dalam menjalankan protokol kesehatan.








Senin, 21 Februari 2022

Fia Flamingo yang Narsis


Di sebuah kolam, yang berada di salah satu kebun binatang yang terkenal di Nusantara, hidup seekor burung Flamingo yang bernama Fia. Fia hidup bersama teman- temannya, ada Bleki si burung Blekok, dan Baba si burung Bangau. Selain mereka, di kolam tersebut juga ada banyak ikan sebagai makanan mereka.


Fia mempunyai kaki yang panjang, bulunya yang berwarna pink menjadi daya tarik bagi siapa saja yang berkunjung di kolam. Jika dibandingkan dengan kedua temannya, Fia yang paling cantik, karena temannya hanya berwarna putih.


" Aku adalah Fia, aku burung yang paling cantik di kolam ini." Ucap Fia


Teman-temannya hanya memutar bola mata karena jengah, melihat kenarsisan Fia. Lebih baik mereka diam, kalau diladeni Fia akan menjadi-jadi.


"Hai, kenapa kalian diam saja sich?" Tanya Fia 


"Trus kami harus bilang Wow..gitu. Kami akui bulumu memang cantik karena berwarna pink, sedang bulu kami hanya putih saja." Jawab Bleki menanggapi


"Ah..kalian gak asyik." Gerutu Fia


Tak lama kemudian, datanglah rombongan keluarga mendekati kolam tersebut. Dengan berjalan anggun, Fia mulai mendekati mereka dan mengangkat satu kakinya agar terlihat mempesona.


Dari rombongan keluarga itu, ada anak laki-laki kecil yang membaca kamera. Lalu anak itu mulai mengambil gambar beberapa objek di sekitar kolam.


"Ayo, foto aku..foto aku." Seru Fia


Masih berdiri dengan satu kaki, Fia mengembangkan sayapnya agar terlihat semakin cantik.


"Ayo, foto yang banyak ya." Seru Fia lagi


Melihat sikap Fia, kedua temannya hanya geleng-geleng kepala sambil menangkap ikan sebagai makan siang mereka.


Tak lama kemudian, anak laki-laki itu selesai dengan kegiatan mengambil gambarnya.


"Sudah selesai Fian, kamu mengambil gambar objek di sekitar kolam ini?" Tanya ibu Fian


Oh ternyata anak laki-laki itu bernama Fian, hampir mirip dengan namaku. Batin Fia


"Sudah bu, ayo kita pindah ke tempat lain." Ajak Fian kepada ibunya.


"Coba ibu lihat hasil fotonya." Kata Ibu Fian


" Ini bu." Kata Fian sambil menyerahkan hasil foto kepada ibunya


" Lho. Lho..kok gambarnya aneh! Kenapa cuma kaki nya Flamingo saja yang kamu foto." Ucap ibu Fian


"Kan Flamingo nya tinggi Bu, Fian kan pendek, jadi cuma kakinya saja yang Fian foto " kata Fian menjelaskan 


Semua keluarga pada tertawa mengetahui hasil foto Fian. Tak terkecuali Blexy dan Baba yang mendengar percakapan ibu dan anak itu.


Sedangkan Fia, dia sangat kecewa. Fia sudah berpose dengan berbagai gaya, namun hanya kakinya saja yang di foto.


Sejak kejadian itu, kini Fia tidak narsis lagi. Jika ada pengunjung yang datang ke kolam, Fia bersikap biasa saja sama seperti kedua sahabatnya. Kini mereka semakin akrab.




Minggu, 20 Februari 2022

Teman Baru Kenthi

Di dalam hutan belantara hiduplah seekor kelinci berwarna coklat yang bernama Kenthi. Kenthi hidup bersama ibunya, sedangkan ayahnya tertangkap pemburu saat memasuki sebuah lubang, dan ternyata itu adalah sebuah lubang jebakan. Kenthi adalah kelinci yang periang, ramah, suka senyum dan suka bermain sama siapa saja. Kenthi juga mempunya teman-teman yang sangat baik dan menyayanginya, mereka adalah Berry si beruang, Kwok si bebek, Foxy si Serigala dan Nail si siput.


Suatu hari, Kenthi bersama teman-temannya sedang asyik bermain di Padang rumput yang ada di tengah hujan. Hingga pada saat itu terdengar suara dari balik semak-semak.


"Bu..aku tidak mau tinggal di sini." Ucap suara itu


"Tidak apa-apa nak, di hutan ini kita akan lebih aman, karena penghuninya saling menghormati," kata suara lain, yang sepertinya ibu anak itu.


