Sedikit share saja..tentang ROP ( Retinapoti Prematuritas )
Tepat 6 Januari 2013 lahirlah anak pertama kami secara spontan, sungsang dalam usia kandungan 7 bulan kurang 2 minggu dengan berat badan lahir 1, 760 Kg. Setelah dilahirkan bayi kami dibawa keruangan perawatan bayi, langsung masuk inkubator. Bayi yang lahir diusia kandungan normal, setelah dibersihkan biasanya dikasih ke Ibunya untuk ASI pertama, tetapi tidak dengan bayi saya. Selama 1 minggu dia harus puasa untuk mengeluarkan cairan yang ada didalam lambungnya. Selama 45 hari saya harus melihat dia dari balik kaca. Itu cerita sekilas tentang kelahiran si kecil " Anaka", sekarang kita ke ROP saja yuckk...
Saya telah membaca dari beberapa sumber soal apa itu ROP, Penyebab ROP, Akibat ROP bahkan pengobatan ROP. Jadi kesimpulan saya sebagai berikut :
Retinophaty of Prematury ( ROP ) adalah kelainan pada mata yang terjadi pada bayi-bayi prematur. Kelainan ini disebabkan karena adanya pertumbuhan pembuluh darah retina abnormal yang dapat menyebabkan perlukaan atau lepasnya retina. ROP dapat berlangsung ringan dan membaik sengan sendirinya, tetapi bisa juga menjadi serius dan mengakibatkan kebutaan. Semua bayi dengan berat lahir kurang dari 1500 gram atau usia kehamilan kurang dari 32 minggu berisiko terjadiya ROP, tetapi pada bayi-bayi dengan berat lahir semakin kecil dan semakin muda maka resiko terjadinya ROP semakin meningkat. Pemberian oksigen tambahan pada bayi premature merupakan salah satu faktor risiko yang menyebabkan memberatnya ROP, tetapi bukan merupakan faktor utama terjadinya ROP. Pembatasan pemberian oksigen tambahan pada bayi premature tidak secara langsung akan menurunkan kejadian ROP, malah akan meningkatkan komplikasi sistematik lain akibat kondisi kekurangan oksigen (Hipoksia)
Sedangkan untuk kasus si kecil "Anaka", sebagai orang tua baru kami tidak mengetahui kalau anak kami mengalami ROP. Perawatan Inkubator selama 45 hari bisa menyebabkan makin beratnya ROP. Dari beberapa artikel yang saya baca, anak premature harus ada pemeriksaan mata, tetapi itu tidak kami lakukan, karena ketidaktahuan kami tentang hal tersebut. Kami hanya berdoa dan menunggu kabar dari rumah sakit soal perkembangan bayi kami. Bahagia sekali setelah tau kalau bayi kami bisa dibawa pulang. Kami berterima kasih sekali kepada tim dokter dan perawat telah menjaga anak kami selama masa perawatan.
Waktupun berjalan, setelah usianya sekitar 2 tahun, kami baru tersadar , si kecil "Anaka" kalau melihat suatu objek dengan jarak yang sangat dekat. Lalu kami periksakan ke dokter mata, dokter mata belum bisa memastikan mata anak saya kenapa, cuma bilang kalau matanya bermasalah. Maklum ditempat tinggal kami belum ada dokter specialis mata untuk anak kecil. Diusia 3 tahun lebih kami periksakan lagi, tetapi lagi-lagi hasilnya menurut kami kurang puas. Padahal kami hanya ingin tau Apakah perlu pakai kacamata untuk membantu penglihatan anak kami. Akhirnya kami putuskan untuk pemeriksaan ke Jogja.
Dirumah sakit mata Dr.YAP kami mengetahui bahasa si kecil Anaka mengalami ROP dan Lazy eyes. Waktu pemeriksaan sekilas sudah diketahui kalau mata kanan (-7) dan kiri (-5). Kalau mau pemeriksaan total anaka harus di bius dan perlu dokter bedah untuk melihat lebih detailnya. Dokter tidak menyarankan hal tersebut karena usianya masih kecil. Saya pun sendiri tidak tega. Jadi untuk sementara dokter menyarankan untuk memakai kacamata untuk membantu penglihatan dan perkembangan saraf mata. Sebenarnya bisa diobati tetapi harus menuggu usia anak kami 17 tahun baru boleh dilasik. Sekarang setiap 3 bulan kami harus memeriksakan matanya untuk mengetahui seberapa minusnya.
Terima kasih semoga postingan ini bermanfaat.
Langganan:
Komentar (Atom)
Bunda Mendongeng Hari 14_Makanan Kesukaan Bo
Alhamdulillah hirobbil alamin, Sampai juga pada tantangan hari empat belas. Cerita dongeng hari ini menceritakan tentang makanan kesukaan ...
-
Hampir 1 minggu lebih saya berada di kampung halaman tepatnya di kota Solo. Tugas yang diberikan pada zona 2 dengan tema komunikasi produkti...
-
Tantangan hari ketiga masih berdiskusi dan menentukan 30 aktivitas stimulasi. Arus diskusi dikelompok 3 deras sekali terjadi sejak kemarin ...
-
Aktivitas bermain di hari ke-12 ini adalah membuat sate buah. Aktivitas ini sangat menarik dan edukatif dengan tujuan menanamkan kebiasaan...