Kenthi pun menghentikan aktivitas bermainnya, kemudian mengajak teman-teman untuk mendekati dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik semak itu.


"Pokoknya, aku tidak mau Bu, aku mau pulang ke hutan yang dulu. Disini aku tidak punya teman." Ucap anak itu lagi


"Ibu yakin, kamu akan betah sayang, nanti kita sama-sama berkeliling mencari teman barumu." Ucap ibu itu lagi


Oh ternyata itu suara anak domba yang sedang menangis dan ditenangkan oleh ibunya. Melihat hal itu, Kenthi dan teman-temannya mendekati mereka bermaksud untuk menyapa.


"Hallo, selamat datang di hutan kami." Sapa Kenthi memulai percakapan


Anak domba itu pun mulai berhenti menangis dan mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang menyapanya.


"Hai, hallo!" Sapa teman- teman Kenthi yang lain.


Melihat hewan lain yang menyapa mereka, ibu domba tersenyum dan membalas sapaan.


"Hallo juga anak-anak manis, perkenalkan ini Ken dan saya ibunya. Kami baru pindah dari hutan seberang." Sapa ibu domba


"Hallo Ken, aku Kenthi dan mereka adalah teman-temanku." Jawab Kenthi ramah


"Hai Ken, aku Berry, ini Kwok, ini Foxy dan yang terkecil ini Nail." Ucap Berry sambil mengenalkan diri dan juga teman-temannya.


Di belakang tubuh ibunya, Ken melihat dengan malu- malu dan masih tergambar kecemasan di wajahnya.


"Itu, teman-teman menyapamu nak, ayo dibalas!" Ucap ibu domba


"Hai semua, namaku Ken." Balas Ken


"Kamu, tidak usah takut kepada kami Ken. Kami senang berkenalan dengan penghuni baru. Maukah kamu ikut bermain bersama kami?" Tanya Kenthi


Lalu Ken melihat ibunya untuk meminta persetujuan apakah dia boleh bermain dengan teman-teman barunya. Ibu Domba tersenyum dan menganggukkan kepala sebagai pertanda dia mengizinkannya.


Tanpa rasa takut, Ken langsung berlari bergabung bersama teman barunya. Terlihat kebahagiaan terpancar di wajah Ken. 


Kini Ken tidak takut dan malu lagi tinggal di hutan ini. Ada teman yang selalu mengajaknya main dan menghiburnya dikala sedih. Selain itu, penghuni hutan yang lain saling menghormati dan hidup rukun.







Sabtu, 19 Februari 2022

Kisah Jaja dan Beras Merah

Cerita Fabel part 1

Pagi hari di sebuah pohon yang sangat lebat dan rindang terdengar nyanyian burung menyambut datangnya mentari. Di pohon tersebut banyak terdapat sarang burung. Ada berbagai jenis burung yang membuat sarang disana. Salah satunya adalah keluarga burung Gereja.


Di sarang keluarga burung Gereja terdapat tiga penghuni, mereka adalah Pak Geri, Ibu Rere, dan anak mereka yang bernama Jaja. Jaja sebenarnya sudah bisa mencari makan sendiri, karena terlalu dimanja oleh ibunya menyebabkan dia jadi malas bergerak. Selain malas, Jaja juga jarang bermain sama teman-temannya.


Suatu hari, Jaja ingin sekali makan beras merah.

"Bu, ayolah carikan aku beras merah! Kata teman- temanku itu makanan yang enak." Kata Jaja kepada ibunya.


" Di Sekitar sini jarang manusia yang makan merah merah anakku, sawah-sawah di sekitar sini juga tidak ada yang menanam padi jenis beras merah." Sahut Bu Rere


" Pokoknya aku mau, makan beras merah. Kalau tidak aku akan mogok makan". Ucap Jaja


Khawatir kalau Jaja akan mogok makan dan menyebabkan dia akan sakit, Bu Rere langsung mendatangi pak Gery suaminya yang baru pulang dari mencari makanan.


" Ada apa Bu, kenapa ibu gelisah?" Tanya pak Gerry


" Pak, Jaja ingin sekali makan beras merah, tetapi kita tidak punya. Kalau tidak ada beras merah, Jaja akan mogok makan pak." Jawab Bu Rere


Huff..terdengar hembusan nafas pak Gery yang sangat dalam. Pak Gery tahu tipikal anaknya yang suka merajuk jika tidak mendapatkan keinginannya.


"Ibu sich selalu memanjakan anak itu, jadinya makin malas kan dia." Kata pak Gery sambil berlalu meninggalkan istrinya untuk pergi menyimpan bahan makanan yang telah diperoleh.


Keesokan harinya, Jaja benar-benar mogok makan, dia tidak mau makan saat ibunya menyuruhnya makan. Jaja hanya murung saja. Melihat hal itu, Bu Rere semakin cemas dan khawatir. Lalu mendatangi suaminya.


" Pak, ayo kita sama-sama mencari beras merah untuk anak kita. Kasihan Jaja belum makan dari kemarin. Ibu takut nanti Jaja sakit." Kata Bu Rere


Melihat kekhawatiran istrinya, dengan terpaksa pak Gery menyetujui kemauan istrinya.


" Baiklah Bu, tapi bapak mohon ini yang terakhir kali kita memenuhi keinginan anak itu. Lihatlah teman-temannya saja sudah bisa mencari makan sendiri."


Berangkatlah sepasang burung itu untuk mencari beras merah atau persawahan yang menanam padi jenis beras merah. Sampai tengah hari, mereka belum juga mendapatkannya. Karena merasa capek, mereka memutuskan berhenti sejenak untuk istirahat dan juga memakan bekal yang mereka bawa.


Setelah merasa cukup, mereka melanjutkan perjalanannya untuk mencari keberadaan beras merah. Hingga akhirnya sampailah mereka pada sebuah hamparan sawah yang menanam padi jenis beras merah.


Betapa senang mereka, telah menemukan apa yang mereka cari. Dengan segera Pak Gery dan Bu Rere mengambil beberapa padi yang siap panen dan dimasukkan ke dalam kantong makanan yang mereka bawa. Karena saking bahagianya, tanpa mereka ada sepasang mata tajam dengan cakar yang kuat mengintai keberadaan mereka. Makhluk itu mengamati dengan seksama aktivitas yang dilakukan sepasang burung kecil yang tidak jauh dari tempat persembunyiannya.


Dirasa sudah cukup, lalu sepasang burung itu memutuskan untuk kembali pulang. Namun sepersekian detik dan secepat kilat..wussss, ada makhluk berbulu dan berekor  juga yang tiba-tiba menyambar pak Gery. Dan bawanya ke dalam semak-semak.


" Bapak….."  teriak Bu Rere


Sambil menangis, Bu Rere langsung terbang dengan cepat dan tidak mau menjadi mangsa selanjutnya. Sekuat tenaga Bu Rere terbang pulang ke sarangnya dengan membawa kesedihan yang amat dalam. Sepanjang perjalanan, Bu Rere terus menangis sedih kehilangan suami tercintanya. Seandainya dia patuh kepada suaminya untuk tidak memanjakan anaknya, mungkin suaminya masih ada. Namun nasi sudah menjadi bubur, kesedihan yang berkepanjangan akan menyebabkan dirinya tersiksa.


Saat tiba dirumah, Jaja kaget melihat penampilan ibunya yang berantakan. Matanya sembab karena menangis, sayap dan badannya lecet akibat menerjang dedaunan dan ranting pohon yang dilewatinya sewaktu pulang tadi.


"Ibu...ibu kenapa?" Tanya Jaja


Bu Rere hanya diam saja, tidak mampu berucap sepatah kata pun. Kemudian Jaja mengambilkan minum dan menuntun ibunya duduk di dalam sarang mereka. Setelah agak tenang, Bu Rere mulai menceritakan perjalanan mereka dalam mencari beras merah termasuk kisah tragis pak Gery yang diterkam kucing.


" Maafkan Jaja Bu..maaf. Seharusnya Jaja yang diterkam kucing bukan ayah." Kata Jaja sambil terisak 


" Ayah adalah sosok yang baik buat Jaja, ayah juga bertanggung jawab buat Jaja." Kata Jaja lagi


" Sudah anakku, tidak ada gunanya menyesali semua yang sudah terjadi, mulai sekarang berjanjilah untuk menjadi anak yang giat mencari makanan dan selalu semangat seperti ayahmu." Nasihat bu Rere


" Iya Bu, Jaja janji tidak akan malas lagi. Jaja akan giat bekerja dan semangat menjadi makan seperti ayah." Kata Jaja sibuk memeluk ibunya


Jaja sangat beruntung memiliki ibu yang tidak pernah menyalahkan dirinya, walau semua itu terjadi karena kemalasan dan keegoisannya. Sejak saat itu, Jaja rajin menjadi makanan untuknya dan ibunya. Mengganti tugas ayahnya yang akan selalu menjadi dan melindungi ibunya.


Tamat 


Cerita ini di buat saat saya menemani Anaka membuat cerita fabel tentang hewan yang ada disekitar kita. Anak memilih burung untuk menjadi sebuah cerita fabel dengan versi kami berdua. Pelajaran yang dapat diambil dalam cerita ini adalah:

  1. Jangan terlalu memanjakan anak
  2. Menerima setiap kesalahan sebagai takdir Allah SWT tanpa menyalahkan atau menghakimi siapa saja.
  3. Kemalasan mendatangkan kebodohan
  4. Melalui sebuah peristiwa menjadikan sebuah pembelajaran untuk berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Selamat membaca dan semoga bermanfaat.





Jumat, 18 Februari 2022

Pemicu "Clingy" pada Balita

"Duuh...ditinggal sebentar saja sudah rewel, merengek dan menangis. Padahal cuma angkat jemuran."

" Kalau begitu terus, ibu gak bisa ngapa-ngapain donk. Padahal pekerjaan rumah masih numpuk."

Ayo..siapa yang pernah mengalami fase ini ? Fase "clingy" alias lengket. Saat anak melilit seperti ular, mengekor seperti bebek. Si kecil selalu ingin dekat dan menempel sama ibu. Tidak mau main sendiri, tidak boleh kemana-mana bahkan ke kamar mandi, pokoknya harus dekat dengan ibu.

Saya pernah mengalami masa ini, dimana Baraka benar-benar lengket tidak mau lepas dari saya. Saat Baraka berusia 10-18 bulan. Selalu minta ditemani bermain terus, saya tidak diizinkan menemani kakaknya belajar, tidur sama ayahnya juga tidak mau.  Bahkan ke kamar mandi pun terpaksa saya bawa.

Lalu saya bertanya-tanya, " Apa yang salah ya?" biasanya tidak begini." 

"Apa terlalu memanjakannya?"

Padahal sebelumnya is oke wae., bisa ditinggal dengan mudah, mulai makan sendiri, tiba-tiba rewel dan tidak mau ditinggal sama sekali. Tentunya timbul pertanyaan dong, Ada apa dengan nie bocah ?

Sebenarnya hal ini wajar terjadi dan sangat normal untuk perkembangan sosial-emosional anak. Anak usia balita haus akan perhatian karena belum cukup mandiri dan masih tergantung sama orang tua. Kurangnya kepercayaan anak pada orang dewasa lain selain ornag tuanya juga dapat mempengaruhi kelengketan balita pada ibunya.

Hal ini bisa disebut separation anxiety atau kecemasan perpisahan yang terjadi ketika Si kecil merasa tertekan dan cemas saat dipisahkan oleh ibunya. Si kecil akan jadi kesal, sehingga meluapkannya dengan tangisan, rengekan dan perilaku yang ditunjukkan akan membuat orang tua ikut jengkel dan frustasi. Namun, kita harus tahu memahami bahwa ketahukan itu nyata dialami oleh balita. Jadi hindari untuk menghardik atau membentak anak, tetapi tetap tegas dan jangan menyerah menghadapi rengekan mereka. Orang tua harus menunjukkan kendali diri yang baik dalam situasi seperti ini.

Tapi, sebenarnya apa sich pemicu anak "menempel" seperti perangko ini ?

Faktor pemicunya ternyata :

  • Berada dilingkungan baru atau bersama orang lain
Jika kita ada keperluan, dan harus menitipkan anak kepada orang lain, pasti anak akan menangis, menjerit, menarik-narik baju dan tangan. Dalam kondisi seperti ini, jangan panik, kendalikan emosi, beri anak pelukan dan yakinkan akan menjemput lagi, untuk memastikan bahwa kita akan kembali
  • Ibu yang sedang hamil
Melibatkan anak dalam proses mempersiapkan persalinan seperti mengajak anak berbelanja baju bayi, meminta akan menyentuh perut ibu, maka anak pertama akan merasa mendapatkan peran dalam keluarga. Sehingga bisa mengurangi ketakutan akan kedatangan adik baru.
  • Memiliki adik baru
Membawa pulang bayi baru dan memperkenalkan pada balita akan membuat dia bingung dan memicu stres pada balita, lebih baik setelah lahiran, atur balita untuk mempertemukan dan mengenalkan adik barunya, biarkan dia menyentuh dan melakukan kontak sebanyak mungkin dengan adiknya.
 
Dari tiga faktor pemicu diatas, hal yang saya alami adalah poin pertama. Saat itu ada tawaran mengajar di salah satu sekolah dasar berbasis Islam. Kesempatan ini saya ambil, suami juga sudah mengizinkan. Namun beberapa hari saat akan mulai mengambil pekerjaan, Baraka tiba-tiba lengket kayak perangko, tidak mau ditinggal, maunya ditemeni terus. 2 hari, saya terpaksa menitipkan Baraka ke tetangga, karena harus mengikuti tes. Proses ini alot banget, ada adegan menangis. Padalah hanya setengah hari saya meninggalkannya. Akhirnya saya memutuskan tidak mengambil pekerjaan dan memilih tetap jadi ibu yang mengawasi anak-anaknya setiap hari. Setelah itu, Baraka kembali normal, proses melilit, menempel, dan mengekor juga berakhir.

So..jangan panik kalau balita terlalu lengket, menempel seperti perangko. Ini  berarti bahwa mereka akan melalui tahap perkembangan dan mereka perlu diyakinkan bahwa kita ada untuk mendampinginya. Semakin besar dia, semakin dia mengerti bahwa dia perlu terpisah dari orang tuanya dan ini adalah perasaan baru. Jika balita tidak membiarkan kita kemana-mana, cobalah dan katakan padanya apa yang  hendak kita lakukan bahwa Ibu akan ke toilet sebentar dan akan kembali dalam lima menit. Ketika kembali ke kamar, umumkan bahwa kita sudah kembali dan tersenyum sehingga anak paham bahwa jika kita pergi, kita akan kembali.

Nah, jika balita menangis atau merengek, perlihatkan buku atau mainan kepada mereka. Cobalah dan bantu mereka untuk bermain sendiri dengan mainan-mainan itu, jadi kita tidak harus selalu disertakan. Hindari mengabaikan, mengecilkan hati atau menghukum perilaku anak,  tetapi cobalah untuk memuji ketika dia menunjukkan kemandirian.


 

Kamis, 17 Februari 2022

Ketika Pasangan Memilih Diam

Pertengkaran dalam rumah tangga bisa dialami oleh siapa saja, tidak terkecuali dalam keluarga saya. Yang sering terjadi sich perbedaan pendapat antara saya dan suami. Alhamdulilah selama berumah tangga tidak pernah terjadi pertengkaran yang menyebabkan panci melayang atau piring gelas hancur. Salah satu cara saya untuk menghentikan perdepatan tersebut adalah dengan memilih diam.

Saya memilih diam untuk solusi terbaik dan menganggap kalau diam adalah emas. Sebenarnya saya tidak begitu mengerti dengan kalimat ini, mungkin karena sering melihat kalimat tersebut bersliweran dibeberapa artikel atau sering melihat teman mengucapkan secara langsung. Tapi apakah benar kalau diam ini solusi terbaik untuk sebuah pertengkaran ?

Ternyata keputusan diam atau sering disebut Silent Treatment ini tidak sepenuhnya tepat. Justru dengan diam bisa melukai perasaan pasangan satu sama lain. Sikap diam saat bertengkar dengan pasangan dapat membuat pasangan merasa tidak dihargai, tidak dicintai dan merasa menjadi orang yang tidak penting. Pasangan juga akan merasa bingung, frustasi, lelah, bahkan merasa lebih marah.

Sikap diam termasuk dalam pengabaian secara emosional. Hal ini bisa membuat pasangan merasa terpisah dan tidak diinginkan lagi. Sikap diam biasanya dijadikan solusi,  jika pasangan merasa :

  • Merasa tidak ingin memaafkan 
Saat terjadi perbedaan pendapat, rasanya sebel, mau marah dan memaksa pasangan untuk sependapat dengan kemauan kita. Sehingga agar rasa sakit hari ini tidak bertambah, biasanya memilih diam untuk menutup diri dan mengisolasi diri dari pasangan. Namun jika terus menerus, maka rasa sakit dan amarah sulit diselesaikan. Sehingga untuk mengatasi kondisi ini adalah berusaha untuk mengalah dan saling memaafkan.
  •  Kurangnya usaha dari salah satu pasangan 
Penyelesaikan masalah tidak bisa dilakukan oleh satu pasangan, harus kedua pihak harus berusaha menyelesaikan. Kadang kala hanya masalah sepele, namun jika tidak ada komunikasi yang baik, maka akan menjadi besar. Karena salah satu pasangan memilih diam, akhirnya pasangan lain akan memilih menarik diri.
  • Kurangnya waktu antar pasangan
Terlalu sibuk mengurus sesuatu dalam hubungan, dan melupakan hal-hal yang penting, misalnya hal sepele seperti suami manaruh handuk kotor di tempat tidur, sehingga terjadi membuat pertengkaran tanpa ujung. Akhirnya mengambil sikap diam. Padalah dapat melakukan hal yang menguatkan hubungan pernikahan, salah satunya dengan pillow talk atau ngobrol santai sebelum tidur.
  • Takut untuk membicarakan masalah
Sikap diam, sering diambil karena rasa takut untuk membicarakan masalah pada pasangan. Takut akan menjadi-jadi saat membicarakan masalah terkait. Padahal setip masalah harus diselesaikan dengan baik, dan bukan ditunggu hingga menjadi bola salju yang makin lama makin membesar.
  • Sering mengingkari masalah
Saat pasangan memiliki masalah dalam kehidupan rumah tangganya, seringkali mereka mengingkari masalah tersebut. Pengingkaran ini terjadi karena banyak hal. Mungkin karena pasangan tidak ingin mengambil pusing atas masalah yang terjadi, mungkin juga karena pasangan sudah tidak peduli dengan kehidupan rumah tangga. Apapun alasannya, mengingkari permasalahan dengan sikap diam sama sekali tidak menyelesaikan masalah dengan baik.
 
Lalu bagaimana jika pasangan mengambil sikap diam ? ternyata ada beberapa hal cara untuk menghadapi sikap diamnya pasangan. Beberapa cara tersebut sebagai berikut :
  • Katakan yang sebenarnya dengan tenang 
Saat pasangan mengambil sikap diam, katakan padanyadengan tenang bahwa tidak bisa membaca pikirannya dan sikap diam memiliki batas dan harus diakhiri
  • Jangan pedulikan
Jangan pedulikan sikap diam yang dilakukan pasangan, tetap mengatakan sesuatu seperti merayunya atau pura-pura merajuk.
  • Hindari mengancam
Hindari mengancam saat pasangan mengambil sikap diam, hal ini akan memperpanjang aksi diamnya, atau bahkan pasangan merasa terancam dan tidak berani berbicara yang sebenarnya terjadi
  • Memberi sementara waktu
Memberi sementara waktu pasangan untuk tenang dan sendiri. Tapi tetap mengajaknya bicara.

Sikap diam, atau silent treatment yang dilakukan seseorang pada pasangannya mungkin saja sering dianggap sebagai hal yang wajar dan tepat. Akan tetapi sikap diam ini, seringkali menimbulkan perasaan tidak dihargai, dijauhi, bahkan tidak merasa dicintai lagi oleh pasangan. Jadi, alih-alih mengambil sikap diam, sebaiknya gunakan waktu untuk membicarakan masalah yang sedang terjadi dengan pikiran yang lebih tenang dan jernih. Sikap diam, boleh saja dilakukan, namun harus ada batasan yang jelas. Artinya, harus ada waktu untuk berhenti dari sikap diam tersebut. Ingatlah, diam tak selalu berarti emas, bisa juga berakhir bencana. 


 


 

Rabu, 16 Februari 2022

Mengenal Cara Kerja Memori

 Pernah gak sich merasa tiba-tiba lupa akan melakukan sesuatu!

" Tadi mau ambil apa ya, sudah ke dapur kok lupa mau ngapain".

Beberapa saat kemudian kita balik ke tempat awal dimana kita berada. Tiba-tiba...

" Oh iya..mau ambil kain lap".

Pernah mengalami hal yang serupa. Merasa kemampuan mengingat mulai terbatas. Otak manusia memang kompleks, termasuk pada bagian yang berfungsi menyimpan memori. Yang pasti ada beberapa penjelasan ilmiah mengapa kita sering lupa mau melakukan apa saat masuk ke dapur, lupa memiliki janji sama suami, anak, teman, atau sulit menghafal nama seseorang yang sudah lama kita tidak bertemu.

Otak manusia dapat menyimpan ingatan dengan kemampuan dan kapasitas sangat besar. Akan tetapi tidak semua memanfaatkan kapasitas tersebut seoptimal mungkin, sehingga banyak ruang-ruang dalam memori yang tidak terisi bahkan tidak diisi serta tidak diperlakukan dengan lebih baik karena berbagai faktor. 

Memori adalah kemampuan untuk mengambil informasi, mengkodekan, menyimpannya, dan mengambilnya kembali di kemudian hari. Kemampuan ini menunjukkan bahwa manusia menerima, menyimpan, dan memunculkan kembali pengalaman-pengalaman yang telah dialaminya.

Namun, proses menyimpan memori tersebut tidak selalu berjalan sempurna. Terkadang kita lupa atau salah mengingat sesuatu. Terkadang juga ada hal-hal yang keliru dikodekan dalam memori. Masalah tersebut yang kemudian memunculkan gangguan kecil seperti lupa dimana meletakkan kunci motor, mengingat materi yang sudah kita baca, sampai pada gangguan besar seperti mengidap Alzheimer.

Bagaimana Memori Terbentuk?

Untuk membentuk memori baru, informasi harus diubah menjadi bentuk yang dapat digunakan. Proses pengubahan tersebut kemudian dikenal sebagai pengkodean (encoding). Setelah berhasil dikodekan, informasi harus disimpan untuk digunakan nantinya. Proses ini kemudian disebut sebagai storage.

Sebagian besar informasi yang sudah tersimpan ini berada di luar kesadaran kita. Kecuali ketika kita benar-benar perlu menggunakannya. Nah, proses pengambilan (retrieval) memungkinkan kita untuk membawa ingatan yang tersimpan ke dalam kesadaran sadar.

Berapa Lama Memori Mampu Bertahan?

Beberapa memori bertahan sangat singkat, atau kita biasa menyebutnya ingatan jangka pendek. Ingatan jangka pendek hanya berlangsung sekitar 20 sampai 30 detik. Ingatan ini sebagian besar terdiri dari informasi yang saat ini kita fokuskan dan pikirkan.

Selain itu, ada memori yang mampu bertahan lebih lama. Memori yang mampu bertahan selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan hingga beberapa dekade. Sebagian besar memori jangka panjang ini berada di luar kesadaran langsung, tetapi kita dapat menarik mereka ke dalam kesadaran ketika itu diperlukan.

Bagaimana Memori Digunakan?

Untuk menggunakan informasi yang telah dikodekan ke dalam memori, pertama-tama proses yang harus dilakukan adalah mengambil hasil pengkodean tersebut. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi bagaimana ingatan diambil seperti jenis informasi yang digunakan serta petunjuk pengambilan yang ada.

Tentu saja, proses ini tidak selalu berjalan mulus. Pernahkah tiba-tiba merasa seperti hendak berucap dan perkataan itu tepat di ujung lidah tapi tiba-tiba tidak bisa mengingatnya? Ini adalah contoh dari masalah pengembalian ingatan yang membingungkan dan dikenal sebagai Lethologica atau fenomena lidah tingkat tinggi.

Bagaimana Mengatur Memori ?

Kemampuan untuk mengakses dan mengambil informasi dari ingatan jangka panjang memungkinkan kita untuk benar-benar menggunakan ingatan ini dalam membuat keputusan, berinteraksi dengan orang lain, serta memecahkan masalah. Tetapi, bagaimana informasi disusun dalam ingatan?

Ada salah satu cara berpikir yang dikenal sebagai model jaringan semantik. Model ini menunjukkan bahwa pemicu tertentu mengaktifkan memori yang terkait. Memori dari tempat tertentu mungkin mengaktifkan kenangan tentang hal-hal terkait yang telah terjadi di lokasi itu. Misalnya, memikirkan tentang bangunan kampus tertentu dapat memicu kenangan untuk menghadiri kelas-kelas, belajar, dan bergaul dengan teman-teman lama.

Pada akhirnya kita tahu bahwa penting untuk mengenal seluk beluk tentang memori dan bagaimana memori kita gunakan dalam keseharian. Mengingat bahwa memori adalah hal berharga yang masih tersisa ketika sebuah peristiwa telah berlalu.


 

Selasa, 15 Februari 2022

Menjaga Kewarasan dengan Self-Love

Bismillahhirohmannirohim💓

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarukatuh

Saya sering merasa jika mencintai orang lain, lebih mudah dari pada mencintai diri sendiri. Mungkin karena saya sulit menerima kekurangan diri, dan merasa insecure dengan apa yang orang lain punya. Padahal saya sadar kalau mencintai diri sendiri sangatlah penting agar kewarasan tetap terjaga sebagai kunci kebahagiaan hidup, selain mencintai Tuhan dan sesama manusia.

Self-love adalah aspek penting dalam kesehatan mental maupun fisik. Mencintai diri sendiri bukan berarti egois atau narsis yang berlebihan. Justru dengan mencintai diri sendiri, kita dapat menerima segala kelebihan tanpa merasa tinggi hari, dan berlapang dada untuk merangkul semua kekurangan tanpa ditutupi. Maka akan lebih mudah untuk mengelola emosi yang muncul. Termasuk ketika sedang merasa sedih, kecewa, dan marah. 

Mencintai diri sendiri dapat berarti memprioritaskan diri sendiri, bersikap baik pada diri sendiri, jujur dan tidak membohongi diri sendiri, percaya pada diri sendiri, serta memaafkan diri ketika melakukan hal buruk.

Cinta pada diri sendiri perlu dibangun dengan melakukan hal yang berguna bagi diri kita, tidak datang sendiri begitu saja. Dapat memulai sesuatu dengan hal yang mudah, sederhana, tetapi harus sepenuh hati dan tanpa syarat. Berikut adalah tips untuk mencintai diri sendiri yang saya biasa lakukan :

  1. Mengenali diri sendiri, dengan mencari tahu apa kelebihan dan kekurangan saya, apa yang membuat saya merasa takut, cemas, marah dan terluka.
  2. Setelah bangun pagi dan membaca doa, saya membaca surat Al-fatihah untuk diri saya sendiri, kemudian mengucapkan kalimat afirmasi positif seperti Hari ini ''Aku Bahagia, Aku Sehat, Aku Sabar, Aku Ibu Hebat, Saya Ibu Kuat, Saya Ibu Sabar".
  3. Berdamai dengan masa lalu, dengan menerima bahwa semuanya adalah kehendak Allah SWT
  4. Ibadah tepat waktu dengan tidak menunda-nunda.
  5. Merawat tanaman, bikin kompos, bikin eco enzim
  6. Rutin Olah raga dalam waktu 15-30 menit. Yoga setiap hari Senin, Rabu, Jumat. Jalan kaki setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu.
  7. Managemen waktu dengan mengelompokkan kegiatan dalam kuadrat waktu (Penting-tidak Penting-Mendesak-tidak Mendesak).
  8. Menetapkan gadget hours dan GFOS. Membuka gadget dalam jam-jam tertentu. Biasanya saya buka jam 8,10,13,17,20 dengan durasi 45- 60 menit. Kecuali ada jadwal pembahasan materi via WA group atau Telegram group. Menempel penggunaan gadget, agar suami dan anak mengetahui.
  9. Menyediakan waktu untuk diri sendiri. Biasanya di antara jam 14.00-16.00 WIB itu adalah me time buat saya. Saya biasanya istirahat tidur siang sebentar atau membaca buku. Cara ini membantu meredam stres.
  10. Meluapkan isi hati untuk melepas emosi dengan menulis di blogger biasanya saya lakukan diatas jam 21.00, saat jadwalnya anak-anak saya serahkan ke suami.
  11. Menyingkirkan pikiran negatif dengan memilah tontonan, menentukan skala prioritas WA group apa yang akan  saya ikuti.
  12. Mengelilingi diri dengan orang-orang yang positif agar menjadi pribadi yang lebih baik, dan mengakhiri hubungan yang toxic.
  13. Self-Care dengan mandi air hangat, rutin memakan skin care, memakai pakai bersih dan wangi, pijat tradisional, pergi ke salon setiap 1 atau 2 bulan sekali untuk sekedar creambath atau facial.
  14. Melakukan kebiasaan baik seperti tilawah, sholat dhuha, sholat malam, sholat rowatib, puasa sunah, banyak minum air putih, makan buah dan sayur dan mengurangi makanan manis.
  15. Menulis jurnal syukur dan jurnal emosi.
  16. Fokus pada apa yang bisa saya kendalikan.
  17. Mengapresiasikan keberhasilan kecil yang sudah saya capai dengan makan es krim atau makan diluar dengan memilih menu favorit.
  18. Sebelum tidur selalu bersyukur atas nikmat dan karunia Allah, serta mohon ampunan atas segala kekhilafan.

Itulah tips yang saya lakukan agar selalu mencintai diri sendiri dan tetap waras. Mencintai diri sendiri dengan setuluh hari, akan ada banyak manfaat diantaranya terbebas dari beban sosial, karena tidak membandingkan diri dengan kehidupan orang lain. Sehingga akan punya banyak waktu untuk mengurus diri sendiri, yang akhirnya menjadi lebih sehat fisik dan mental. Rasa nyaman pada diri sendiri akan memancarkan energi positif,  orang-orang yang ada disekitar kita akan merasakan hal yang sama.

Jazaakumullaahu Khairan katsiro.. semoga bermanfaat dan Allah SWT selalu melindungi kita beserta keluarga. Aamiin 🤲🏻

Stay healty and stay happy ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

 Salam dari kami,

 

 Keluarga Barokah 



Bunda Mendongeng Hari 14_Makanan Kesukaan Bo

  Alhamdulillah hirobbil alamin, Sampai juga pada tantangan hari empat belas. Cerita dongeng hari ini menceritakan tentang makanan kesukaan ...